Tiga Guru Bukittinggi Ikuti Pelatihan Pendidikan Sains di Tiongkok, Kadisdikbud: Bawa Inovasi untuk Pendidikan Gemilang
BUKITTINGGI, BLKNNEWS.COM, - (25 Juli 2026). Tiga tenaga pendidik asal Kota Bukittinggi terpilih mengikuti pelatihan internasional “Training on Science Education through Spatial and Environmental Perspectives” yang akan diselenggarakan di Guizhou Normal University, Guizhou, Tiongkok, pada 28 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Ketiga peserta tersebut adalah Tri Wahyuni, M.Pd, Kepala SD Negeri 12 Bukit Cangang; Riri Amy Fontanela, M.Pd, Kepala SD Negeri 02 Aur Kuning; dan Nadia Fadhila, M.Pd, guru SD Negeri 03 Pakan Labuah.
Mereka merupakan bagian dari 30 tenaga pendidik dan akademisi terpilih dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti program peningkatan kapasitas tersebut. Pelatihan diselenggarakan oleh SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Science (SEAQIS) bekerja sama dengan Guizhou Normal University.
Pelepasan ketiga peserta dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, H. Albertiusman, didampingi Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan dan Peningkatan Mutu Pendidik (PKPMP), Masri, M.Pd, dilaksanakan Rabu 22 Juli 2026 di ruangan kerja Kepala dinas.
Dalam sambutannya, Albertiusman menyampaikan apresiasi atas terpilihnya tiga guru tersebut mewakili Bukittinggi pada forum internasional. Menurut dia, kesempatan itu merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan terhadap kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan di Kota Bukittinggi.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Riri Amy Fontanela, Ibu Tri Wahyuni, dan Ibu Nadia Fadhila. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah wawasan dan pengalaman. Sepulang dari Guizhou Normal University, kami berharap ilmu, pengalaman, dan praktik baik yang diperoleh dapat diimplementasikan untuk mewujudkan Pendidikan Gemilang di Kota Bukittinggi,” kata Albertiusman.
Ia menambahkan, semangat belajar yang tidak mengenal batas sejalan dengan pepatah yang telah lama dikenal masyarakat, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.” Menurutnya, ungkapan tersebut relevan sebagai motivasi bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi di tingkat global.
Program pelatihan itu dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran sains berbasis konteks spasial dan lingkungan. Materi yang diberikan menitikberatkan pada pendekatan inquiry-driven learning serta experiential learning, sehingga peserta diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada pemecahan masalah.
Selain mengikuti sesi akademik, peserta juga akan mempelajari praktik-praktik pendidikan sains yang diterapkan di Guizhou Normal University. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Berdasarkan surat penerimaan peserta, penyelenggara menanggung biaya akomodasi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung, sedangkan biaya tiket pesawat internasional pulang-pergi menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.
Keikutsertaan tiga guru Bukittinggi dalam program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan di daerah melalui penerapan berbagai inovasi pembelajaran yang diperoleh selama pelatihan di Tiongkok. Pemerintah Kota Bukittinggi berharap pengalaman internasional itu dapat menjadi pemicu lahirnya praktik-praktik pembelajaran sains yang lebih adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. (Hengki Refegon).
