Kabar Gianyar

Rabu, 07 Agustus 2019

Majelis Desa Adat Provinsi Bali Dikukuhkan

BLKNNews, Gianyar - Sejarah baru kembali tercipta di Pura Samuhan Tiga, Bedulu, Gianyar, saat Gubernur Bali Wayan Koster mengukuhkan Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali yang pertama, Selasa (6/8).

Sebelum pengukuhan dilakukan deklarasi Pembentukan Majelis Desa Adat sesuai dengan Perda Provinsi Bali No 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali yang sudah diresmikan pemberlakuannya tanggal 4 Juni 2019 lalu di tempat yang sama. Pengurus terpilih merupakan hasil dari Paruman Agung Desa Adat se-Bali yang diikuti oleh 1493 desa adat se-Bali termasuk pengurus Majelis Madya yang ada di Kabupaten/Kota. 

Sebelumnya Paruman Agung dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Paruman Agung digelar seiring dengan berakhirnya kepengurusan Majelis Utama Desa Pakraman periode 2014-2019. Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet terpilih sebagai Bendesa Agung Majelis Desa Adat periode 2019-2024.

Dalam sambutannya usai pengukuhan Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan mengurus desa adat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak hanya sekedar retorika. Menurutnya pariwisata di Bali menjadi yang terbaik di dunia tidak lepas dari keberadaan desa adat yang menjadi ruhnya. “Jalan bagus, hotel bagus .. tidak ada artinya kalau tidak ada jiwa di wilayah itu. Ruh yang ada di desa adat,” tegas mantan anggota DPR RI ini. 

Oleh karena itu  Gubernur Koster meminta Majelis Desa Adat menuntaskan apa yang menjadi mandat dari Paruman Agung ini. Ia menyerahkan sepenuhnya pembangunan desa adat kepada Majelis Desa Adat. “Tugas saya sebagai Gubernur adalah memfasilitasi. Nggak usah meminta, saya akan memberi. Ini tugas pemerintah,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini. Ia berharap desa adat menjadi pilar untuk mengembalikan ‘taksu’ alam Bali.

Keseriusan Gubernur Koster untuk mengurusi desa adat ditunjukkannya bukan saja dengan mengeluarkan Perda No 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, namun telah merancang OPD khusus setingkat eselon II yang akan mengurusi desa adat, yakni Dinas Pemajuan Desa Adat. Selain itu dalam waktu dekat Gubernur juga akan membuatkan kantor untuk Majelis Desa Adat Provinsi Bali. 

Dalam acara pembukaan Paruman Agung, Gubernur Koster menunjukkan desain kantor yang akan berdiri di kawasan Renon, Denpasar tersebut. Tidak menggunakan dana APBD, Gubernur berencana memanfaatkan dana CSR untuk pembangunannya. Bahkan untuk kabupaten/kota yang dianggap perlu, Gubernur Koster juga akan membantu pembuatkan kantor sebagai tempat pertemuan para bendesa adat.

Gubernur mengajak seluruh komponen di Bali untuk bersatu bersama-sama mewujudkan Visi Nangun Sat Kertih Loka Bali dimana desa adat menjadi komponen penting di dalamnya.

Ratusan Prajurit Kodim Gianyar Jalani Tes Urine

BLKNNews, Gianyar - Satuan Jajaran Korem 163/Wira Satya semakin gencar dan intensif untuk memerangi Narkoba.

Kali ini ratusan Prajurit Kodim 1616/Gianyar di bawah pengawasan BNNK Gianyar dan Kasdim 1616/Gianyar Mayor Inf I Gede Merta Santosa, A.Md melakukan tes urine secara mendadak setelah pelaksanaan Upacara Bendera Mingguan, Senin (05/08).

"Kegiatan ini dilakukan guna mengetahui dan memastikan ada dan tidaknya keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan Narkoba", jelas Kasdim

Tes urine ini dilakukan terhadap Prajurit dan PNS yang bertugas di Kodim 1616/Gianyar dan kegiatan tes urine tersebut merupakan program rutin setiap tri wulannya yang dikoordinir oleh Pasi Intel Kodim 1616/Gianyar Kapten Inf Cok Agung Semadi.

Upaya bebas dari pengaruh Narkoba di lingkungan TNI terus digalakan melalui program rutin yang telah ditetapkan oleh Institusi TNI melalui program P4GN. Kodim 1616/Gianyar menindaklanjuti program tersebut dengan melakukan tes urine bagi personelnya bekerjasama dengan BNNK Gianyar.

Kasdim juga menyampaikan langkah preventif terus dilakukan terutama pengawasan kepada para Babinsa sebagai ujung tombak satuan agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang tidak baik seperti terlibat Narkoba karena Babinsa yang secara langsung berkecimpung dengan masyarakat.

Sementara itu Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Gianyar, Gede Dirgantara 
mengajak seluruh Personel Kodim 1616/Gianyar untuk bekerja sama dengan BNNK Gianyar dalam memerangi Narkoba.

"Harapan kita dengan sinergitas yang solid Kabupaten Gianyar dapat terbebas dari Narkoba", ujar Gede Dirgantara.

Hasil dari kegiatan tes urine kepada Personel Kodim 1616/Gianyar kali ini belum ditemukan adanya personel yang terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba. (Pen163, @rb)

Koramil 1616-05/Sukawati Turun ke Sawah Bantu Petani Tanam Padi

BLKNNews, Gianyar - Pendampingan dalam program pertanian terus dilakukan oleh jajaran Kodim 1616/Gianyar guna mensukseskan program pemerintah untuk meningkatkan produksi padi maupun jenis tanaman pangan lainnya.

Hal tersebut dilakukan oleh Koramil 1616-05/Sukawati dengan langkah nyata turun ke sawah di lahan Subak Kulidan, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Selasa (30/07). dengan melakukan penanaman Padi Penyuluh Swadaya Program Demontration Plot (Demplot) Sekolah Lapang Upaya Khusus 2019.

Kegiatan penanaman tersebut bertemakan "Melalui Penanaman Teknologi Jajar Legowo 21 Kita Tingkatkan Produktifitas Padi Untuk Ketahanan Pangan".

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Gianyar Ni Ketut Sumpah Ayuni S.H.M.A.P., menjelaskan, cara tanam padi Jajar Legowo merupakan salah satu teknik penanaman padi yang dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian hama pengganggu tanaman atau organisme.

Pola tanam ini sudah diterapkan dan dianjurkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar kepada para Petani.

Anggota Koramil 1616-05/Sukawati bersama-sama dengan anggota Subak Kulidan yang dipimpin Pekaseh Wayan Tedun terlihat bersemangat dan antusias turun ke sawah untuk melaksanakan program tersebut, terlebih didampingi juga oleh seluruh Petugas Penyuluh Lapangan atau PPL Se Kecamatan Sukawati.

Danramil 1616-05/Sukawati Kapten Inf Anak Agung Raka Malia seijin Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Asep Noer Rokhmat mengatakan, tanam padi ini merupakan bentuk sinergitas dan saling dukung antara Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dengan Kodim 1616/Gianyar.

"Peran Kodim 1616/Gianyar bersama para petani dalam mewujudkan program pemerintah untuk mencapai swasembada pangan perlu memaksimalkan peran sumber daya yang dimiliki dihadapkan dengan target pencapaian yang telah ditentukan", ungkap Kapten Agung Raka Malia

Pihaknya memotivasi para petani untuk selalu memanfatkan lahannya sebagai lahan pertanian karena pengembangan sektor pertanian sangat menjanjikan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan dirinya berharap, apa yang dilakukan oleh Koramil Sukawati dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dapat bermanfaat bagi para petani. (Dim1616, @rb)

Rabu, 24 Juli 2019

Salah Paham Berujung Perkelahian Masal Antar Buruh Asal Sumba


BLKNNews, Gianyar - Di depan proyek bangunan milik I Made Mawa, alamat Banjar Bangkiang Sidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, pada Selasa (23/7) telah terjadi perkelahian antar buruh bangunan asal Sumba yang bekerja di Pasar Sayan Kedewatan dengan buruh bangunan yang bekerja di proyek Bangkiang Sidem.

Menurut informasi yang dihimpun, bahwa perkelahian antar buruh ini terjadi diduga akibat salah paham, dengan kronologis pada hari Minggu (21/7) sekira pukul 23.15 Wita dimana YC (39) alamat Bedeng Proyek milik I Made Mawa di Br. Bangkiang Sidem, dihubungi lewat HP oleh ST (32) dan dengan kata-kata akan menyerang ke proyek di Bangkiang Sidem atau di tempatnya bekerja.

Selanjutnya, pada hari Senin (22/7) sekita pukul 16.00 Wita, YC berkunjung ke proyek di Pasar Sayan untuk mencari temennya yang berinisial MT. Setelah ke Pasar Sayan sebentar, kemudian pulang ke proyek Bangkiang Sidem. Berikut sekira pukul 23.15 Wita kelompok ST dengan 12 orang temennya datang ke Bangkiang Sidem dengan menggunakan sepeda motor, namun baru sampai di depan Villa Jeliki ditemui oleh anggota Pecalang Banjar Bangkiang Sidem an. I Wayan Karsa dan diarahkan untuk pulang ke Sayan. "Jika tidak mau akan saya laporkan ke Polsek Tegallalang", tegas Pecalang.

Atas arahan tersebut, kelompok ST kembali ke Sayan. Namun, pada hari Selasa (23/7) sekira pukul 16.30 Wita kelompok ST dengan membawa 7 sepeda motor dan 13 orang kembali temennya mendatangi proyek milik I Made Mawa. Setelah kelompok ST sampai di depan Proyek sdr. I Made Mawa, tiba-tiba menyerang kelompok YC dengan menggunakan batu dan sajam.

Kelompok YC yang saat itu sedang bekerja, mengetahui adanya serangan dari kelompok Santo maka kelompok YC balik membalas melempar dengan batu yang ada di sekitarnya dan merusak kendaraan yang dibawa oleh kelompok ST dan dengan adanya kejadian tersebut teman YC yang bernama TM mengalami luka benjol di kepala dan tangan kiri.

Saat kejadian pemilik proyek sdr. I Made Mawa kebetulan sedang lewat dan melihat adanya keributan dari buruh proyek, langsung menuju ke Balai Banjar untuk bunyikan kentongan, hingga masyarakat Banjar Bangkiang Sidem berdatangan untuk mencari tahu masalah. Kemudian melerai dan satu diantara warga bernama I Wayan Karsa menghubungi Polsek Tegallalang guna melaporkan kejadian perkelahian antar buruh tersebut.

Sekira pukul 17.00 Wita, pihak Kepolisian dari Polsek Tegallalang dengan mengendarai mobil Patroli datang ke lokasi dan langsung mengamankan buruh proyek yang ada di lokasi dibawa ke Polsek Tegallalang untuk proses lebih lanjut.

Adapun buruh bangunan yang diamankan dari Proyek milik I Made Mawa sebanyak 13 orang dan dari Kelompok ST sebanyak 15 orang.

Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah kondusif dan kejadian salah paham yang berujung perkelahian sudah ditangani oleh Polsek Tegallalang. (JMS)

Minta Petunjuk Bangun Gerbang Benteng Dewata, Yonzipur 18/YKR Silaturahmi dengan Tokoh Puri


BLKNNews, Gianyar - Bali yang dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura, memiliki kearifan lokal tersendiri yang merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan. Kearifan lokal ada di dalam cerita rakyat, peribahasa, lagu, permainan, bahkan pada bentuk bangunan.

Demikian disampaikan Danyonzipur 18/YKR Letkol Czi Parlindungan Simanjuntak, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya pada acara Ramah Tamah dalam rangka mempererat silaturahmi antara Yonzipur 18/YKR dengan Lingkungan Adat dan Tokoh Masyarakat di sekitar Ksatrian Yonzipur 18/YKR yang digelar di Lapangan Mayonzipur 18/YKR, Gianyar, Sabtu (20/7/2019).

Acara yang mengusung tema "Dimana Bumi Dipijak, Disana Langit Dijunjung" tersebut, dihadiri oleh Ida Dalem Semara Putra (Puri Agung Klungkung), A.A. Ngurah Kakarsana (Puri Agung Blahbatuh), Ida Agra Dalem Pemayun (Puri Agung Payangan), Para Penglingsir Puri se-Bali, Kepala Kesbangpol Kab. Gianyar, Wakil Ketua I DPRD Gianyar, Camat Gianyar, Lurah Gianyar, Lurah Bitra, Kaling Candi Baru, Kaling Dauh Uma, Bendesa Adat Gianyar, Bendesa Adat Bitera serta Arsitek I Nyoman Mahendra.

Lebih lanjut, Danyonzipur 18/YKR memaparkan kepada para tamu undangan tentang rencana pembangunan gerbang Pintu Masuk Ksatrian Yonzipur 18/YKR yang akan dibangun dengan desain yang menjunjung tinggi kearifan lokal, yaitu adat dan budaya khas Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Danyonzipur 18/YKR memohon masukan dari para Pelingsir Puri untuk memberikan saran tentang bentuk dan filosofi dari benteng atau gapura yang akan dibangun. Dirinya menyebutkan bahwa pelibatan tokoh-tokoh puri merupakan bagian penting, dengan harapan pembangunan benteng markas ini menjadi bagian dari adat Bali.

Diskusi hangatpun terjadi saat Danyonzipur 18/YKR dan Para Penglingsir Puri membahas nilai-nilai filosofis yang akan disematkan dalam konstuksi bangunan benteng atau gapura yang akan dibangun di gerbang Ksatrian Yonzipur 18/YKR. Danyonzipur 18/YKR meminta langsung para Pelingsir Puri untuk menggambarkan desain yang khas dengan adat Bali.

Ida Dalem Semara Putra dari Puri Agung Klungkung menjadi yang pertama memberikan masukan dan menggambar kasar tentang benteng yang akan dibangun nanti. Dirinya menggambarkan ornamen sayap pada bagian benteng atas. Untuk tampilan depan, Ida Dalem Semara Putra mempercayakan pada pekerja proyek yang ditunjuk.

"Tinggal ditambahkan saja pada bagian atas dengan seperti ini (ornamen sayap). Jangan diberi ornamen Gajah Mina," sebutnya.

Gajah Mina adalah makhluk cryptid laut gabungan gajah dan ikan atau biasa disebut juga Gajah Laut. Dalam budaya Hindu Bali, Gajah Mina adalah salah satu dari 7 binatang mitologi (Makara). Bentuk ikan berkepala gajah sering dicat atau diukir di Candi sebagai ornamen tempat suci.

Ida Dalem Semara Putra menyarankan untuk bahan, menggunakan bata merah, batu paras, atau batu hitam, dikarenakan bahan-bahan tersebut mempunyai kelebihan dan kekuarangannya masing-masing.

Sementara itu, Ida Agra Dalem Pemayun dari Puri Agung Payangan memberi saran pada simbol Badhawang. Kura-kura atau Badhawang ini tidak ditambahi kata Nala atau Ular Naga. Karena jika disebut Bedawang Nala itu bagian dari filosofi dari agama dan sakral.

"Badhawang Nala itu dipakai di bagian bangunan padmasana atau tempat suci Hindu. Badhawang Nala merupakan kura-kura yang diikat oleh naga, itu sangat sakral. Jadi, lebih baik Badhawang saja tidak perlu pakai Nala," ujarnya.

Atas masukan dan saran tersebut, Danyonzipur 18/YKR mengucapkan terimakasih seraya menyepakati bahwa selanjutnya akan dibuatkan desain baru yang nantinya akan diketuk atau dinilai oleh Penglingsir Agung Puri-puri Sejebag Bali, Ida Dalem Semara Putra. (Yz18, @rb)

Rabu, 17 Juli 2019

Kerahkan Danramil Dan Babinsa, Kodim Gianyar Edukasi Siswa Baru Dengan Wawasan Kebangsaan

BLKNNews, Gianyar - Guna menumbuhkan jiwa patrotisme dan nasionalisme di kalangan warga negara, maka pembekalan wawasan kebangsaan sangatlah penting dilaksanakan secara berkesinambungan.

Dikarenakan saat ini terindikasi banyak generasi bangsa yang kurang paham dengan wawasan kebangsaan termasuk didalamnya terkait bela negara.

Kecenderungan yang terjadi adalah melupakan nilai-nilai kebangsaan terlebih lagi dihadapkan pada era globalisasi saat ini terutama kalangan muda banyak yang kurang memahami nilai-nilai yang terkandung dalam empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bagi siswa-siswi baru dapat dijadikan moment untuk menambah wawasan kebangsaan yang juga menjadi materi dalam pembekalan oleh Para Danramil Jajaran Kodim 1616/Gianyar dan Para Babinsa yang secara serentak dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kabupaten Gianyar.

Program pemberian wawasan kebangsaan secara serentak yang dilaksanakan Senin (15/07) tersebut merupakan salah satu program dari TNI AD yang bertujuan untuk membina generasi muda yang berwawasan luas yang memiliki semangat patriotisme dan kejuangan yang berlandaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan tetap menjaga persatuan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Para Danramil Jajaran Kodim 1616/Gianyar mengajak kalangan siswa-siswi untuk selalu peka terhadap perkembangan jaman apalagi dihadapkan pada potensi ancaman globalisasi yang berbasis teknologi internet dan diingatkan untuk tidak melupakan meningkatkan prestasi belajar demi terciptanya generasi muda yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman.

Materi peraturan baris berbaris atau PBB juga diberikan oleh para Babinsa di beberapa sekolah yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa disiplin kepada para siawa karena dengan kepatuhan terhadap perintah atau aba-aba yang terdapat dalam aturan pelatihan baris berbaris akan membuat anak-anak sekolah menjadi terbiasa dengan perintah atau petunjuk yang disampaikan

Dandim 1616/Gianyar, Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat, S.E.,M.M., yang di temui di ruang kerjanya menegaskan bahwa Kodim 1616/Gianyar sebagai Satuan Kewilayahan memiliki kewajiban moral untuk mendidik anak bangsa terutama generasi muda agar memiliki jiwa patriotisme dan mampu bersaing ke depannya dalam membangun Bangsa Indonesia sehingga penyiapan generasi muda yang tangguh mutlak harus di lakukan sejak dini.

"Kami berharap apa yang telah di lakukan oleh Jajaran Kodim 1616/Gianyar dengan memberikan wawasan kebangsaan akan dapat bermanfaat dan berguna untuk membentuk generasi muda yang berkarakter dan berjiwa nasionalis", tegas Dandim. (PenUdy, @rb)

Kamis, 04 Juli 2019

Dukung Pemerintah Wujudkan Pola Hidup Sehat, Yonzipur 18/YKR Galakkan Program Jambanisasi

BLKNNews, Gianyar - Batalyon Zeni Tempur 18/Yudha Karya Raksaka merupakan Satuan Bantuan Tempur yang berkedudukan langsung di bawah Kodam IX/Udayana dengan tugas pokok menyelenggarakan konstruksi dan destruksi untuk membantu tugas-tugas Kodam IX/Udayana dalam Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dengan prioritas tugas pengamanan VVIP dan membantu Pemerintah Daerah dalam menanggulangi akibat bencana alam dan bantuan kemanusiaan serta kegiatan Karya Bhakti dan Bhakti TNI.

Dengan dasar OMSP tersebutlah, pada Senin (1/7/2019) di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, telah dilaksanakan kegiatan Jambanisasi oleh personel dari Yonzipur 18/YKR dengan dipimpin langsung oleh Pgs. Pasi Intel Lettu Czi Heru Trianto.

Pentingnya jamban yang layak pakai merupakan bentuk kepedulian terhadap sanitasi di lingkungan masyarakat, sedangkan sanitasi sendiri merupakan perilaku hidup bersih dengan tidak secara langsung terkontaminasi kotoran ataupun bahan berbahaya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan.

Dalam keterangannya, Danyonzipur 18/YKR Letkol Czi Parlindungan S., S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa program Jambanisasi yang dirangkum dalam kegiatan Karya Bakti yang digalakan oleh Yonzipur 18/YKR tersebut bertujuan untuk mendukung Program Pemerintah di Bidang kesehatan.

"Satuan kami terus berkordinasi dengan aparat desa di wilayah Kabupaten Gianyar dalam kegiatan Program Jambanisasi yang mana sudah berjalan selama periode Semester I Tahun Anggaran 2019," ungkapnya.

Danyon menambahkan, bahwa pembuatan jamban gratis bagi masyarakat kurang mampu ini merupakan bentuk nyata kepedulian Yonzipur 18/YKR dalam rangka meringankan beban masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan pelaksanaan pembinaan teritorial Satuan non Kowil di wilayah binaan.

"Dengan demikian, adanya program jambanisasi ini dapat secara langsung mendukung pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sadar akan sanitasi," tegas Danyon.

Adapun  pengerjaan Jambanisasi yakni di rumah milik Ibu Ni Nyoman Ruma yang beralamat di Banjar Pedapdapan, dan Ibu Nyoman Sumantri yang beralamat di Banjar Pesalakan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Dimana kedua warga ini sudah tepat sasaran untuk mendapatkan bantuan jambanisasi karena selama ini kedua ibu ini belum mempunyai fasilitas MCK. (@rb)

Rabu, 26 Juni 2019

Pramuka SWK Kodim Tabanan Raih Juara Umum, Sementara Kodim Bangli Jadi Juara Favorit

BLKNNews, Gianyar - Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) dari Delapan Kontingen Kodim Jajaran Korem 163/Wira Satya selama dua hari dari tanggal 22 dan 23 Juni 2019 mengikuti kegiatan Persami di Lapangan Singakerta, Ubud, Gianyar.

Kegiatan yang digelar oleh Korem 163/Wira Satya ini mengusung tema "Melalui Pembinaan Kepramukaan Saka Wira Kartika, TNI AD Siap Membina Dan Membentuk Generasi Muda Bangsa Yang Berkarakter Dan Berwawasan Kebangsaan Serta Berjiwa Kesatria Guna Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air Demi Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik lndonesia".

Diikuti oleh 8 Kontingen dari masing masing Kodim Jajaran Korem 163/Wira Satya, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya, lomba kebersihan tenda, lomba krida navigasi darat, lomba memasak, lomba yel-yel dan lomba pentas seni.

Selain itu kegiatan juga disini dengan penjelajahan, bakti sosial berupa pembersihan dan penanaman pohon di seputaran lokasi kegiatan.

Dalam amanatnya Komandan Korem 163/Wira Satya selaku Kamabi SWK Daerah Bali yang dibacakan Kasi Teritorial Korem 163/Wira Satya Letkol lnf Frandi Siboro pada saat penutupan Persami menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh rangkaian kegiatan Persami Saka Wira Kartika Tahun Anggaran 2019 selama 2 hari berjalan tertib dan lancar.

Perlu saya ingatkan kembali bahwa tujuan dilaksanakannya Persami untuk meningkatkan dan memelihara semangat generasi muda melalui kegiatan kepramukaan, mengembangkan minat dan bakat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan motivasi untuk melaksanakan kegiatan yang produktif, kreatif dan inovatif serta terbentuknya watak, kepribadian dan akhlak mulia generasi muda sehingga nantinya diharapkan akan mampu memberikan pengabdian yang terbaik dalam mewujudkan cita-cita Bangsa lndonesia.

Demikian menjadi inti penegasan dari Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh A.M. Suharyadi, S.I.P., M.Si., yang sangat berharap dengan kegiatan ini akan memberikan nilai tambah bagi para peserta baik dalam wawasan pengetahuan, keterampilan dan juga pengalaman.

Dengan selesainya kegiatan ini tentunya dapat memberikan rasa bangga kepada seluruh peserta karena telah melaksanakan kegiatan dengan aman dan tidak semuanya mempunyai kesempatan untuk dapat melaksanakan kegiatan separti ini. Apa yang didapat selama kegiatan agar tetap dipelajari dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diakhiri dengan pengumuman juara dalam perlombaan dengan hasil Juara Umum diraih oleh SWK Cabang Tabanan, Juara Favorit diraih oleh SWK Cabang Bangli, Juara Lomba Yel-Yel diraih oleh SWK Cabang Tabanan, Juara Lomba Navigasi Darat diraih oleh SWK Cabang Bangli, Juara Lomba Memasak diraih oleh SWK Cabang Tabanan, Juara Lomba Pentas Seni diraih oleh SWK Cabang Tabanan, dan Juara Lomba Kerapian Tenda diraih oleh SWK Cabang Bangli.

Setelah rangkaian penutupan Persami kali ini, seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing. (Pen163, @rb)
© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved