Kabar Jembrana

Sabtu, 01 Juni 2019

Bupati Artha Bantu Warga Lumpuh dan Fasilitasi Anaknya Sekolah

BLKNNews, Jembrana - Malang menimpa Gusti Ketut Merta saat pulang mengajar, ia tabrakan dengan sepeda motor dan mengalami benturan sehingga menyebabkan dia lumpuh sampai sekarang. Warga Banjar Brawantangi Taman, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya tersebut hanya mampu tergolek lemas di tempat tidurnya.

Mendengar salah warganya tertimpa musibah, Bupati Artha usai melaksanakan Apel Hari Lahirnya Pancasila langsung menjenguk sekaligus memberikan bantuan.

Gusti Ketut Merta dan anaknya Gusti Rizki ditemui di Berawantangi Taman, Sabtu (1/6), mengatakan dulu mereka tinggal di Singaraja di perumahan di Desa Panji.

Di Singaraja Gusti Ketut Merta menjadi guru honor. Pada 31 Desember  2011 musibah menimpa Gusti Ketut Merta saat pulang mengajar, ia mengalami tabrakan dengan sepeda motor dan mengalami benturan sehingga menyebabkan dia lumpuh sampai sekarang. Karena kondisinya dan  faktor ekonomi membuat Gusti Ketut Merta berpisah dengan istrinya yang memberinya lima anak.

“Dan dua tahun yang lalu saya pindah dari Singaraja dan tinggal di rumah adik saya dan anak saya Rizki,” ungkap Gusti Ketut Merta yang dulunya Guru Honor di sebuah sekolah swasta.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah hadir dan ikut peduli akan keadaan saya,” imbuh Gusti Merta yang sekarang sehari-harinya dirawat oleh anaknya Gusti Putu Rizki Pastika Jaya yang baru saja tamat SMP.

Bupati Artha pada kesempatan tersebut menghimbau agar aparat desa atau kelurahan lebih aktif mendata warga yang mengalami sakit, sekaligus merupakan kurang mampu.

“Hal tersebut untuk mempermudah pemberian bantuan terhadap warga” ujar Artha.

Selain itu, kepada tim kesehatan dari Puskesmas atau Puskesdes agar mendata warga sakit lumpuh seperti Gusti Ketut Merta untuk di lakukan pemeriksaan rutin minimal sebulan sekali.

Pada kesempatan itu Bupati Artha memberikan bantuan sembako, peralatan sekolah, makanan, dan uang tunai pribadi.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Artha memfasilitasi anak Gusti Ketut Merta yang baru tamat SMP untuk melanjutkan ke SMK.

“Nanti kita fasilitasi anaknya untuk mendapatkan pendidikan baik di SMK. Nantinya di sesuaikan dengan keinginannya, yang terpenting ia juga bisa sekaligus merawat orang tuanya,” ungkap Artha. [jr/r5]

Ajeg Bali, Setiap Proyek Pembangunan Diharapkan Melakukan Upacara Ngeruwak Bhuana Diakhiri Melaspas

BLKNNews, Jembrana - Jro Mangku Suardana, pemangku pura Tirtha Lan Segara Dangkahyangan Rambutsiwi senantiasa menghimbau kepada segenap pihak yang melakukan aktifitas khususnya di Pulau Dewata agar memperhatikan tatanan yang ada baik dari sisi Sekala maupun Niskala. Hal ini semata adalah untuk menjaga kelestarian dengan melakukan Ajeg Bali.

"Banyak yang bisa dilakukan dalam melaksanakan Ajeg Bali", tegas Jro Mangku

Disela-sela kesibukannya ngayah (melayani) umat sebagai pemangku Pura Dangkahyangan, Jro Mangku Suar memaparkan tentang pelaksanaan Ajeg Bali. Satu diantaranya yang kerap kali terjadi, setiap proyek yang dilakukan pihak rekanan hampir belum ada yang melakukan Ngeruak dalam setiap pembangunan. Sebagai satu diantara tokoh umat, dirinya sangat berharap setiap proyek pembangunan yang dilakukan di Bali hendaknya memenuhi sisi Ajeg Bali diantaranya dengan melakukan Ngeruak Bhuana dan diakhiri dengan Melaspas Bagunan ketika penggarapannya telah selesai.

"Upacara Pangeruak atau Ngeruwak Bhuwana adalah upacara yang dilaksanakan sebelum mulai pengerjaan bangunan baru baik rumah ataupun bangunan-bangunan lainnya termasuk diantaranya bangunan fasilitas umum ataupun membuat bangunan suci sebagai permohonan kehadapan para Bhuta Kala agar mereka tidak mengganggu, sehingga Upacara ini juga dimaksudkan sebagai upaya sistem pengamanan dari sisi alam Niskala serta permohonan izin kepada Pertiwi (Bumi)", jelasnya.

Permohonan itu disebutkan dalam sastra Hindu di Bali dapat dipersembahkan berupa Caru Eka Sata, yakni dalam tahapan Upacara membuat bangunan disebutkan dilengkapi dengan Caru Ayam Brumbun, dengan segala perlengkapannya. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan mengukur lokasi bangunan dengan ketentuan Asta Kosala, Asta Dewa, Asta Bhumi juga Asta Patali, sesuai dengan kegunaannya kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama oleh para penyungsung (pengguna) bahkan diikuti oleh para pekerja bangunan. Seusai persembahyangan kemudian semua bunga maupun kuwangen yang digunakan sarana dalam persembahyangan dikumpulkan, untuk ikut dijadikan dasar.

"Apabila unsur-unsur dimaksud telah harmonis akan dapat menimbulkan kekuatan positif. Inilah satu diantara kegiatan Ajeg Bali yang dipakemkannolrh para Leluhur Bali sehingga kita senantiasa dapat menjaga keharmonisan Bhuta Hita karena itu sangatlah penting dilakukan agar senantiasa dapat menjaga kelestarian alam supaya tetap sejahtera. Dan ssetelah rampung seluruh bangunan, barulah diakhiri dengan Upacara Melaspas yang merupakan  upacara pembersihan dan penyucian bangunan yang baru selesai dibangun atau baru dioperasionalkan", tutup Jro Mangku. (!)

Rabu, 29 Mei 2019

Libatkan 740 Personil, Polres dan Kodim Jembrana Siap Amankan Perayaan Hari Raya Idhul Fitri 1440 H

BLKNNews, Jembrana - Jelang Hari Raya Idhul Fitri 1440 H, Polres Jembrana menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung yang dipusatkan di Halaman Gedung Kesenian Bung Karno, Selasa (28/5/2019).

Apel menyambut pengamanan Idul Fitri itu, bertindak selaku inspektur upacara Kapolres Jembrana, AKBP Budi P Saragih  dan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Jefri Marsono Hanok, juga hadir Bupati Jembrana I Putu Artha.

Usai upacara, Bupati I Putu Artha minta, selama pelaksanaan hari raya Idhul Fitri 1440 ini pelayanan publik lebih ditingkatkan.

"Pelayanan kesehatan selalu menjadi prioritas bagi masyarakat. Di setiap kecamatan sudah ada Puskesmas rawat inap dan dibuka 24 jam. Meski demikian, kami minta pelayanan yang selama ini sudah baik agar lebih ditingkatkan terutama dalam hari raya Idhul Fitri ini," ungkapnya.

Bupati Artha juga menegaskan kepada pos-pos pembantu agar dapat menjamin para pemudik lebaran mendapat pelayanan kesehatan secara optimal.

"Kami sudah himbau para petugas kesehatan termasuk yang bertugas di pos-pos pembantu untuk memberikan pelayanan dengan baik. Bukan saja pelayanan kesehatan secara optimal diberikan hanya untuk hari raya ini saja, melainkan setiap hari petugas saya himbau agar selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Sementara Kapolres Jembrana, AKBP. Budi P Saragih memaparkan, dalam Operasi Ketupat agung Hari Raya Idhul Fitri ini, pihaknya akan menurunkan 740 personil, berasal dari TNI/Polri serta organisasi kepemudaan yang ikut dilibatkan.

"Kami turunkan untuk melakukan pengamanan Hari Raya ini. Di jalur Jembrana akan kita siapkan sebanyak enam  Pospam serta satu  Posko Terpadu dan satu pos pelayanan yang berlokasi diPelabuhan Gilimanuk. Seluruhnya sudah siap, baik mengamankan arus mudik dan arus balik," ujarnya.

Kapolres juga menghimbau,  para pemudik agar selalu menjaga keselamatan.

"Mudik tahun ini saya harapkan warga masyarakat selalu menjaga kehati-hatian di jalan. Taati rambu-rambu dan marka jalan, tidak usah saling mendahului karena semuanya akan  tiba di rumah.  Begitu juga saat  meninggalkan rumah agar mengecek kesiapan rumahnya, jangan sampai terjadi pencurian atau musibah kebakaran. Bisa berkordinasi dengan pos polisi terdekat  sehingga senantiasa aman sekembalinya dari mudik," pungkasnya. (eka/r4)
© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved