Sebelum Dilantik Ramai Penolakan!, Setelah Dilantik Ramai Ucapan Selamat. Nasib Dan Takdir Sekda Baru Kabupaten Solok.
KABUPATEN SOLOK, blknnews.com, - Aneh tapi nyata nasib dan takdir yang menghampiri Rudy Repenaldi Rilis, S. Stp, MM di daerah Kabupaten Solok beberapa bulan terakhir.
Anehnya, sebelum dilantik jadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH banyak dapat kalimat penolakan dari berbagai elemen masyarakat dengan alasan bahwa Rudy Repenaldi Rilis bukan putra asli Kabupaten Solok dan dirinya merupakan pejabat pecatan kepala daerah di kampung halamannya.
Selain itu, ada juga yang mengatakan, kenapa harus dia menjadi Sekda, padahal Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di daerah Kabupaten Solok ini untuk menduduki posisi Sekda ada banyak, tidak kekurangan orang, mumpuni lagi berkompeten di bidangnya.
Kemudian, lebih parahnya lagi ada juga pihak-pihak yang menolak Rudy Repenaldi Rilis menjadi sekda dengan melakukan penggiringan opini melalui media-media mainstream.
Nyatanya nasib tidak berbanding lurus dengan Takdir. Setelah Rudy Repenaldi Rilis, S. Stp, MM dilantik oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH menjadi Sekda Kabupaten Solok, pada Senin (02/11/2026) di Aula Gedung C Sekretariat Daerah banyak bermunculan ucapan selamat, ada secara langsung menyampaikan, ada juga dengan membuat semacam iklan, lalu di post ke berbagai macam plafon media (Medsos, Media Mainstream).
Nah, yang jadi pertanyaan, apakah pihak-pihak yang secara tertutup atau secara terang-terangan melakukan penolakan terhadap Rudy Repenaldi Rilis ini untuk menduduki posisi sekda Kabupaten Solok ikutan juga mengucapkan selamat baik itu secara langsung atau dengan bentuk lain..? Kalau memang ada, perlu kiranya di periksa akal sehatnya ke dokter spesialis otak, sebab, mudah sekali berubah nya, tidak konsisten, awalnya menolak, setelah dilantik ramai-ramai memberi ucapan selamat, kelihatan sekali cara menjilatnya.
Melihat fenomena aneh tapi nyata ini, ada narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan melalui media ini bahwa peristiwa aneh tapi nyata tersebut sudah biasa terjadi di akhir zaman ini.
Menurutnya, orang atau pihak yang melakukan hal itu hanya mengedepankan nafsu kekuasaan dan ingin dekat dengan kekuasaan saja, orang tersebut tidak peduli lagi dengan rasa malu dalam hidupnya. Ia hanya mempedulikan bagaimana dirinya bisa mendapat tempat dihati orang yang telah disakitinya, dengan harapan agar dirinya bisa mencapai apa yang menjadi tujuan pribadinya.
Belajar dari fenomena ini, narasumber media ini berpesan kepada Sekda baru Kabupaten Solok, Rudy Repenaldi Rilis. Ia berpesan agar Sekda selalu berhati-hati dan waspada terhadap orang-orang yang bermuka dua alias Musang berbulu domba. Karena, Orang-orang tersebut hanya akan melemahkan dan mematahkan semangat untuk memperbaiki menjadikan daerah Kabupaten Solok lebih baik lagi kedepannya sesuai dengan Visi-Misi kepala daerah.
Untuk Bupati Solok dan Wabup Solok narasumber ini juga berpesan, untuk terus melangkah maju demi masa depan Kabupaten Solok. Kritikan, saran dan masukan dari berbagai elemen masyarakat merupakan cambuk dan motivasi dalam membangun daerah ini. (Rd).

