-->
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Zakat Menambah Harta, Menumbuhkan Keberkahan dan Membuka Jalan Pendidikan

Zakat Menambah Harta, Menumbuhkan Keberkahan dan Membuka Jalan Pendidikan


BUKITTINGGI — BLKNNEWS.COM, Kamis, 13 Agustus 2026. Zakat tidak semata-mata kewajiban mengeluarkan sebagian harta. Di dalamnya terdapat nilai keberkahan, kesucian, sekaligus kekuatan untuk memberdayakan masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam penyaluran zakat melalui program Bukittinggi Cerdas yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bukittinggi di GOR Bermawi, Kamis (13/8/2026).

Penyaluran zakat tersebut dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias. Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi H. Irwan, Ketua Baznas Kota Bukittinggi, Kabag Kesra, Kepala Dinas Pendidikan, para camat, kepala sekolah, serta kepala madrasah.

Melalui program Bukittinggi Cerdas, Baznas Kota Bukittinggi menyalurkan bantuan pendidikan kepada 847 anak. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp400 ribu. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan pendidikan sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus belajar, berprestasi, dan mengejar cita-cita.

Kepala Kemenag Kota Bukittinggi, H. Irwan, mengapresiasi sinergi Pemerintah Kota Bukittinggi dan Baznas dalam memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak.

“Atas nama Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan Baznas Kota Bukittinggi yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan,” ujar Irwan. 

Dari 847 penerima bantuan, 99 di antaranya merupakan peserta didik madrasah di Kota Bukittinggi. Menurut Irwan, dukungan tersebut memiliki arti penting karena dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan anak.

Zakat Bukan Sekadar Mengurangi Harta

Dalam kesempatan itu, Irwan mengingatkan kembali makna zakat. Secara bahasa, zakat berkaitan dengan makna tumbuh, bertambah, subur, dan berkembang. Karena itu, zakat tidak seharusnya dipahami semata-mata sebagai pengurangan harta.

“Makna zakat adalah tumbuh, artinya bertambah dan berkembang. Maka, harta yang dizakatkan tidak akan berkurang. Orang yang berzakat tidak akan pernah miskin,” katanya.

Ia mengajak masyarakat, termasuk para pengusaha dan perantau, untuk menunaikan zakat melalui Baznas Kota Bukittinggi. Menurutnya, semakin besar zakat yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Untuk itu, kita mengajak masyarakat, para pengusaha dan perantau untuk dapat berzakat melalui Baznas Kota Bukittinggi, sehingga dapat semakin banyak membantu anak-anak dan masyarakat di Kota Bukittinggi ini,” ujarnya. 

Irwan juga menjelaskan bahwa zakat memiliki makna suci dan bersih. Menurut dia, zakat bukan hanya menyucikan harta, tetapi juga menjadi bagian dari proses membentuk kebersihan jiwa.

“Makna kedua zakat adalah suci dan bersih. Maka, orang yang berzakat hartanya suci, sedangkan orang yang hartanya suci, jiwanya akan suci, orang yang jiwanya suci, pikirannya akan suci,” tuturnya.

Ia berharap semangat tersebut dapat berkontribusi terhadap lahirnya masyarakat Bukittinggi yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki kebersihan jiwa dan akhlak.

Dari Mustahik Menjadi Muzakki

Lebih jauh, Irwan menilai zakat mempunyai peran strategis dalam membantu mengurangi kemiskinan. Bantuan zakat, kata dia, idealnya tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif sesaat, tetapi menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang memungkinkan penerima meningkatkan kualitas kehidupannya.

“Bagi penerima, zakat ini sangat bermanfaat dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Kita berharap penerima zakat hari ini, suatu saat nanti dapat berubah menjadi muzakki, yaitu orang yang menunaikan zakat,” katanya.

Pesan itu menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya ditentukan oleh jumlah bantuan yang disalurkan. Lebih dari itu, zakat diharapkan mampu menciptakan perubahan dan membuka kesempatan bagi penerima untuk tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri.

Dalam konteks tersebut, bantuan pendidikan melalui Bukittinggi Cerdas memiliki arti strategis. Pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan dan memperluas kesempatan anak-anak dalam meraih masa depan. 

Program Bukittinggi Cerdas juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, Kementerian Agama, serta satuan pendidikan dalam memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat.

Zakat akhirnya bukan sekadar angka yang berpindah dari tangan muzaki kepada mustahik. Ia adalah jembatan solidaritas sosial: dari harta yang disisihkan lahir kebermanfaatan, dari bantuan pendidikan tumbuh harapan, dan dari para penerima zakat hari ini diharapkan kelak lahir para muzakki yang kembali menebar manfaat bagi masyarakat. (Hengki Refegon).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.