Kabar Gianyar

Sabtu, 01 Juni 2019

Mudik Lebaran ke 'Taman Nusa', Taman Wisata Budaya Indonesia

BLKNNews, Gianyar - Saat Lebaran memang menjadi saat yang ditunggu-tunggu karena untuk berkumpul dan bersilahturahmi dengan keluarga besar. Tak hanya itu saja, saat Lebaran juga menjadi waktu yang tepat untuk saling bermaaf-maafan setelah setahun ini banyak berbuat kesalahan kepada orang lain. Oleh karena itu banyak orang yang tak ingin menyia-nyiakan momen Lebaran ini karena sangatlah berarti dan juga berharga

Bagi mereka yang tidak mudik atau sedang berlibur ayo nikmati masa liburan dengan teman-teman dan keluarga di Taman Nusa. 

Taman Nusa yang terletak di Desa Sidan, Gianyar, Bali. Taman Nusa   menampilkan perjalanan waktu bangsa Indonesia dari masa ke masa, dari Masa Prasejarah, Masa Perunggu, Masa Kerajaan, Kampung Budaya, Indonesia Awal, Indonesia Merdeka, sampai ke Indonesia Masa Depan. 

Di Masa Kerajaan, pengunjung dapat menikmati kemegahan salah satu mahakarya dunia yaitu replika Candi Borobudur, dimana pengunjung dapat naik ke stupa tingkat atas dan merasakan seperti berada di Candi Borobudur aslinya di Jawa Tengah.

Didalam Kampung Budaya, terdapat lebih dari 60 bangunan tradisional, dimana beberapa rumah tradisional di Kampung Budaya ada yang sudah berusia puluhan tahun, bahkan ratusan tahun. Terdapat pula beberapa sanggar dan aktifitas kesenian dimana pengunjung dapat terlibat langsung dan berinteraksi dengan kebudayaan itu sendiri.

Jalan-jalan santai di pagi atau sore hari dengan keluarga dan teman-teman, akan semakin lengkap dengan pemandangan alam Bali seperti gunung, sungai dan alam yang mengagumkan serta hutan yang masih asri yang semakin langka ditemui di pulau dewata Bali.

Kampung Budaya juga dilengkapi dengan kafetaria-kafetaria untuk beristirahat, dan Pondokan Kuliner Nusantara sambil menikmati pemandangan teras sering dan jurang Sungai Melangit. Nikmati juga keseruan tradisi Bakar Batu dari Papua.

Dalam rangka menyambut Lebaran dan liburan sekolah, Taman  Nusa kembali memberikan Promo Spesial sesuai dengan syarat dan  ketentuan yang berlaku untuk Paket Budaya, Paket Nusa dan  Paket  Warna Nusantaraku. 

Promo ini berlaku dari tanggal 1 - 16 Juni 2019.

Taman  Nusa  buka  setiap  hari  dari  pukul  09.00  -  17.00  WITA.

Segera kunjungi Taman Nusa yang terletak di Jalan Taman Bali, Banjar Blahpane Kelod, Desa Sidan, Gianyar.

Untuk alamat dan informasi lengkap, dapat menghubungi bagian  informasi : (0361) 952 952 atau lihat di website www.taman-nusa.com ,  Facebook, Instagram dan Twitter @tamannusa atau Google Search ‘Taman  Nusa’  karena  lokasi  Google  Maps  sudah  akurat  dan  diverifikasi.

Pastikan keluarga anda terhibur dan mendapatkan kenangan yang berbeda pada masa liburan kali ini!

Kunjungi Taman Nusa, taman wisata budaya Indonesia di Gianyar, Bali...! (*)

Senin, 27 Mei 2019

Jalin Silaturahmi, Prajurit 'Yudha Karya Raksaka' Gelar Doa & Buka Puasa Bersama Masyarakat

BLKNNews, Gianyar - Dalam rangka memperingati bulan Ramadhan ini, Batalyon Zeni Tempur 18/Yudha Karya Raksaka yang bermarkas di Kabupaten Gianyar Bali menggelar acara Doa dan Buka Puasa Bersama Komponen Masyarakat, di Masjid As-Syuhada Asrama Bitera Yonzipur 18/YKR, Sabtu (25/5/2019).

Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 350 orang tersebut menyusung tema "Melalui Silahturahmi dengan Komponen Masyarakat Kita Tingkatkan Rasa Cinta Tanah Air, Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Rangka Mempertahankan Kedaulatan NKRI".

Danyonzipur 18/YKR Letkol Czi Parlindungan Simanjuntak, S.Sos., M.si., pada kesempatan tersebut membuka acara dengan salam lintas agama serta mengungkapkan bahwa acara tersebut dilakukan guna semua kalangan bersama-sama berdoa untuk Indonesia agar selalu aman terutama di wilayah Gianyar.

"Kemudian khusus untuk Yonzipur 18/YKR sendiri agar selalu sukses dalam menjalankan tugas kedepannya," ucapnya.

Danyonzipur menambahkan, bahwa keragaman perbedaan yang Indonesia miliki bukanlah sebagai pemisah, namun sebagai penguatnya berdiri tegaknya NKRI, oleh sebab itu Danyon mengajak masyarakat bersama-sama untuk menjaga kedaulatan bangsa dan keamanannya.

Sementara itu, tausiyah yang diberikan oleh Ustad H. Yusuf Wahyudi, M.A., yang menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW dengan seorang wanita buta seraya membuat hadirin tertegun. Pasalnya, seluruh tauladan-Nya dapat menjadikan pelajaran tentang bagaimana cara memandang manusia tanpa melihat latar belakangnya.

Kemudian setelah masuk waktu Mahgrib, para hadirin langsung membaca doa buka puasa seraya menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan. Kemudian acara dilanjutkan dengan Sholat Maghrib berjamaah.

Sekitar pukul 19.15 Wita, acara yang menjadi penambah rasa hangatnya kebersamaan malam pada bulan Ramadhan tersebut dilanjutkan dengan ramah tamah dan ditutup dengan pemberian santunan Tali Asih kepada anak-anak Panti Asuhan Yapenatim Gianyar dan Panti Asuhan Darma Jati I Klungkung oleh Danyonzipur 18/YKR beserta Para Donatur.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Dandim 1616/Gianyar, Kapolres Gianyar, Wakil Bupati Gianyar, Pekaseh Subak Bitera, perwakilan dari Kejari dan Pengadian Negeri Gianyar, Ketua DKM Masjid Agung Al A'la Gianyar, serta Para Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat setempat. (@rby)

Sabtu, 16 Maret 2019

Melihat Replika Candi Borobudur di Taman Nusa Gianyar Bali


BLKN-News ■ Kehidupan terus berlangsung sebagaimana air terus mengalir  mencari bentuk dan hukum alam. Ketika manusia sudah mengenal tulisan dan menghayati teknologi tradisional, kepandaian manusia pun berkembang dan berubah menuju peradaban yang semakin sempurna.

Bukti-bukti sejarah itu banyak terbentang dan ditemukan di tanah Jawa dalam bentuk prasasti, tugu, candi dan dokumen-dokumen tua. Salah satu yang terbesar adalah Candi Borobudur.

Sekarang anda sedang melihat replika  dari Candi yang merupakan salah satu keajaiban dunia, yang ada di Kabupaten Magelang, sekitar 30 Km dari Yogyakarta namanya Candi Borobudur.

Candi Borobudur didirikan oleh Wangsa Syailendra yang bernama Prabu Samaratungga pada abad ke – 9 dan berasal dari Kerajaan Mataram Medang Kamulan. Arsiteknya bernama Rsi Gunadharma dan Rsi Kumaragosa. Pembangunan wihara Budha terbesar di dunia ini diteruskan oleh puteri Samaratungga yang bernama Sri Kahulunan Dyah Pramodawardhani.

Borobudur yang nama aslinya Bhumi Shambara Budhara ini berbentuk punden berundak, dengan tingkatan-tingkatan antara lain: Karmawibangga, Kamadatu, Rupadatu, Arupadatu dan Bodisatwa. Lukisan yang terpampang di tembok candi merupakan kisah sejarah perjalanan Sidharta Gautama (Sang Budha) yang harus dibaca mengikuti arah jam terbalik.

Replika Borobudur yang dimiliki oleh Taman Nusa berasal dibuat dari batu-batu asli Gunung Merapi dan dikerjakan oleh seniman-seniman pahat dari sekitar Candi Borobudur dan Muntilan. Jika anda berada di sekitar replika candi ini sambil berfoto-foto, orang akan mengira anda benar-benar berada di Candi Borobudur yang sebenarnya ada di Magelang tersebut.

Jadi tunggu apalagi? Yuk belajar dan kenali kekayaan budaya Indonesia sambil menikmati keindahan alam Bali di Taman Nusa.

■ Made Asnawa

Wabup Artha Dipa Pimpin Apel Deklarasi Anti Hanphone, Pungutan Liar dan Narkoba


BLKN-News ■ Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Karangasem laksanakan Apel Deklarasi Anti Hanphone, Pungutan Liar, Narkoba, Apel yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIB Karangasem dipimpin Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Rabu (27/2/2019).

Acara apel tersebut diisi dengan Deklarasi Anti HALINAR dan Penandatanganan Pakta Integritas Anti HALINAR (Handphone, Pungli dan Narkoba) oleh Kepala LP kelas II B Rochkidam, Ka LPKA , Rainhards Indra Pitoy, dan Bapas, I Ketut  Bagus Adi Saputra. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB s/d selesai dan diikuti oleh seluruh Petugas dan dihadiri pula Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Nengah Sumardi dan Forkopimda Kabupaten Karangasem.

Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa dalam apel tersebut mengatakan, Saya menyampaikan apresiasi terhadap lembaga pemasyarakatan kerena sudah menyelenggarakan hal positif ini. "Saya berharap semua pernyataan yang dibacakan tadi bisa dilaksanakan dengan sebaik baiknya," ucap Artha Dipa dalam apel tersebut

Artha Dipa melanjutkan, saya yakin dan percaya, jika kita berpikir positif maka hal positif yang akan datang, oleh karena itu deklarasi tersebut merupakan momen yang sangat penting  mudah-mudahan ini memberikan angin segar pada masyarakat, sehingga masyarakat bisa percaya pada kita, 

Banyak sekali berita negatif yang sangat mudah ditangkap oleh masyarakat, sedangkan masyarakat tidak mau menggali kembali tentang kebenaran berita tersebut, " dari Deklarasi yang dilaksanakan pada hari ini saya berharap masyarakat bisa mengetahui kebenarannya dan dari Deklarasi ini pula mudah mudahan bisa menjadi pegangan bagi semua anggota Lapas untuk mengayomi masyarakat dengan baik,"Imbuh Wakil Bupati

Artha Dipa melanjutkan, Saya berharap kepada rekan media untuk menuntun semua, jangan membuat berita yang tidak jelas karena peran media sangat penting dalam pembuatan berita, karena masyarakat akan teredukasi dengan berita yang ada, berita baik akan berdampak baik sedangkan berita negatif akan berdampak negatif pula. Sekali lagi saya berterimakasih kepada Kepala Lapas dan semuanya yang ada di kab. Karangasem, mudah mudahan ini menjadi teladan bagi lapas lapas yang lainnya

Kalapas lapas Rochkidam saat ditanya mengatakan, pada hari ini kami melaksanakan 2 kegiatan yaitu apel dan penandatanganan Deklarasi anti Halinar, 

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah dikarenakan banyaknya handphon, pungli dan Narkoba yang masuk ke lembaga pemasyarakatan, "disini kami sari Lembaga berkomitmen menghapus semuanya,"Tegas Kalapas

Rochkidam menambahkan kembali, Deklarasi ini berlaku nasional khususnya para pegawai dan warga binaan keseluruhan, bagi pegawai dan warga binaan yang melanggar tentunya akan dikenakan sanksi yang sudah tertuang dalam peraturan yang berlaku.

"Bagi warga binaan yang melanggar sanksinya tidak diberikan remisi pembebasan bersyarat dan sanksi lainnya sesuai peraturan sedangkan bagi pegawai diberikan sangsi tentang peraturan kepegawaian menurut ketentuan peraturan yang berlaku,"Imbuh Rochkidam. ■ Made

Digitalisasi Penduduk Perlu Dilakukan Sampai Tingkat Lokal Guna Mencegah Manipulasi Data


BLKN-News ■ Guna tingkatkan akurasi data kependudukan kedepan, maka menurut salah satu pengamat Politik Bali, Pengamat Politik yang juga Akademisi dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Bali, Nyoman Subanda, Selasa,(12/3) di Denpasar, Bali menyampaikan, perlu dilakukan digitalisasi kependudukan sampai ditingkat lokal. Tingkat lokal, dalam hal ini dimaksudkan mulai dari ditingkat Dusun sampai Desa. Dengan dilakukan hal tersebut, sedikit tidaknya akan mampu mendata jumlah penduduk dengan lebih akurat.

Serta, sinergitas antar Pemda khususnya Pemerintah Provensi dan Kabupaten serta Desa, Dusun penting dilakukan juga.

"Penduduk kita sangat hetrogen, multikultural serta selama ini mobilitas penduduk juga sangat tinggi. Sekarang era digitalisasi, setidaknya dapat meringankan dan mengefisiensi  terkait pendataan penduduk. Jika dilihat ditingkat Pemda Kabupaten, Kota dengan terkait kependuduk ada di Pemerintah Kabupaten Kota, di dinas kependudukan dan catatan sipil. Mungkin cara kedepan dapat dilakukan, yaitu dengan digitalisasi data kependudukan sampai ketingkat lokal seperti ke Dusun sampai Desa dapat dilakukan," jelasnya.

Menurut dirinya, memang tidak dapat dipungkiri ada faktor-faktor lain juga. Seperti, prilaku-prilaku penduduk yang tidak tertib administrasi.

"Ya, memang tidak dapat dipungkiri juga ada penduduk yang tidak tertib administrasi atau tidak lapor. Yang juga sebagai salah satu faktor kurang akuratnya data kependudukan tersebut," ujarnya.

Dilanjutkan, guna sadarkan masyarakat tertib administrasi, misal dengan tidak memberi pelayaan jika ada seandainya masyarakat yang tidak tertib administrasi.

"Jika dilihat, pelayaan apapun pasti tidak akan pernah baik. Jika tidak ada tertib administrasi. Maka dari itu, guna tingkatkan kesadaran masyarakat, pada administrasi. Misal, dapat dilakukan dengan hanya memberi pelayaan kepada masayarakat yang tertib administrasi saja. Atau pelayanan tersebut diberikan, ketika yang bersangkutan telah melakukan kewajibannya (administrasi)," paparnya.

Sembari Subanda menambahkan, bahkan negara maju dan demokratispun, juga telahmelakukan hal tersebut. AG/R-6

Konjen Australia di Bali Rayakan Hari Perempuan Internasional



BLKN-News ■ Kosultan Jenderal Australia rayakan hari Perempuan Internasional. Bersama komunitas lokal dan Australia di Bali.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kosultan Jendral Australia dalam mempromosikan keberhasilan Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik perempuan di Bali dan Nusa tenggara Barat.

Adapun tema yang diusung yaitu "Lebih Kuat Bersama" yang mengakui peran penting perempuan dan Laki-laki dalam memajukan persamaan gender.

"Hari perempuan internasional merupakan kesempatan untuk memotivasi teman-teman, Keluaraga, Kolega dan masyarakat. Guna berpikir, bertindak, dan menjadi inklusif gender," jelas Konsul-Jenderal Australia di Bali, Dr. Helena Studdert, Jumat,(15/3) di Denpasar.

Dilanjutkan, bahwa Pemerintah Australia berkomotmen untuk kesejahteraan gender dan pemberdayaan Perempuan sebagai prioritas utama bantuan pembanggunan dan kebijakan luar negeri.

"Advokasi gender Australia berfokus pada peningkatan suara perempuan dalam pengambilan keputusan mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan," tutupnya.AG

Gubernur Koster Bentuk Tim Penyusun Raperda, Rapergub dan Program Tematik 2019


BLKN-News ■ Dalam rangka akselerasi pembuatan kebijakan guna mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Gubernur Bali Wayan Koster membentuk Tim Penyusunan Rancangan Undang Undang Provinsi Bali, Rancangan Peraturan Daerah, Rancangan Peraturan Gubernur dan Keputusan Gubernur Bali Tahun 2019 dan Tim Penyusunan Program Tematik Pola Pembangunan Semesta Berencana Provinsi Bali yang terdiri dari para akademisi dan tokoh-tokoh yang ahli di bidangnya. Untuk menyamakan persepsi Gubernur Koster mengumpulkan anggota tim tersebut di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/3) sore.

Gubernur Koster mengatakan semua kebijakan yang strategis, permanen dan berkelanjutan memerlukan adanya payung hukum sehingga dalam pelaksanaan kebijakan tersebut tidak putus di tengah jalan atau di jalankan dengan seenaknya. “Itulah dasarnya kenapa perlu dibuatkan peraturan, baik itu Perda maupun Pergub,” katanya. Melalui pertemuan ini Ia berharap para anggota tim memahami apa visi misi Gubernur yang sudah menjadi visi misi daerah Bali.

Tim-tim ini sudah terbagi sesuai dengan bidang tugasnya untuk membuat 5 raperda dan 17 rapergub di tahun 2019 ini. Sedangkan untuk program tematik ada 25 tim yang ditugaskan menyusun program tematik pola pembangunan semesta berencana provinsi Bali, diantaranya tentang Peta Jalan Pencapaian Target RPJMD Semesta Berencana 2018-2023, Pengembangan SDM Bali Unggul, Konsep Perlindungan Kawasan Suci Besakih, dan tema-tema lainnya.

Gubernur berharap tim-tim ini bisa segera bekerja menyusun peta dan mengidentifikasi masalah yang akan diatur di dalam peraturan daerah maupun peraturan gubernur serta program tematik. Ia memberi waktu satu bulan kepada tim untuk menyodorkan draft pertama. Meskipun begitu Gubernur tak akan memberikan sanksi kepada tim karena pada dasarnya pekerjaan ini merupakan kerja ngayah yang tak ada honornya. Namun Ia yakin dengan keberhasilan membuat enam peraturan dalam beberapa bulan kemarin, tim yang lebih besar ini bisa mencapai apa yang ditargetkan di tahun 2019.

“Saya yakin dengan semangat untuk membangun Bali yang lebih baik dengan idealisme untuk kepentingan Bali ke depan saya kira mereka akan mendedikasikan diri untuk ikut berpartisipasi,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali. 

■ Dp/r2

© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved