Kabar Klungkung

Kamis, 02 Mei 2019

Melalui Teatrikal Recycling Mampu menggugah masyarakat perangi sampah


Klungkung,BaliKini.Net - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta menyaksikan Teatrikal kontemporer di panggung terbuka Monument Puputan Klungkung pada rabu (01/05/2019).

Ketut Darmawan selaku penggagas Cerita, menyatakan Teatrikal Recycling merupakan teatrikal yang dibawakan oleh Kelompok Swadaya masyarakat TPS 3R Dharma Winangun Desa tangkas. Teatrikal ini mengambil tema recycling dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui seni gerak dan tari tentang bahaya sampah.

Dalam pementasannya tersebut diilustrasikan bahaya membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan banyak terdapat  nyamuk dan lalat yang dapat menyebarkan penyakit, seperti Demam berdarah dan Diare. Gerakan teatrikal mengilustrasikan banyak masyarakat yang terserang diare dan sakit perut, kemudian akibat dari hal tersebut, salah seorang masyarakat mengajak anak-anak dan warga untuk kembali membersihkan lingkungan dari sampah dan melakukan daur ulang. Dari melakukan Daur ulang sampah ini kemudian diketahui dapat  memiliki nilai ekonomi dan seni, jika kita punya inovasi untuk mengerjakannya.  Dalam pementasan teatrikal juga menampilkan juga tarian barong dan rangda yang terbuat dari sampah plastik dan koran.

“Dari pementasan ini dapat diambil maknanya yakni adalah mengajak masyarakat untuk bersama sama memerangi sampah agar dapat menjadi nilai ekonomi, dan akibat apabila sampah  tidak dikelola dapat menimbulkan wabah penyakit”, ujar Ketut Darmawan.

Adapun bahan sampah plastik dan koran dikumpulkan sekitar 12 kg sampah plastik dan 8 kg dari koran. Sampah ini di dapat dari berbagai lokasi di Kabupaten Klungkung untuk dibuat barong. Persiapan pembuatan barong, rangda dan pelatihan teatrikal memakan waktu kurang lebih 1 bulan. Sampah plastik untuk barong dan  gapura berasal dari pembukus mie, kopi, snack. Rangda dibuatkan dari bibit ental, batok kelapa, kelapa kering, daun ental yang dirangkai seperti ulatan.

Dalam pementasan Teatrikal ini, berperan sebagai koreografer yakni I Putu Indra Wirayudha, Pembina, Dewa putu Slamet raharja S,Sn.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengapresiasi penampilan teatrikal ini. Menurut Bupati Suwirta, dengan penampilan teatrikal ini diharapkan dapat menggugah masyarakat Klungkung untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan inovasi TOSS yang sudah diterapkan dibeberapa Desa di Kabupaten Klungkung diharapkan bisa menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Kabupaten Klungkung maupun di Indonesia. “Masyarakat Klungkung bisa mencontoh dan melaksanakan Program Pemkab Klungkung yakni  TOSS tersebut dengan baik, untuk menjadikan kabupaten Klungkung terbebas dari sampah,” ujar Bupati Suwirta. (cok/r4)

Melalui Pariwisata Kota Pusaka, Pemkab Klungkung Jalin Kerjasama dengan OWHCE


Klungkung,BaliKini.News  - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra menghadiri acara Konferensi Internasional IX Organization World Heritage Cities Eurasia (OWHCE). Bertempat di Hotel Prama Sanur Beach Bali, Jl. Cemara Sanur, Denpasar Bali, Senin (30/4) sore.

Kegiatan ini merupakan diskusi mendalam tentang tema "Resilient Heritage and Tourism" (Warisan dan Pariwisata Tangguh) Berdasarkan pada tujuan bersama untuk mengembangkan heritage tourism (pariwisata warisan) melalui pertukaran praktis dan kerjasama antar anggota wilayah untuk pelestarian peninggalan sejarah dan cagar budaya.

Pada kesemapatan tersebut, Bupati Suwirta menyatakan komitmennya ikut bergabung di dalam "World Haritage Cities Eurasia" (Kota Warisan Budaya) dimana Kabupaten Klungkung merupakan pusat peradaban warisan budaya di Bali, yang memiliki aset pusaka yang bernilai tinggi, yang merupakan rekam jejak sejarah dari zaman kerajaan di Klungkung memiliki nilai kearifan lokal yang otentik.

Bupati Suwirta berharap, aset pusaka peninggalan sejarah dan cagar budaya yang ada di Kabupaten Klungkung bisa dipromisakan didalam jaringan kota pusaka Dunia. Meningkatan nilai sosial, budaya dan ekonomi antara lain melalui pariwisata kota pusaka serta sebagai upaya nyata melestarikan aset-aset pusaka sehingga bisa lebih di kenal dan menambah kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Klungkung.

”Komitmen kami pasti kuat dalam melastarikan kebudaya, dimana Kabupaten Klungkung merupakan pusat kebudayaan di Bali maka dari itu peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya perlu dikelola,” Ujar Bupati Suwirta

Sementara itu, Sekjen 0WHCE Mr. Denis Ricard mengatakan pada intinya Organisasi World Haritage Cities Eurasia ini adalah mencari atau meneliti daerah-daerah yang memiliki komitmen terhadap pelestarian warisan budaya yang dimilik untuk saling bertukar pikiran, gagasan dan inovasi untuk melestarikan cagar budayanya.

"Organisasi ini adalah organisasi yang benar-benar meneliti peninggalan warisan budaya, bukan semata-mata mencari anggota. Bagaimana konservasi pemerintah daerah terhadap warisan budaya yang dimiliki dengan penataan dan pelestarian pusaka sebagai strategi utama pengembangan kotanya ," ujar Sekjen 0WHCE Mr. Denis Ricard

Pihaknya juga menambahkan, pada intinya organisasi ini bisa mengasilkan generasi muda yang wajib menjaga pelestarian budaya yang merupakan modal utama pada suatau daerahnya sehingga bisa dikenal diseluruh dunia. (yande/r4)

Sabtu, 16 Maret 2019

Ida Bhatara Besakih Melasti Ke Segara Klotok, Klungkung


BLKN-News Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) nyanggre mundut pralingga Ida Bhatara turun kabeh, serangkaian upakara melasti Karya Panca Wali Krama Pura Agung Besakih, Karangasem,menuju Segara Watu Klotok Klungkung, Sabtu (2/3/2019).

Rangkaian upacara ini juga diikuti Wakil Bupati Artha Dipa, Sekda Kab.Karangasem Adnya Mulyadi dan Para kepala OPD dan ribuan pemedek.

Ida Bhatara diiring melalui areal Bukit Jambul menuju Segara Klotok dan diperkirakan sampai pada pukul 20.00 Wita,kemudian balik melalui jalur Sidemen. Selanjutnya Ida Bhatara akan simpang di Pura Penataran Klungkung kemudian ke Pura Tohjiwa Sidemen.

Dari sana Ida Bhatara akan memargi ke utara menuju Pura Puseh Tebola dan akan mererepan (menginap) semalam. Kemudian dari Pura Puseh Tebola Ida Bhatara akan mantuk ke Besakih melalui jalur selat dan akan simpang di Pura Pesimpangan Besakih, Senin (4/3/2019).

Selanjutnya , kembali dari Pura Pesimpangan akan menuju Pura Agung Besakih. Direncanakan, untuk pengayah yang mundut pralingga akan disiapkan panitia inti dari Desa Pakraman Besakih. Sedangkan Ida Bhatara Catur Lawa dan Pura Pedarman lainnya akan dipundut pengayah masing-masing.

Made

Komitmen Bupati Klungkung Terhadap Pelestarikan Bahasa


BLKN-News ■ Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Acara Penutupan bulan bahasa bali bertempat di gedung ksirarnawa, taman budaya provinsi bali pada Kamis (28/02/2019) sore.

PLT Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Putu Astawa selaku Ketua Acara Bulan Bahasa Bali melaporkan Acara Bulan Bahasa Bali ini diisi dengan berbagai lomba yang bersifat kebudayaan seperti mesatua Bali, Ngwacen lontar dan lomba lainnya. serta Acara Bulan Bahasa Bali juga diisi dengan Festival  Nyurat Lontar dan seminar dengan judul Penggunaan Bahasa, aksara, maupun aksara Bali pada era Revolusi 4.0. Pelaksanaan Acara Bulan Bahasa Bali ditingkat Provinsi sampai Desa Pakraman Se-Provinsi Bali sudah berjalan dengan baik.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan dalam sambutannya mengapresiasi masyarakat Bali dalam memeriahkan acara Bulan Bahasa Bali, yang mencirikan bahwa masyarakat bali masih melestarikan bahasa, aksara maupun sastra Bali peninggalan leluhur masyarakat Bali. Penerapan  Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali memiliki manfaat yakni menjaga, melestarikan kebudayaan yang ada diBali serta mampu membangkitkan perekonomian masyarakat Bali. Gubernur Bali I Wayan Koster juga mengapresiasi kehadiran Bupati Suwirta sebagai satu-satunya Kepala daerah yang hadir dalam acara Penutupan Bulan Bahasa Bali tersebut.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengharapkan implementasi dari kegiatan bulan Bahasa Bali ini tidak hanya dilaksanakan ketika ada acara bulan Bahasa Bali saja, tetapi dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari tentang bagaimana berbahasa dan berbusana bali pada tempatnya. Selain itu, dengan aksara, sastra dan busana bali bisa merubah prilaku kearah yang lebih baik. Sehingga Bali tetap ajeg, sejalan dengan slogan atau spirit Kabupaten Klungkung ‘Gema Santi’ atau gerakan masyarakat santun dan inovatif. “Dengan kegiatan ini bagaimana kita melestarikan adat dan budaya bali,” harapnya.

Bupati Suwirta menyampaikan terkait kehadiran di acara penutupan Acara Bulan Bahasa Bali tersebut dikarenakan sebagai wujud komitmen Bupati Klungkung terhadap melestarikan Bahasa, Sastra dan Busana adat Bali disamping untuk memperlihatkan bahwa Bupati Klungkung mendukung dalam penerapan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta dalam penyelenggaraan bulan bahasa bali.

Dalam acara penutupan diisi dengan penyerahan hadiah kepada para juara pemenang lomba-lomba yang diadakan selama kegiatan bulan Bahasa Bali berlangsung serta penyerahan Penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kepada I Made Swacana (72)  yang diserahkan Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Wakil Bupati Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan undangan terkait lainnya. Penutupan Bulan Bahasa Bali ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Wakil Bupati Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan undangan terkait lainnya. Acara penutupan dimeriahkan dengan berbagai acara hiburan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjadi Bupati satu-satunya di Provinsi Bali yang hadir dalam acara tersebut. Kabupaten Klungkung mengikuti 4 jenisperlombaan yang ada yakni, Debat Bahasa Bali, Sambramawacana, Ngewacen lontar, dan Mesatua Bali. Dalam perlombaan yang diikuti Kabupaten Klungkung mendapat juara 2 untuk ngewacen lontar dan juara 3 untuk Mesatua Bali.

Humasklk/Cok

Pemkab Klungkung Gelar Upacara Mepepada


BLKN-News Sehari sebelum Upacara Tawur Kesanga, diadakan upacara Mapepada dengan tujuan untuk menyucikan semua jenis wawalungan (hewan sarana upacara) yang bakal dipergunakan dalam upacara tawur kasanga serangkaian menjelang pelaksanaan hari Raya Nyepi tahun Caka 1941. Upacara Mepepada yang dipusatkan di Perempatan Catus Pata Perempatan Agung Kabupaten Klungkung, Selasa (5/3/2019).

Pada Upacara Mepepada kali ini, Desa Nyanggelan, Banjarangkan bertindak selaku pengrajeg (pelaksana) karya. Binatang-binatang tersebut disucikan, didoakan dan dituntun murwa daksina berputar 3 kali putaran arah jarum jam mengelilingi Patung Kanda Pat Sari dengan iringan gamelan baleganjur.

Pengenter Upacara Dewa Soma menyatakan upacara ini menggunakan berbagai jenis wawalungan dan sarana lainnya. Semua jenis wawalungan dan sarana lainnya, yang nantinya akan digunakan terlebih dahulu disucikan melalui upacara Mapepada. “Proses purwa daksina ini untuk mendoakan agar dikehidupannya yang akan datang bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Upacara Mapepada dipuput Sulinggih Ida Dalem Surya Dharma Sogata dari Puri Agung Klungkung dan dihadiri Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta dan Ny. Sri Kasta didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Dan Olahraga (Budpora) I Nyoman Mudarta, Jajaran OPD Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung, dan Masyarakat Kabupaten Klungkung serta Undangan terkait lainnya. Rls

Panen Padi Organik Bisa Diterapkan Disemua Subak di Klungkung


BLKN-News ■ Pemerintah Kabupaten Klungkung, melalui Dinas Pertanian lagi membuahkan hasil. Minggu pagi, (10/3), melakukan panen perdana padi organik demplot kajian terap dosis pupuk oragnik tehadap peningkatan provitas padi varietas inpari 43 dengan alat mesin Combain Harvaster secara Simbolis di Subak Dawan, Desa Dawan Kelod, Kecamatan Dawan.

Panen perdana tersebut, dihadiri Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta bersama Kepala Dinas Pertanian Ida Bagus Juanida, Camat Dawan A.A Gede Putra Wedana, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Bali serta krama Subak Dawan.

Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta mengaku sangat senang dan menyambut baik program ini. Wabub Kasta beharap kepada Subak Dawan dari sistem pertanian padi organik ini bisa diterapkan dan berjalan sesuai dengan apa yang pemerintah harapkan, kedepannya akan dibuat pencanangan pertanian ramah lingkungan.

"penggunaan pupuk oraganik sementara masih menjadi barang baru, para subak masih menimbang-nimbang dalam pemilihan pupuk baik oragnik maupun non organik, mudah"an dari hasil kajian ini bisa menjelaskan kepada subak hasil dari pertanian organik sangat lebih bagus dengan hasil yang lebih banyak dan menyehatkan," ujar Wabub Kasta

Sementara menurut Kepala Bidang Produksi, Wayan Sumatra mengatakan padi organik yang ia kembangkan menggunakan pupuk organik berupa pestisida nabati yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman serta Biorin yang dihasilkan dari Simantri Desa Dawan

"Pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat di buat dengan mudah menggunakan bahan yang murah, peralatan yang sederhana serta biayanya jauh lebih murah, diperkirakan 8 ton yang di hasilkan perhektar. Padi ini betul-betul organik, 100 % organik. Tidak menggunakan pupuk kimia atau insektisida sediktpun," ujar Wayan Sumatra ■ Made 

Jumat, 15 Maret 2019

Lomba Arjuna Digital 2019 di Denpasar Berlangsung Semarak


BLKN-News ■ Lomba Arjuna Digital 2019 yang dihelat oleh Paiketan Krama Bali bakal kembali digelar. Berbekal sukses menggelar Lomba Arjuna Digital 2018 lalu,  tahun ini Paiketan bekerjasama dengan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) segera menggelar Lomba Arjuna Digital 2019. Kesepakatan kerjasama dituangkan di dalam MoU yang ditandatangani oleh Ketua Umum Paiketan, Ir. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc, Ph.D dan Rektor UNHI, Prof. Dr. I Made Damriyasa, Kamis, 14 Maret 2019 bertempat di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar.

“Kami Paiketan Krama Bali dan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menyatakan sepakat untuk bekerjasama dalam kegiatan Lomba Arjuna Digital 2019” kata Agung Suryawan sebelum presentasi tentang Lomba Arjuna Digital kepada tim UNHI.  Kata Agung Suryawan, melalui Kesepakatan Kerjasama itu, pihaknya selaku Ketua Umum Paiketan Krama Bali memberikan kepercayaan penuh kepada UNHI sebagai Panitia Penyelenggara Lomba Arjuna Digital 2019. Agung Suryawan berharap, melalui bekerjasama dengan UNHI, gema Lomba Arjuna Digital akan semakin luas menyasar generasi muda mulai dari SMP hingga mahasiswa berbagai perguruan tinggi serta pemuda-pemudi Hindu.

Rektor UNHI, Prof. Dr. I Made Damriyasa didampingi oleh tim UNHI seperti W.A.Sindhu Gitananda, I Putu Darmawan, I Putu Arsa Aryawan  menerima kepercayaan tersebut untuk mengambil peran mendorong kemajuan dan kejayaan Hindu kedepan.  Prof. Damriyasa menegaskan, Lomba Arjuna Digital sejalan dengan visi dan missi UNHI. Beliau berterima kasih karena UNHI mendapat kepercayaan dari Paiketan Krama Bali untuk menyelenggarakan Lomba Arjuna Digital. “Ini adalah sebuah kepercayaan kepada UNHI sekaligus menjadi media promosi bagi UNHI agar umat Hindu semakin banyak mau kuliah di UNHI sebagai kampus “milik” umat Hindu” papar Damriyasa.

Ketua Departemen Litbang dan Information Technology Paiketan Krama Bali, I Putu Sudiarta didepan rektor UNHI dan timnya mempresentasikan hasil-hasil Lomba Arjuna Digital 2018 berupa video-video hasil karya para peserta untuk memberikan gambaran kepada tim UNHI betapa pentingnya menginspirasi mahasiswa dan generasi muda Hindu agar bangga menjadi umat Hindu.  Putu berharap, tim UNHI akan mampu menjaring peserta lebih banyak dengan pendampingan dari Paiketan Krama Bali. 

Ketua Departemen Agama Paiketan Krama Bali, Dr. Ni Kadek Surpi, S.Pt, M.Fil.H meminta agar penggunaan istilah dharma wacana tidak dikaburkan dengan dengan film pendek (YouTube Channel) yang belakangan mulai digemari masyarakat melalui media sosial. “Steering Committee Paiketan Krama Bali agar memfixed-kan konten-konten filmnya sebelum dilombakan” ujar Kadek Surpi, Ia juga berharap panitia agar menggarap acara seremonial lebih rapi. Menurut Kadek Surpi, Lomba Arjuna Digital adalah salah satu ajang edukasi bagi generasi muda Hindu dalam berorganisasi dan pemahaman tentang konten-konten ajaran Hindu sesuai selera kaum milenial (ram/r4).

■ Made Arnawa 
© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved