-->
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Arteria Dahlan Sebut Epyardi Asda Arsiteknya DPR RI

Arteria Dahlan Sebut Epyardi Asda Arsiteknya DPR RI

Solok, blknnews.com
Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan, bersepeda mengelilingi Danau Singkarak, Rabu (20/10/2021). Didampingi Wakapolresta Padang AKBP Haris dan rombongan, Arteria Dahlan dipinjami jetski oleh Bupati Solok Epyardi Asda, yang saat itu sedang gotong-royong di Dermaga Singkarak. Dua tokoh yang pernah viral di media massa dan dan medsos itu, sempat berbincang layaknya sahabat. 

Berbeda dengan "pertemuannya" di sebuah dialog di salah satu stasiun televisi dengan tokoh Sumbar Prof. Emil Salim yang menuai kecaman, pertemuan Arteria dengan Epyardi Asda justru berbuah pujian. Arteria menyebut Epyardi sebagai arsiteknya DPR RI. Meski baru berkunjung ke Kabupaten Solok, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan tersebut, menyatakan masyarakat Kabupaten Solok mendukung penuh Epyardi Asda. Tak lupa, Arteria juga menyatakan dirinya yang duduk di Komisi III DPR RI yang bermitra dengan kepolisian dan aparat penegak hukum, menyatakan dirinya siap mem-back up Epyardi Asda.

"Saya mengenal Pak Epyardi Asda sebagai seorang tokoh di DPR RI. Beliau adalah 'korlap'-nya DPR RI. Saya paham siapa Pak Epyardi dan yang hebat lagi, beliau ini seorang teknokrat, arsiteknya DPR. Jadi di politik anggarannya sangat bagus, kerja kerja politiknya juga luar biasa, dan program beliau pastinya kongkrit. Masyarakat mendukung penuh bupati. Dan kami Komisi III DPR RI mem-back up semua itikad baiknya, kerja-kerja hebat, kerja-kerja cerdas yang luar biasa yang sedang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Solok," ujarnya.

Arteria mengatakan saat ini Epyardi sudah turun gunung. Arteria juga menyampaikan, apa yang dilakukan oleh Bupati Solok dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Epyardi didampingi oleh Pj Sekda Medison, Kabag Pemerintahan Syahrial, serta Wakil Ketua DPRD Ivoni Munir. 

"Programnya bagus, penguatan dan pembangunan desa. Saya pikir ini benar-benar bisa direalisasikan, apalagi beliau ini benar-benar teknokrat jadi tahu apalagi mantan komisi V, bangun membangun, jalan, jembatan, dan itu memang ahlinya beliau," kata Arteria.

Arteria Dahlan juga dengan gamblang mengapresiasi program Epyardi Asda untuk mengadakan eskavator di setiap kecamatan.

"Itu satu ekskavator satu kecamatan. Saya saja komisi III belum tentu bisa. Tapi beliau bisa menghadirkannya. Ekskavator ini digunakan untuk pembangunan desa, dengan swakelola," ucapnya.

Sama-Sama Viral

Sosok Epyardi Asda berkali-kali viral di media massa dan media sosial. Bahkan sejak dirinya masih dalam masa kampanye Pilkada Kabupaten Solok. Sejumlah kebijakan dan tampilannya ke masyarakat dan pegawai, menuai kontroversi. 

Tercatat, Epyardi Asda sempat mengamuk di Puskesmas Tanjung Bingkung, memberhentikan 1.700 orang tenaga harian lepas (THL) di Pemkab Solok, menarik ambulans di 8 nagari, mengandangkan puluhan mobil dinas pejabat Pemkab Solok, mengamuk di Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok, hingga mengarahkan kegiatan-kegiatan Pemkab Solok ke Kawasan Wisata Chinangkiek yang merupakan milik pribadinya. 

Epyardi juga dinilai tidak peduli terhadap olahraga dan kemanusiaan. Hal ini setelah dirinya melakukan kebijakan menolkan anggaran KONI Kabupaten Solok dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Solok. Bahkan melakukan pengadaan 4 unit ekskavator dari anggaran recofusing, yang notabene ekskavator itu adalah salah satu janji kampanyenya.

Sementara, Arteria Dahlan sempat viral di media dan menjadi pembicaraan publik, setelah dirinya tampil di acara Mata Najwa pada Rabu malam (9/10/2019). Politikus PDI Perjuangan ini dinilai tak memiliki etika dan sopan santun lantaran mengucapkan hal yang kurang pantas kepada ekonom Emil Salim.

Pada acara Mata Najwa "Ragu-Ragu Perpu" yang ditayangkan Rabu (09/10) malam, Arteria Dahlan nampak ngotot dan menyela setiap pembicaraan Emil Salim yang disertai nada tinggi. Tak hanya menyela dengan menggunakan nada tinggi, Arteria Dahlan juga terlihat menunjuk-nunjuk Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia era Soeharto tersebut. Bahkan, Arteria Dahlan juga menyebut Prof. Emil Salim dengan sebutan sesat.

"Mana Prof? Prof sesat. Ini namanya sesat," katanya dalam tayangan Mata Najwa Ragu-Ragu Perpu.

"Mana Prof, saya di DPR, Prof. Tidak boleh begitu Prof, saya yang di DPR saya yang tahu, mana Prof? Sesat, ini namanya sesat," kata Arteria memotong pernyataan Emil dengan menunjuk-nunjuk Emil dengan posisi setengah berdiri.

Arteria pun menyinggung proses Emil menjadi Menteri Pertanian di era Soeharto, kali ini dengan suara keras. "Anda bisa jadi menteri karena proses politik di DPR, Pak jangan salah," ujar Arteria.

Bahkan, dalam beberapa perdebatan, Arteria masih terus menunjuk-nunjuk Emil, meskipun Emil sempat mengingatkan sikapnya. 

"Kasih contoh pak ke generasi muda kita, bernegara dengan baik, beradab dengan baik dan beretika dengan baik," kata Emil. (blkn01/topsumbar.com/republika.co.id/grid.id/kompas.com)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.