Pengamat Politik Bagindo Togar: Petahana Heri Amalindo Sulit Dikalahkan
-->

Pengamat Politik Bagindo Togar: Petahana Heri Amalindo Sulit Dikalahkan

BLKN NEWS
Kamis, 13 Agustus 2020

 Pengamat Politik Bagindo Togar: Petahana Heri Amalindo Sulit Dikalahkan


BLKN NEWS ■  Dari kacamata Pengamat Sosial dan Politik, Bagindo Togar Butar-Butar, sosok petahana (Heri Amalindo) untuk saat ini sulit untuk dikalahkan dalam perhelatan Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pikada) Kabupaten PALI, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Karena menurut Bagindo Togar, biasanya elektabilitas petahana lebih tinggi bila dibandingkan dengan sang penantang, hal ini tidak lepas dari tingkat kepuasan masyarakat atas kepemimpinan petahana selama ini. Selain itu pula lazimnya dipengaruhi oleh rekam jejak prestasi incumbent, akhirnya berubah menjadi dukungan politik.

"Kalau saya amati, Heri Amalindo ini sulit untuk dikalahkan oleh sang penantang, mengapa demikian, karena tingkat elektabilitasnya lebih tinggi dari bakal calon lainnya, " kata Bagindo Togar Butar Butar, pengamat sosial dan politik Sumsel kepada Suara Pali, secara eksklusif, pada Rabu (12/8/2020).

Dijelaskannya, dari pengalaman selama dirinya mengamati pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur, Bupati, Wali Kota, bahkan Pilpres, petahana paling sedikit memiliki elektabilitas lebih dari 60%, dengan angka itu, secara psikologis aman, tinggal Heri Amalindo menjaga stamina politik sampai pemungutan suara.

Meskipun petahana sulit untuk dikalahkan, lanjut Bagindo Togar, begitu munculnya nama nama penantang, itu bertanda baik bagi aktivitas demokrasi di PALI, dalam artian PALI tidak krisis kepemimpinan, yang kedua, melalui pesta demokrasi ini, setidaknya bisa menguntungkan bagi para calon penantang itu sendiri.

Karena menurutnya, terlepas menang atau kalah, tetapi setidaknya nama mereka sudah populer, setelah mengikuti kontestasi politik Pilkada 2020 menantang petahana Heri Amalindo, tetapi bukan berarti penantang tidak bisa menang di Pilkada PALI tahun ini, karena didalam politik, hal yang tidak mungkin bisa saja terjadi kapan saja.

Dia mencontohkan ada beberapa Pilkada yang dimenangkan oleh wajah baru, tapi dari beberapa kasus ini bisa dibilang dengan jari, karena menurutnya untuk mengalahkan petahana harus memiliki tingkat kemapuan yang berlipat, dan jurus jurus lain, kalau tidak ada beberapa kategori itu akan sulit untuk mengalahkan petahana.

"Kalau mau mengalahkan petahana harus memiliki kemampuan yang tinggi, dari pengamat saya selama ini, cuma ada beberapa daerah calon petahana dikalahkan oleh penantang, karena petahana ini sangat populer di kalangan masyarakat, baik dari keberhasilannya dalam memimpin daerah melalui program program kerjanya, juga dari kedekatannya terhadap masyarakat," tambahnya lagi.

Di akhir bincangnya, Bagindo Togar Butar Butar mengingatkan, kalau petahana Heri Amalindo, biarpun menang di Pilkada ini, tetapi tidak akan bisa lagi melanjutkan diperiode berikutnya, dan misalkan penantangnya belum bisa mengeser Heri Amalindo diperiode ini, diperiode 2024 mereka bisa ikut kembali berkontestasi.

" Diperiode berikutnya 2024 akan terjadi tarung bebas, disitulah para kontestasi yang belum beruntung tahun ini, bisa menunjukkan kemampuannya dalam berpolitik untuk menjadi pemimpin kepala daerah, karena Heri Amalindo tidak akan bisa lagi ikut dalam pesta demokrasi berikutnya," pungkas Bagindo Togar.

Suherman