SDN 07 Kubu Gulai Bancah Bukittinggi Mulai MPLS Ramah, Pendidikan Karakter Jadi Prioritas
BUKITTINGGI, BLKNNEWS.COM, — SD Negeri 07 Kubu Gulai Bancah, Kota Bukittinggi, memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu diikuti oleh 35 murid baru dan menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar setelah berakhirnya libur kenaikan kelas.
Kepala SD Negeri 07 Kubu Gulai Bancah, Yurneli, S.Pd , secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter sebagai fondasi pendidikan sejak anak memasuki lingkungan sekolah.
Menurut Yurneli, peserta didik perlu memahami bahwa adab merupakan dasar sebelum menuntut ilmu. Karena itu, sekolah terus membiasakan penerapan budaya 5S—senyum, salam, sapa, sopan, dan santun—dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Ilmu yang bermanfaat lahir dari akhlak yang baik. Karena itu, anak-anak harus mendahulukan adab sebelum ilmu. Budaya 5S harus menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian mereka,” ujar Yurneli.
Ia menambahkan, pendidikan karakter tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten sejak usia dini. Sekolah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, dan peduli terhadap sesama.
Ketua Panitia MPLS, Weri Aulia, S.Pd, M.Pd mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tahun ini dirancang mengacu pada konsep MPLS Ramah, yang menempatkan kenyamanan, keamanan, dan pembentukan karakter sebagai fokus utama.
Menurut Weri, peserta didik di SD Negeri 07 Kubu Gulai Bancah diharapkan memiliki keunggulan bukan hanya dalam kemampuan belajar, tetapi juga dalam sikap dan perilaku.
“Kami ingin peserta didik memiliki nilai lebih, bukan hanya karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena karakter, etika, dan kepeduliannya terhadap lingkungan maupun teman-temannya,” kata Weri.
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, peserta didik akan mengikuti berbagai materi yang telah disiapkan panitia. Materi tersebut meliputi edukasi tentang sopan dan santun bermedia sosial, Gerakan ASRI untuk membangun budaya sekolah yang bersih dan nyaman, Gerakan Rukun Sama Teman sebagai penguatan sikap saling menghargai, serta pengenalan tata tertib sekolah.
Melalui tema “MPLS Ramah”, sekolah berharap masa pengenalan lingkungan sekolah tidak sekadar menjadi agenda penyambutan peserta didik baru, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan demikian, murid diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan siap hidup berdampingan dalam masyarakat.
Pembukaan MPLS berlangsung khidmat dan penuh semangat. Kepala SD Negeri 07 Kubu Gulai Bancah, ditandai dengan pelepasan balon ke udara bersama guru dan peserta didik. Pelepasan balon menjadi simbol harapan agar seluruh murid memiliki cita-cita yang tinggi serta mengiringi langkah mereka dengan doa-doa keselamatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menempuh perjalanan pendidikan.
Simbol pelepasan balon pada pembukaan kegiatan diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap cita-cita yang tinggi perlu disertai ikhtiar, akhlak yang baik, serta doa yang terus dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Hengki Refegon).


