Imbas Porprov, Kinerja Ketua Askab Solok Dipertanyakan?, Trio Karno Vivo :, Tupoksi Dan Kewenangan Sudah Dilaksanakan
KABUPATEN SOLOK, BLKNNEWS.COM, - Banyak pihak yang mempertanyakan dan meragukan kemampuan serta tugas dan tanggungjawab dari Ketua Asosiasi Sepakbola Kabupaten Solok (Askab) Trio Karno Vivo, imbas dari tidak jadinya Tim sepakbola Kabupaten Solok ikut andil dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026.
Baru-baru ini banyak rumor yang berkembang di publik, Trio Karno Vivo yang kerap di panggil dengan sebutan Pak Dewan Vivo dianggap tidak layak lagi menjabat sebagai Ketua Askab Solok (Mundur) karena, kurang mampu memperjuangkan nasib tim pesepakbola yang di naungi oleh Askab (PSSI Kabupaten Solok) dalam ke ikut sertaannya di ajang Porprov XVI Sumbar 2026 ini.
Menanggapi rumor yang berkembang tersebut, Trio Karno Vivo sambil tersenyum lebar menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak khususnya para pencinta dan pemerhati olahraga sepakbola Kabupaten Solok atas pikiran kritisnya terhadap Askab Solok, hal itu adalah suatu bukti kecintaan terhadap Askab Solok dan olahraga sepakbola di bumi merkisah ini, akan tetapi, untuk diketahui bersama bahwa tugas dan fungsi (tupoksi), tanggungjawab serta kewenangan Askab Solok itu batasannya, dan yang termasuk dengan tupoksi Askab semuanya sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada, jelas Ketua Askab Solok sekaligus anggota DPRD Kabupaten Solok dari fraksi Golkar pada saat wawancara khusus dengan awak media di salah satu rumah makan Koto Baru, Kamis (01/10/2026).
Dijelaskan lagi oleh Vivo, bahwa secara tugas dan tanggungjawab di tubuh Askab Solok sesuai dengan kewenangan yang dimiliki sudah di laksanakan sebagaimana mestinya seperti, melakukan rangkaian seleksi berjenjang untuk membentuk tim pesepakbola Kabupaten Solok untuk dikirim ke Porprov oleh KONI, yang dimulai dari tingkat wilayah yang meliputi nagari-nagari, kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Kemudian, rangkaian seleksi untuk Tim Sepakbola Porprov tersebut, telah digelar seleksi terhadap 1.000 calon pesepakbola dari seluruh nagari se-Kabupaten Solok. Jumlah ini kemudian diseleksi lagi hingga menjadi 37 pemain di tingkat Kabupaten Solok. Setelah itu diseleksi kembali melalui pemusatan latihan (training center/TC) menjadi 33 orang dan finalnya menjadi 23 orang. saat akan didaftarkan oleh KONI Kabupaten Solok ke KONI Sumbar, hanya 18 atlet yang akan difasilitasi, sementara 5 pemain lainnya menggunakan anggaran mandiri.
Melalui media ini, disampaikan juga kepada pecinta dan pemerhati sepakbola Kabupaten Solok, lanjut Tri Karno Vivo bahwa seluruh persiapan dan persyaratan telah dipenuhi oleh Askab dalam keikutsertaan Cabor Sepakbola di ajang Porprov Sumbar 2026 ini. Bahkan, Askab Solok juga telah memasukkan nama-nama pemain ke aplikasi "Satu Data" KONI Kabupaten Solok untuk dimasukkan ke aplikasi "Sirimau" KONI Sumbar.
Saat akan didaftarkan ke aplikasi 'Sirimau', Ketua Askab Solok, Tri Karno Vivo mengungkapkan bahwa KONI Kabupaten Solok mengatakan anggaran yang akan dialokasikan ke Cabor Sepakbola hanya sekitar Rp55,5 juta. Dengan rincian, Rp24.705.000 untuk Training Center (TC) dan Rp30.800.000 untuk biaya selama mengikuti Porprov XVI Sumbar.
Nah, secara tugas dan wewenang yang kita miliki, Askab PSSI Kabupaten Solok sudah melaksanakan kewajiban sesuai dengan wewenangnya. Setalah data pemain, pelatih dan offisial dimasukkan ke Pemkab Solok melalui KONI Kabupaten Solok, maka, para pemain, pelatih dan offisial tersebut, menjadi milik dan tanggung jawab Pemkab Solok. Sebab, yang akan mendaftarkan atlet, pelatih dan offisial tersebut ke Porprov adalah Pemkab Solok, melalui KONI Kabupaten Solok," tambahnya.
Kemudian, Trio Karno Vivo juga sedikit menjelaskan kepada awak media, kenapa Cabor Sepakbola Kabupaten Solok tidak ikut dalam ajang porprov Sumbar 2026. Diungkapkan Vivo bahwa masalahnya murni terletak di keterbatasan anggaran yang di alokasikan oleh pihak KONI Kabupaten Solok untuk cabor sepakbola. Pihak Askab sudah mengajukan anggaran sebanyak Rp150 juta ke Pemkab Solok melalui KONI Kabupaten Solok, tetapi dengan berbagai pertimbangan anggaran tersebut hanya disetujui sebanyak Rp 55 juta. Artinya, hanya sepertiga dari usulan Askab.
Melihat kondisi anggaran tersebut, dijelaskan Trio Karno Vivo sudah dipastikan Cabor Sepakbola Kabupaten Solok tidak akan bisa mengikuti ajang Porprov. Kemudian, dirinya mencoba mengupayakan berkomunikasi secara intensif dengan Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati H. Candra, Ketua KONI Doni Zulkifli, serta Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Solok, dengan harapan, supaya cabor Sepakbola Kabupaten Solok dapat penambahan anggaran untuk ikut ajang Porprov Sumbar 2026, tetapi hasilnya nihil.
Situasi ini, lanjut Trio Karno Vivo, siapapun pasti kecewa, tidak hanya para pemain, orang tua dan para pelatih serta offisial, pihak Askab pun kecewa dengan hal ini, tapi, apa dikata, kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan menempuh segala cara untuk bisa ikut Porprov ini. Karena sepakbola adalah bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Solok, serta mimpi bagi seluruh para generasi muda pesepakbola.
Semoga para pemerhati dan pencinta sepakbola kabupaten solok dapat memahami dan mengerti dengan kondisi ini, kondisi ini bukan keinginan kita, tetapi situasinya yang membuat seperti saat sekarang ini, tutup Ketua Askab Solok Tri Karno Vivo.
Kemudian, Ketua KONI Kabupaten Solok, Doni Zulkifli, ST, Dt Majolelo saat di konfirmasi oleh awak media terkait dengan tidak ikut sertanya Cabor Sepakbola di ajang Porprov Sumbar 2026. Dirinya mengakui bahwa Askab Solok sebelumnya telah melakukan seleksi pemain untuk membentuk tim sepak bola yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov. Namun menurutnya, proses tersebut tidak berlanjut hingga tahapan screening data yang menjadi salah satu bagian dari persiapan peserta Porprov. disebabkan oleh persoalan anggaran yang tidak memadai untuk cabor sepakbola Kabupaten Solok.
Diuraikan Doni Zulkifli bahwa Askab PSSI Kabupaten Solok telah melakukan rangkaian seleksi berjenjang mulai dari tingkat wilayah yang meliputi nagari-nagari dan kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Seluruh persiapan dan persyaratan juga telah mereka penuhi. Termasuk komposisi tim dan data ke KONI Kabupaten Solok. Namun, mereka tidak mengikuti screening di Padang Pariaman pada Senin lalu (28/9/2026). Sehingga, dipastikan tid.ak bisa ikut di Porprov ini. Kami (KONI Kabupaten Solok) juga telah memanggil mereka dan mengkomunikasikan ke Pemkab Solok, namun persoalan anggaran yang menjadi alasan utama, tidak ditemukan solusi.
Doni Zulkifli juga menegaskan bahwa batalnya Cabor Sepakbola untuk tampil di Porprov Sumbar XVI 2026 ini, murni disebabkan faktor anggaran. Menurutnya, seluruh Cabor sebenarnya juga menghadapi kondisi serupa. Bahkan menurutnya, dari sekira Rp5,5 miliar anggaran yang diajukan KONI Kabupaten Solok ke Pemkab Solok, realisasinya hanya sekira Rp2,5 miliar. (Andar MK).


