Gubernur Sumbar Jadi Khatib Jumat di Surau Gadang Bukittinggi, Tekankan Pembinaan Generasi Muda
BUKITTINGGI, blknnews.com, - Mahyeldi Ansharullah menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Jami’ Mandiangin Koto Salayan (Surau Gadang), Jumat 29 Mei 2026. Dalam khutbahnya, Gubernur Sumatera Barat yang akrab disapa Buya Mahyeldi itu menekankan pentingnya menjaga persatuan umat serta memperkuat pembinaan generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.
Dalam wasiat khutbahnya, Mahyeldi berpijak pada firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 103–104 yang mengandung pesan tentang pentingnya berpegang teguh pada tali agama Allah serta menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Menurutnya, perhatian terhadap generasi muda tidak dapat ditunda. Generasi muda harus dibina, dipersiapkan, dan diberikan perhatian serius agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keimanan, akhlak, dan ilmu pengetahuan yang kuat.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin pada masa yang akan datang. Karena itu, yang harus dipersiapkan adalah bagaimana generasi muda memiliki iman yang kokoh, akhlak yang baik, dan ilmu pengetahuan yang memadai,” ujar Mahyeldi di hadapan jamaah.
Dalam khutbahnya, ia juga menyinggung momentum Iduladha sebagai teladan besar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Menurutnya, peristiwa kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga menjadi gambaran penting tentang kerja sama antara orang tua dan anak, antara senior dan junior, dalam membangun ketaatan kepada Allah.
Mahyeldi menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS menunjukkan keteladanan kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai orang tua, sementara Nabi Ismail AS memperlihatkan sikap taat, sabar, dan patuh terhadap perintah Allah.
Selain itu, Mahyeldi mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Menurutnya, kondisi tersebut muncul karena semakin jauhnya nilai-nilai keimanan dari kehidupan sebagian generasi muda.
Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat adat di Sumatera Barat dalam menjaga moral generasi. Dalam pandangannya, kearifan lokal melalui peran ninik mamak dan unsur adat di nagari harus diperkuat sebagai benteng sosial untuk melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
“Peran ninik mamak dan masyarakat adat sangat penting dalam menjaga generasi. Nagari harus menjadi benteng pertahanan agar generasi muda tidak terjerumus pada hal-hal yang merusak masa depan mereka,” katanya.
Khutbah Jumat tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat di kawasan, Bukittinggi dan sekitarnya. (Hengki Refegon).
