BLKNNews.com

Kabar Nasional

Ads

KABAR BADUNG

KABAR GIANYAR

KABAR INTERNASIONAL

Kabar Klungkung

Rabu, 17 Juli 2019

Tidak Bisa Melaut, Anggota Satgas Yonif Menkanis 741/GN Perbaiki Kapal Milik Masyarakat

BLKNNews, TTU - Anggota Pos Manamas jumlah 3 Orang yang dipimpin Wadanpos Manamas Serda Muh Hasan, membantu masyarakat memperbaiki kapal miliknya sehingga dapat kembali mencari nafkah, Selasa (16/7/2019).

Empat orang anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Pos Manamas yang dipimpin langsung Wadanpos Serda Hasan membantu masyarakat A.n Bapak Muhammad Boy (30 tahun ) memperbaiki kapal agar dapat kembali mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya di pantai Tanjung Tamkuna.

Bapak Boy yang kesehahariannya mencari nafkah dengan melaut harus terhenti dikarenakan kapal yang dia gunakan sehari-hari untuk melaut mengalami rusak berat dan apabila diperbaiki memerlukan waktu yang panjang.

Melihat situasi tersebut Prada Imam yang kebetulan sedang membeli ikan didekat lokasi melaporkan hal tersebut kepada Danpos Manamas Letda Inf Taufiq Dharmawan, S.T.Han. Kemudian Danpos memerintahkan beberapa orang anggota yang dipimpin Wadanpos bergerak ke lokasi untuk membantu bapak boy memperbaiki kapalnya sehingga bisa kembali mencari nafkah untuk keluarganya.

Dengan berbekal keterampilan anggota Pos kapal bapak boy dapat di perbaiki dalam waktu satu hari saja dan langsung dapat digunakan untuk melaut.

Pemilik Kapal yakni Bapak Boy mengucapkan terimakasih banyak karena anggota Pos telah membantu memperbaiki kapalnya sehingga kini ia dapat kembali mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Bapak Boy mengaku tidak mempunyai apa-apa untuk membalas kebaikan dari anggota Pos Manamas yang dengan tulus ihklas membantunya hanya dapat mendoakan agar anggota pos terus sehat hingga selesai tugas.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra,S.Sos., M.M., M.I.Pol mengatakan," Ini adalah bentuk inisiatif dari jajaran, karena melihat ada masyarakat kesulitan pasti dengan berbagai cara pasti kita bantu. Berbuat terbaik adalah kewajiban kami, selalu mengetahui yang menjadi kesulitan masyarakat dan ada untuk mereka agar kesulitan dapat diatasi itulah salah satu hal yang selalu saya tekankan kepada jajaran." (PenUdy, @rb)

Lolos Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Suwirta Presentasikan program KRIS 118

BLKNNews, Klungkung - Program inovatif Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali masuk dalam “99 Top Inovasi Pelayanan Publik ”Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi. Setelah program TOSS dan BIMA JUARA pada tahun 2018, kini program Kring Sehat (KRIS) 118 lolos 99 besar Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019. 
Maka pada hari Selasa (16/7), program yang telah berjalan sejak 5 april 2016 ini dipresentasikan oleh bupati klungkung I Nyoman Suwirta dan diuji dihadapan 8 orang panelis untuk bisa lolos ke 45 besar.

Para panelis yang berasal dari akademisi, profesional dan praktisi diantaranya Siti Zuhro (Peneliti LIPI), J.B. Kristiadi (Ketua Tim Reformasi Birokrasi Nasional), Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian YLKI), Dadan Suparjo Suharmawija (Komisioner Ombudsman RI), Nurjaman Mochtar (Jurnalis), Suryo pratomo (Jurnalis), Wawan Sobari (Dosen Fisip Unibraw)serta Imam prasodjo (dosen fisip UI).

Bertempat di Ruang Rapat Sriwijaya I, Kementrian PANRB, jalan Jendral Sudirman Jakarta, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas dr. Adi Swapatni dan Kabid Pelayanan Kesehatan dr. I Komang Gede Sentanu Wibawa memaparkan Kring Sehat atau KRIS selama 10 menit. Dimulai dari latar belakang dicetuskannya program KRIS hingga pengembangan program kedepan dengan pembentukan ambulan laut yang akan segera direalisasikan. 
Menurut Bupati Suwirta, program KRIS telah melayani seluruh kecamatan melalui Puskesmas yang ada di Kabupaten Klungkung dengan metode telepon atau `call center` (118/0366 118). Ini merupakan program pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, sebagai bagian dari aksi Gema Santi Pemkab Klungkung. Dengan KRIS ini pemberian pertolongan pada keadaan darurat bisa lebih cepat dilakukan.

Pada sesi ke II yakni sesi tanya jawab yang berlangsung selama 20 menit, salah seorang panelis, Suryo Pratomo mempertanyakan kecepatan kedatangan tim medis jika terjadi keadaan darurat. Menanggapi pertanyaan tersebut Bupati Suwirta meyakinkan bahwa dengan call center 118 layanan kesehatan darurat akan cepat sampai. Mengingat layanan ini sudah mencakup diseluruh kecamatan dengan memanfaatkan puskesmas terdekat dari lokasi kejadian.

Sementara itu panelis lainnya, J.B. Kristiadi memberi masukan supaya pemanggilan layanan darurat bisa dilakukan melalui aplikasi smartphone. Yaitu dengan mengintegrasikan seluruh aplikasi yang dimiliki Pemkab Klungkung menjadi satu dan menambahkan sebuah tombol darurat/ panic button didalamnya. Dengan panic button tersebut otomatis memberikan layanan  darurat seperti kepolisian, ambulan, damkar dan layanan darurat lainnya.

Menanggapi saran tersebut, Bupati Suwirta mengaku akan terus mengembangkan program KRIS sehingga bisa benar benar memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan darurat. 

Setelah melakukan pemaparan dan pengujian program oleh panelis, Bupati Suwirta selajutnya melakukan penandatangan sebuah spanduk yang berisi 99 program inovativ yang telah lolos TOP99. Program KRIS berhasil lolos Top 99 setelah sebelumnya bersaing dengan ribuan program lainnya dari seluruh Indonesia. [jim/r5]

Kodam IX/Udayana Gelar Udayana Run 5K dan 10K di Kuta Beach, Bali

BLKNNews, Denpasar - Kodam IX/Udayana akan menggelar kegiatan Udayana Run 5K dan 10K dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan rangkaian peringatan HUT ke-62 Kodam IX/Udayana, yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2019 mendatang, bertempat di area Kuta Beach, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Demikian disampaikan Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., dalam siaran persnya di Makodam IX/Udayana pada Selasa (16/7).

Lebih lanjut dikatakan, bahwa mementum ini digunakan sebagai upaya memberikan kontribusi positif dalam rangka meningkatkan pariwisata di Bali. Selain itu juga, untuk memotivasi dan membudayakan hidup sehat khususnya kepada generasi muda serta masyarakat luas sebagai modal utama untuk mengisi pembangunan Nasional dengan baik.

Lomba lari yang bertajuk “Udayana Run 5K dan 10K”, terbagi menjadi beberapa kategori peserta yaitu kategori untuk Umum, TNI, Polri dan Pelajar, serta berhadiah total sebesar Rp. 200.000.000,-. Untuk 150 orang Finisher pertama pada tiap-tiap kategori nomor/jarak lomba akan diberikan medali dari Pangdam IX/Udayana dan Doorprice berupa 5 unit Sepeda Motor, 7 unit Sepeda Gunung serta puluhan hadiah menarik lainnya, demikian tambah Kapendam.

Mengakhiri siaran persnya, Kapendam IX/Udayana mengatakan bahwa pendaftaran untuk kegiatan Udayana Run telah dibuka pada tanggal 16 Juli 2019 s.d 15 Agustus 2019, dengan biaya pendaftaran untuk 5K sebesar Rp. 75.000,- dan 10K sebesar Rp. 100.000,-. Pendaftaran dapat dilakukan di Kantor Jasdam IX/Udayana, Korem 163/Wira Satya, Spers Kodam IX/Udayana, dan seluruh Kodim Jajaran Kodam IX/Udayana. Contact person Panitia silahkan hubungi 081236918941 dan 081238440948. (PenUdy, @rb)

Walikota Rai Mantra Ikuti Rangkaian Piodalan Di Pura Pengubengan Besakih

BLKNNews, Denpasar - Bertepatan dengan Rahina Purnama Kasa, Selasa (16/7) Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara serta perwakilan sejumlah OPD dilingkungan Pemkot Denpasar lainnya mengikuti serangkaian upacara Piodalan Pura Pengubengan Besakih yang dilaksanakan rutin tiap tahunnya di Pura setempat.

Pura Pengubengan ini merupakan salah satu pura yang di empon  oleh Pemerintah Kota Denpasar, dimana di Pura Pengubengan ini berdiri pelinggih Pesamuhan Bhatara Kabeh yang merupakan rangkaian sebelum Bhatara Turun Kabeh di Penataran Agung.

Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra berkesempatan Nedunang Ida Bhatara Naga Tat Saka Malinggih di Meru Tumpang Solas di Pura Pengubengan Besakih. “Dengan selalu memohon petunjuk kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dari pelaksanaan upacara ini mampu memantapkan Sradha Bhakti umat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari” ujar Rai Mantra.

Di tempat yang sama, Pemangku Pura Pengubengan Jro Mangku Nyoman Artawan menjelaskan rangkaian Piodalan di Pura Pengubengan Besakih pada Selasa (16/7) diisi dengan upacara Nedun Ida Bhatara Naga Tat Saka Malinggih di Meru Tumpang Solas serta Pujawali dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manu Singa Raga dari Gria Taman Sari Sangkan Gunung Muncan.

"Adapun rentetan upacaranya dimulai dengan Nedunang Ida Bhatara, Metik- metik dan Ngiasin (Merias) dilanjutkan dengan Ngelinggihang di Meru Tumpang Solas dan setelah Ida Bhatara melinggih, semua umat melaksanakan pemuspan” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, rangkaian Piodalan dimulai sejak 13 Juli 2019 lalu dengan upacara Mendak Tirta dan Ngaci. Sedangkan pada Rabu (17/7) hingga tiga hari kedepannya dilaksanakan dilaksanakan Bhakti Penganyar dan Nyineb Karya.

"Selaku salah satu pengempon pura, saya ucapkan terimakasih banyak kepada Pemkot Denpasar yang selalu memberikan perhatiannya setiap pelaksanaan pujawali di Pura Pangubengan ini dan saya berharap jalinan ini akan terus terlaksana agar terciptanya keharmonisan di antara pengempon pura," pungkas Jro Mangku Artawan.(esa/r4)

Satgas Yonif Mekanis 741/GN Laksanakan Program Bantu Kekurangan Air Pada Masyarakat Perbatasan

BLKNNews, TTU - Menyadari apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Pos Kalan dibantu oleh Kodim 1618/TTU memberikan bantuan air bersih, pada Senin (15/7/2019) di Desa Fatumuti, Kec. Noemuti, Kab. TTU.

Memasuki musim kemarau, menjadi beban masyarakat khususnya yang dialami masyarakat Desa Fatumuti, karena kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Kondisi kekurangan air bersih ini sudah dialami setiap tahunnya dan ditambah lagi sumber air yang tidak ada.

Jika pada musim hujan, masyarakat memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari hari, bila tidak ada air mereka rela membeli air bersih. Melihat kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih hingga sampai membeli, Satgas Yonif Mekanis 741/GN tergugah untuk membantu meringakan beban yang dirasakan warga.

Dengan memanfaatkan truck dan tandon air yang dimiliki satgas dan juga truck tangki air bantuan dari Kodim 1618/TTU, pendistribusian air bersih diberikan dengan cara mendatangi rumah ke rumah. Bantuan ini disambut antusias warga karena merasa sangat terbantu tanpa harus membeli air, kegiatan bantuan air ini dilakukan setiap minggunya.

Ibu Lili adalah salah satu warga yang mengatakan bahwa dengan bantuan yang diberikan Satgas TNI sangat membantu, yang biasanya seminggu sekali harus membeli air, dengan adanya bantuan air bersih dari Satgas bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli air bersih.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN mengatakan bahwa untuk diwilayah NTT terutama perbatasan memang masih banyak daerah yang kesulitan air bersih. Menyadari hal tersebut, kami dari satgas membuat beberapa program guna membantu kekurangan air, yang diantaranya Pembuatan sumur resapan, lalu memberikan bantuan seperti ini hingga membangun MCK.

"Hingga purna tugas, kami akan terus membantu kesulitan masyarakat dengan program yang kami jalankan," demikian ungkap Dansatgas (PenUdy, @rb)

Rai Mantra Hadiri Upacara Melaspas Di Tanjungbungkak dan Banjar Kertalangu

BLKNNews, Denpasar - Pelaksanaan upacara adat dan agama Hindu di Kota Denpasar secara bersamaan dilaksanakan pada Purnama Kasa, Selasa (16/7). Melaspas nuntun lan Mendem Pedagingan, Kori Agung, Aling- Aling, Bale Kulkul, Pererepan lan Pelinggih Pengayatan ring Pura Dalem dan Desa Tanjung Sari. Disamping itu juga upacara Melaspas Bale Banjar Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur. Kedua pelaksanaan upacara ini dihadiri langsung Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra serta Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

Tampak dalam pelaksanaan upacara tersebut sejak pagi terlihat warga desa dan banjar setempat telah bersiap melaksanakan upacara Melaspas. Kehadiran Walikota Rai Mantra disambut warga desa dan banjar setempat. Di Pura Dalem/Desa  Tanjungbungkak Walikota Rai Mantra turut membuka selubung  prasasti di palinggih Pelinggih Pengayatan di  Pura Dalem Tanjung Sari. Sementara di Banjar Kertalangu Kesiman, Walikota Rai Mantra berkesempatan menandatangani prasasti.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan bahwa pelaksanaan karya di Parahyangan Pura Dalem dan Desa Tanjung Sari  ini merupakan wujud bhakti umat yang dalam hal ini adalah Krama Desa terhadap Ida Bhatara. Sehingga pelaksanaan yadnya ini dapat menjadi momentum atau sebagai ajang mulatsarira serta meningkatkan sradha dan bhakti umat dalam menjalankan swadarma.

“Rasa menyamabraya umat Hindu harus kita pupuk, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat terus kita laksanakan guna meningkatkan sradha dan bhakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta, serta dapat memancarkan energi Dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan dan menetralisir hal- hal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya” jelasnya.

Prawartaka Karya, I Nyoman Widartha  didampingi Prajuru Pura Tanjung Sari menjelaskan bahwa karya ini dilaksanakan setelah seluruh pengerjaan fisik renovasi pura rampung. Dimana, rangkaian karya hanya sehari   dimulai sejak Pagi yang diawali Pemujaan Oleh Ida Sulinggih eedan karya Pemelaspas dilanjutkan Mendem Pedagingan, Nuntun, Muspa dan pelaksana penyineban.

“Karya ini kami laksanakan sebagai wujud bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk memohon anugerah kesejahteraan dan kedamaian umat,” jelas Nyoman Widartha.

Sementara I.B Bima Putra Kelihan Banjar Kesiman Kertalangu mengatakan jumlah warga 500 KK dengan pelaksanaan upacara ini dilakukan secara swadaya dan juga dukungan dari Pemkot Denpasar. Pelaksanaan Pemelaspasan dipuput Ida Pedanda Gede Made Buruan Gria Ulon Jungutan. “Semoga dari pelaksanaan upacara ini dapat mempererat rasa menyama braya warga banjar,” ujarnya. (Gus/r5)

Kerahkan Danramil Dan Babinsa, Kodim Gianyar Edukasi Siswa Baru Dengan Wawasan Kebangsaan

BLKNNews, Gianyar - Guna menumbuhkan jiwa patrotisme dan nasionalisme di kalangan warga negara, maka pembekalan wawasan kebangsaan sangatlah penting dilaksanakan secara berkesinambungan.

Dikarenakan saat ini terindikasi banyak generasi bangsa yang kurang paham dengan wawasan kebangsaan termasuk didalamnya terkait bela negara.

Kecenderungan yang terjadi adalah melupakan nilai-nilai kebangsaan terlebih lagi dihadapkan pada era globalisasi saat ini terutama kalangan muda banyak yang kurang memahami nilai-nilai yang terkandung dalam empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bagi siswa-siswi baru dapat dijadikan moment untuk menambah wawasan kebangsaan yang juga menjadi materi dalam pembekalan oleh Para Danramil Jajaran Kodim 1616/Gianyar dan Para Babinsa yang secara serentak dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kabupaten Gianyar.

Program pemberian wawasan kebangsaan secara serentak yang dilaksanakan Senin (15/07) tersebut merupakan salah satu program dari TNI AD yang bertujuan untuk membina generasi muda yang berwawasan luas yang memiliki semangat patriotisme dan kejuangan yang berlandaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan tetap menjaga persatuan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Para Danramil Jajaran Kodim 1616/Gianyar mengajak kalangan siswa-siswi untuk selalu peka terhadap perkembangan jaman apalagi dihadapkan pada potensi ancaman globalisasi yang berbasis teknologi internet dan diingatkan untuk tidak melupakan meningkatkan prestasi belajar demi terciptanya generasi muda yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman.

Materi peraturan baris berbaris atau PBB juga diberikan oleh para Babinsa di beberapa sekolah yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa disiplin kepada para siawa karena dengan kepatuhan terhadap perintah atau aba-aba yang terdapat dalam aturan pelatihan baris berbaris akan membuat anak-anak sekolah menjadi terbiasa dengan perintah atau petunjuk yang disampaikan

Dandim 1616/Gianyar, Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat, S.E.,M.M., yang di temui di ruang kerjanya menegaskan bahwa Kodim 1616/Gianyar sebagai Satuan Kewilayahan memiliki kewajiban moral untuk mendidik anak bangsa terutama generasi muda agar memiliki jiwa patriotisme dan mampu bersaing ke depannya dalam membangun Bangsa Indonesia sehingga penyiapan generasi muda yang tangguh mutlak harus di lakukan sejak dini.

"Kami berharap apa yang telah di lakukan oleh Jajaran Kodim 1616/Gianyar dengan memberikan wawasan kebangsaan akan dapat bermanfaat dan berguna untuk membentuk generasi muda yang berkarakter dan berjiwa nasionalis", tegas Dandim. (PenUdy, @rb)

Bupati Mas Sumatri Buka Porsenides Desa Pempatan

BLKNNews, Karangasem - Pekan Olahraga dan Seni Desa (Porsenides) Desa Pempatan tahun 2019 dibuka secara resmi oleh Bupati Karangasem di Sambutan Bupati dalam acara upacara pembukaan sekaligus membuka pekak olahraga dan seni desa pempatan tahun 2019, bertempat di  Lapangan Olahraga Tukad Bangkit Desa Pempatan (14/7) ditandai dengan pemukulan Gong. 

Kedatangan orang nomor satu di Karangasem itu disambut antusias oleh masyarakat Desa Pempatan dengan tari cendrawasih. Selain itu pada saat pembukaan Porsenides tersebut diisi juga dengan pelepasan burung merpati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Mas Sumatri didampingi Camat Rendang, Kadisdikpora, Kadis Sosial, dan kepala OPD terkait serta unsur perangkat desa, bendesa, kelihan adat dan dinas se-Desa Adat Pempatan.

Bupati Mas Sumatri dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas dibukanya Porsenides Pererenan ini. “Saya minta Porsenides ini harus dijunjung tinggi dengan rasa persatuan karena masyarakat disini meskipun berbeda banjar tetep bersemeton jadi harus bersatu," tegas Bupati.

Lebih lanjut dikatakan selain menjunjung tinggi rasa persatuan masyarakat Desa Pempatan juga harus menjujung tinggi prestasi. Inilah yang akan menjadi dasar yaitu dengan menyama braya dan prestasi.

 "Semeton krama banjar disini akan menjadi utusan banjar sebagai duta yang akan melaksanakan Porsenicam. Maka dari itu nanti akan diadakan perasan kuantitatif dimana para olahragawan dan seniman yang berprestasi akan mewakili Desa Pempatan ini di kecamatan, inilah yang menjadi kebanggaan saya," ujarnya.

Mas Sumatri menambahkan,Prestasi Olahraga di Tingkat Daerah  pada pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Tungkat Provinsi Bali Tahun 2019, Kontingen Karangasem berhasil memperbaiki peringkat dari Peringkat 7 tahun 2018 menjadi Peringkat 5 pada Tahun 2019 ini dengan total perolehan medali sebanyak 147 keping dengan perincian 32 Emas, 44 Perak dan 71 Perunggu. Capaian ini juga merupakan yang terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Kabupaten Karangasem dalam event PORJAR Provinsi Bali dan menjadi kado istimewa bagi Pemerintah Kabupaten Karangasem yang baru saja merayakan Hari Jadi Kota Amlapura yang ke379 pada tanggal 22 Juni lalu. 

"Mudah-mudahan dalam tahun ini Kontingen Kabupaten Karangasem mampu pula memperbaiki peringkat perolehan medali dalam event bergengsi lainnya yaitu dalam event PORPROV Bali yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tabanan pada bulan September yang akan datang," imbuhnya.

Porsenides secara nyata telah menjadi wahana pembinaan olahraga dan seni budaya, oleh karena itu kegiatan ini perlu dioptimalkan dari segi kualitas pelaksanaannya. Melalui Porsenides ini diharapkan banyak aspek yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan mencakup pemanduan bakat, pembinaan prestasi olahraga dan seni budaya sehingga munculnya atlet-atlet dan seniman-seniwati yang berprestasi. 

Sementara itu ,Ketua panitia Porsenides, Made Yuda Asmara menyebutkan, kegiatan Porsenides adalah kegiatan pekan dan seni di desa pemparan pertama kali, dana bersimber dari donatur dan anggaran desa sampai dengan 21 juli 2019.

Tujuan untuk menggali bibit2 unggul dalam memajukan pembangunan di desa Pempatan.Porsenides ini. elibatkan anak TK,SD , SMP dan SMA, seka truna truni serta umum untuk memajukan desa Pempatan.

"Tema adalah niatan kuru tarmatwam yang artiya berbuat lebih baik daripada tidak berbuat, slogan ini sejalan dengan slogan kabinet presiden yaitu kerja dan kerja. Disini metal dulu kita bangun. Baru kita bangun visi,mental kita bangun baru ke pembangunan. Kita mengajak orang orang hebat di desa pempatan, mari kita berkontribusi untuk memajukan desa pempatan ini agar lebih sejahtera," ucapnya.*

Satgas TMMD Bersama Mahasiswa Undiksha Bersihkan Sungai Pangkung Mesem

BLKNNews, Klungkung - Mengantisipasi terjadinya banjir dan tersumbatnya aliran air pada musim hujan, Personel Satgas TMMD Ke 105 Kodim 1610/Klungkung melaksanakan gotong royong membersihkan Sungai Pangkung Mesem sepanjang 500 meter bersama-sama masyarakat Desa Nyanggelan dan Mahasiswa Undiksha yang lagi Kuliah Kerja Nyata atau KKN di Desa tersebut.

Kegiatan pemberaihan dilaksanakan Sabtu (13/07) lalu di sepanjang aliran Sungai Pangkung Mesem yang berada pada lokasi TMMD Ke 105 tersebut.

Aksi gotong-royong pembersihan sampah tersebut diselenggarakan, sebagai wujud kepedulian Satgas TMMD Ke 105 Kodim 1610/Klungkung terhadap lingkungan, khususnya Sunagai Pangkung Mesem yang berada di wilayah penyelenggaraan TMMD yang saat ini dalam kondisi kotor karena tertutup oleh tumpukan sampah dan potongan ranting pohon, sehingga apabila tidak dibersihkan akan berdampak terjadinya banjir.

Diharapkan dengan dilaksanakan gotong-royong bersama Mahasiswa Undiksha dan masyarakat ini, dapat memotivasi warga agar peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan secara rutin melakukan pembersihan sehingga dapat tercipta lingkungan yang nyaman, bersih dan sehat dan manfaatnya juga akan dirasakan oleh warga Desa Nyanggelan itu sendiri.

Kegiatan gotong-royong bersama tersebut dipimpin langsung oleh Pasiter Kodim 1610/Klungkung Kapten Inf I Nyoman Tunggu bersama Prebekel Desa Nyanggelan I Nyoman September beserta tokoh masyarakat lainnya. (PenUdy, @rb)

Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar Sambangi Desa Kesiman Kertalangu

BLKNNews, Denpasar - Dalam rangka memonitoring perkembangan desa dan meningkatkan pelayanan publik  di Kota Denpasar,  Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar sambangi Desa Kesiman Kertalangu sebagai salah satu nominasi dari Kecamatan Denpasar Timur.  Penilaian ini dilaksanakan di Taman Budaya Kertalangu, Senin (15 Juli).  Hadir dalam kesempatan tersebut , mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar,Ida Bagus Alit Wiradana turut hadir Wakil Ketua Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny.Antari Jaya Negara dan Ketua Tim Penilai Made Sumarsana, yang disambut hangat oleh Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena.

Berdasarkan pemaparam Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena, Desa Kesiman Kertalangu telah melaksanakan berbagai inovasi,  diantaranya menghadirkan program digital desa yang diberi nama "SIKEKAL" (Sistem Informasi Kertalangu), platform Log book untuk menilai kinerja dan prestasi pegawai, 
diterbitkannya Mai Made (Majalah Informasi Masyarakat Desa) yang memberikan informasi kegiatan desa satu th anggaran. Selain itu upaya pemerdayaan desa juga gencar dilakukan seperti menata joging track eko wisata subak padang galak, dan pemanfaatan bumdes yaitu pengembangan sumber air Tirta Lepang yang dijadikan air minum kemasan dan inovasi lainnya.  
"Tentu beragam inovasi ini kami lakukan atas sinergi dan kerjasama dari seluruh aparatur desa dan masyarakat," ungkapnya.  
Lebih lanjut pihaknya menyampaikan,  bahwa Desa Budaya Kertalangu juga menjadi objek wisata budaya yang terus akan dikembangkan, termasuk kedepan pengembangan objek wisata berkuda di Br. Tangtu.

Menurut ketua tim penilai,  Made Sumarsana sebelumnya sudah dilakukan pembinaan 3 bidang pemerintahan,  kewilayahan dan kemasyarakatan sebelum dilaksanakan penilaian presentasi program dan tinjauan ini secara langsung. Mari kita berdayakan masyarakat untuk menyukseskan pembangunan desa di Kota Denpasar.  

Sementara itu,  Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan bahwa inovasi-inovasi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat wajib dilakukan.  

Penilaian dalam suatu lomba  tidak hanya sekedar mencari juara semata tetapi merupakan ajang evaluasi terhadap kreativitas, inovasi, aparat desa dan seluruh komponen masyarakatnya dalam proses memberikan pelayanan publik yang maksimal.   

Saya harapkan penilaian ini dilaksanakan secara objektif, dan yang terpenting adalah penilaian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatakan pelayanan dan harapannya dapat mewujudkan visi misi denpasar (Dev/r4)

Dandim Badung : Kita Punya Perekat Bangsa "Pancasila"

BLKNNews, Denpasar - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS di sekolah menengah atas (SMA) ataupun sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Denpasar di mulai hari ini, Senin (15/07/2019) dengan berbagai kegiatan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) masing masing.

Untuk SMA Negeri 2 Denpasar, kegiatan MPLS juga mulai dilaksanakan hari ini (15/07, red), salah satunya diisi dengan kegiatan wawasan kebangsaan oleh Dandim 1611/Badung dengan tema "Menjiwai Pancasila Dalam Rumah Indonesia".

Dalam paparannya Letkol Inf Handoko Yudho Wibowo, S.E., menyampaikan, zaman dulu wilayah Nusantara ini memiliki raja-raja yang hebat di antaranya pada abad ke 7 berdirinya Kerajaan Sriwijaya, dengan masa kejayaannya pada tahun 812-824 Masehi yang dipimpin oleh Balaputradewa dengan wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, Malaysia, Thailand, Kamboja dan Vietnam namun kehancurannya di akibatkan oleh pemberontakan yang terjadi di kerajaan dalam wilayah kekuasaannya yang dilakukan oleh Raja Colomandala dari negeri Melayu.

Selanjutnya pada tahun 1293 berdirilah Kerajaan Majapahit dan puncak kejayaannya pada pada tahun 1350-1389 Masehi yang dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk dengan Maha Patihnya Gajah Mada. Wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Nusantara dan Asia Tenggara, namun kerajaan tersebut hancur akibat terjadinya perang saudara di dalam wilayah kekuasannya kerajaan itu sendiri yang dikenal dengan Perang Paregreg.

Dua kerajaan besar Nusantara yang sangat termasyur di jamannya tersebut, Sriwijaya dan Majapahit hancur karena selalu ribut sendiri tidak bisa bersatu. Setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit berdirilah kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar di seluruh Nusantara.

Pada tahun 1512 bangsa Eropa masuk ke wilayah Nusantara untuk melakukan perdagangan di antaranya Bangsa Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda. Dalam perjalanannya mereka ingin menguasai wilayah Nusantara yang banyak menghasilkan rempah-rempah. Selanjutnya terjadilah perlawanan oleh raja-raja yang bersifat kedaerahan selama kurang lebih 300 tahun. Perlawanan kedaerahan pun terjadi yang dilakukan oleh Cut Nyak Dien, Sisingamangaraja dan Iman Bonjol di Sumatera, Pangeran Diponogoro di Jawa, Pangeran Antasari di Kalimantan, Sultan Hasanuddin di Sulawesi dan Patimura di Maluku. sedangkan di Bali Nusra dilakukan Patih Jelantik, NTB oleh Sultan Salahudin dan NTT oleh Izak Huru Doko. Namun semua perang atau perlawanan yang bersifat kedaerahan tersebut tidak berhasil mengusir penjajah dari wilayah Nusantara.

Hal tersebut membuat mata dan pikiran para pemuda-pemuda yang berada di wilayah Nusantara untuk bersatu dengan mendirikan organisasi kepemudaan yang bernama Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang dikenal dengan kebangkitan nasional. Gerakan kebangkitan nasional ini adalah untuk mewujudkan kesepakatan jiwa dalam kebersamaan dalam persatuan dan dalam senasib seperjuangan sehingga melahirkan kesadaran dan tekad untuk bersatu. Hanya membutuhkan waktu 20 tahun saja maka lahirlah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 oktober 1928.

Sumpah Pemuda diprakarsai oleh pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan, seperti Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Celebes, Jong Ambon dan yang lainnya, dengan melahirkan tekad untuk berbangsa, bertanah air dan berbahasa satu yaitu "Indonesia".

Lahirnya Sumpah Pemuda sebagai awal terwujudnya tekad perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah sehingga timbul semangat juang dengan Motto "Merdeka atau Mati". Kebersamaan dalam perjuangan dan percaya pada kemampuan sendiri dan hanya dengan waktu 17 tahun Negara Republik Indonesia akhirnya diploklamirkan. Perjuangan yang bersifat nasional tersebut pada puncaknya melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Atas berkat rahmat Allah kita mampu merebut kemerdekaan bumi pertiwi yang berdasarkan Pancasila.

Jika kita bersatu padu, bergotong royong, satukan tekad dan semangat, banyak hal yang bisa kita raih yaitu menghancurkan penjajah yang ratusan tahun telah menjajah kita dan meraih kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju masyarakat adil dan makmur.

Seiring dengan perjalanan waktu dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini dirongrong oleh berbagai gangguan baik dari dalam maupun luar negeri. Dari Luar negeri berupa agresi militer Belanda yang dibantu oleh Sekutu, dari dalam negeri berupa pemberontakan PKI Madiun, PRRI/PERMESTA, DI/TII, RMS dan G 30 S PKI, namun dengan semangat persatuan dan kesatuan NKRI tetap berdiri tegak yang berideologikan Pancasila sebagai dasar negara.

Kepada adik-adik saya, kita punya peluang untuk maju dengan dasar jangan sampai kita hancur karena masalah moralitas, sumber daya harus didayagunakan dengan cara yang benar, contohnya negara Jepang di mana negara matahari terbit tersebut mempunyai area yang sangat terbatas daratannya 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk pertanian dan peternakan tetapi saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia. 80 % mobil yang berjalan di dunia adalah buatan Jepang. Setelah dipelajari Jepang bisa maju karena membiasakan hidup disiplin, mengembangkan mental, melatih tanggung jawab, membiasakan hidup dengan aturan.

Sekarang para peserta MPLS telah mengetahui kita punya semua potensi untuk maju, sikap dan mental seperti apa yang bisa
mendukung kita menjadi bangsa yang maju. Sebagai penerus bangsa, sudah semestinya harus bersyukur memiliki kekuatan besar yaitu "Pancasila".

Pancasila sebagai perekat bangsa untuk menuju manusia Indonesia yang bermoral, di mana dalam setiap silanya telah tertuang mulai dari cara beragama tertuang dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, berinterkasi dengan sesama manusia tertuang pada sila kedua Kemanusian Yang Adil Dan Beradab, cara bernegara tertuang pada sila ketiga Persatuan Indonesia, cara berdemokrasi tertuang dalam sila keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan) dan guna mencapai tujuan nasional telah tertuang pada sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)

Saya harapkan kepada adik-adik peserta MPLS agar dalam pengamalan kelima sila Pancasila tersebut selalu menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama, dengan mengakui persamaan hak, derajat dan kewajiban masing masing, memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berbhinneka tunggal Ika, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama dan mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan suasana kekeluargaan dan gotong royong

Saya ingatkan kembali marilah kita sebagai generasi penerus peduli terhadap bangsa ini maka dengan peduli akan bangsa ini kita akan bisa menjawab dan menghadapi tantangan zaman dengan berbagai bentuk ancaman dan cobaan "Jaga ke Indonesian kita dengan tidak menghilangkan hal fundamental yang terbaik dari bangsa kita yaitu Pancasila, kebhinekaan, semangat persatuan, toleransi kesantunan pluralisme dan kemanusiaan di mana hal inilah yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Sementara itu pihak SMA Negeri 2 Denpasar yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Made Oka Satria mengucapkan terima kasih atas apa yang dipaparkan oleh Dandim 1611/Badung.

Menurutnya kegiatan wawasan kebangsaan tersebut dapat menambah pengetahuan dan kecintaan kita kepada bangsa dan negara, terutama untuk peserta masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di 
sekolah SMAN 2 Denpasar sehingg dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. (PenUdy, @rb)

Wabup Sanjaya Letakan Batu Pertama Kantor PMI Nyitdah

BLKNNews, Tabanan - Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, melakukan peletakan Batu pertama pembangunan Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan di RS Nyitdah, Desa Nyitdah, Kediri, Selasa, (16/7) pagi.

 Hal ini bertujuan Untuk mengatasi musibah bencana yang terjadi secara tidak terduga di Kabupaten Tabanan. Hal ini juga dimaksudkan Kabupaten Tabanan dalam memenuhi janjinya untuk membuat Gedeng Pelayanan Terpadu atau PMI Cabang Tabanan.

Sebagai bukti nyata, peletakan batu pertama pembagunan fasililitas tersebut secara langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Tabanan,  I Komang Gede Sanjaya. Sehingga Gedung Pelayanan Terpadu Palang Merah Indonesia cabang Tabanan yang sempat menjadi mimpi semua pihak bisa terwujud pembagunanya.

Bangunan dengan luas 400 m2 yang di bangun di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan ini di perkirakan selesai dalam waktu 6 bulan  kedepan.

Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, usai melakukan peletakan batu pertama dalam pembanguan gedung ini mengatakan  pembangunan gedung ini merupakan mimpi yang baru dapat terwujudkan pembangunannya saat ini.

“Dengan demikian di harapkan nantinya gedung ini juga bisa menjadi pusat pelayanan terpadu dalam penanggulangan bencana maupun dalam menyediakan donor darah bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucap Sanjaya.

Sanjaya juga berharap kedepanya gedung yang rencananya dibangun dengan 3 lantai ini nantinya benar-benar bisa memberikan pelayanan pada masyarakat, baik dalam keadaan biasa maupun dalam keadaan darurat. Sehingga mampu melayani masyarakat secara maksimal, mewujudkan masyarakat Tabanan yang Sehat.

Sanjaya menambahkan, apalagi pertumbuhan penduduk yang semakin banyak di Kabupaten Tabanan, PMI diwajibkan bisa memberikan pelayanan yang maksimum kepada masyarakat tanpa membedakan bedakan status masyarakat. “Pelayanan yang maksimum sebagai tugas kemanusiaan yang sudah tentu menjadi prioritas Kabupaten Tabanan tanpa membeda-bedakan,” imbuhnya.

Satgas TMMD Ke-105 Bersama Dinkes Gelar Penyuluhan Kesehatan & KB-Kes

BLKNNews, Klungkung - Bersama - sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas PMD, PPKB Kabupaten Klungkung, Satgas TMMD ke-105 Kodim 1610/Klungkung gelar penyuluhan kesehatan dan KB kesehatan di Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Senin Malam (15/7/2019).

Komandan Kodim 1610/Klungkung Letnan Kolonel Czi Paulus Joni Simbolon, SE, M, Tr, (Han) selaku Dansatgas TMMD ke-105 yang diwakili Wadan Ramil 1610-04/Nusa Penida Kapten Cba I Ketut Sudiarta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu sasaran non fisik yang ada dalam penyelenggaraan TMMD ke-105 sekaligus wujud nyata sinergitas TNI dengan Pemerintah Daerah Klungkung, Guna meningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya warga Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, sebutnya.

"Sosialisasi KB-Kes dan kesehatan ini juga merupakan komitmen TNI melalui Satgas TMMD ke-102 Kodim 1610/Klungkung yang siap membantu Pemerintah bersama Instansi terkait, dalam rangka mewujudkan Indonesia maju, makmur dan sejahtera. Segala hal yang dilakukan TNI pada TMMD ini, merupakan bhakti terhadap bangsa dan negara. Kemanunggalan ini menjadikan satu ikatan kekuatan, yang tak bisa dipisahkan, sebab bersama rakyat TNI kuat,” papar Sudiarta.

Sementara itu, Kasi Jaminan Pelayanan dan Distribusi Obat I Nyoman Japa Semadi, SH menyampaikan, Tujuan program kesehatan reproduksi yaitu Kesehatan reproduksi dengan cara meningkatkan derajat kesehatan, keluarga berkualitas dan generasi sehat dan cerdas.

"Kesehatan Reproduksi merupakan keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan tetapi juga segala aspek yang berhubungan dengan sistem", jelas Japa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wadanramil 1610-04/Nusa Penida Kapten Cba I Ketut Sudiarta, Perbekel Desa Nyanglan I Nyoman September, Bendesa Adat Desa Nyanglan Jro Mangku Suwada, Klian Banjar Dinas Tengah Jro Mangku Purwata, Klian Banjar Dinas Kelod I Nengah Ariasta, Klian Banjar Adat Tengah I Wayan Tabanan, Klian Banjar Adat Kelod I Dewa Ketut Egar, Klian Subak Nyanglan I Ketut Muliartawan, Anggota BPD Desa Nyanglan Putu Suyadnya, Sekdes Desa Nyanglan Wayan Suardana, Tokoh Agama Jro Mangku Ujung Sari, Jro Mangku Latra, Ketua Mahasiaswa UNDIKSA Singaraja I Yoman Dedy Ariawan berserta 21 anggota Serta Masyarakat Desa Nyanglan yang berjumlah 80 orang. (PenUdy, @rb)

Kabar Tabanan

Kabar Denpasar

Kabar Bangli

Kabar Karangasem

Kabar Buleleng

© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved