Kabar Jembrana

Rabu, 07 Agustus 2019

Perebutkan Piala Danrem 163/WSA, Kejurnas Grasstrack & Motocross Digelar di Sircuit Perancak

BLKNNews, Jembrana - Selama dua hari, 3-4 Agustus 2019 Kejuaraan Nasional Grasstrack dan Motocross digelar di Sirkuit Tibu Kleneng Perancak Jembrana, Bali.

Kejuaraan region 3 (Bali-NTB-NTT) putaran I ini digelar dalam rangka memperebutkan Piala Danrem 163/Wira Satya.

Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara I Putu Ana Marjana, Minggu (04/08) di sela-sela berlangsungnya kejuaraan tersebut.

Adapun kelas yang dipertandingkan dalam Kejurnas Grasstrack dan Motocross Region 3 Putaran I Tahun 2019 yaitu 7 Kelas Kejurnas dan 10 Kelas Supporting Kejurnas diantaranya, Kelas Bebek Modif 4T sampai dengan 125 cc Junior yang diikuti oleh 6 pembalap. Kelas Bebek 4T sampai dengan 125 cc Senior diikuti 9 pembalap. Kelas FFA (Bebek, Sport, Trail) sampai dengan 225 cc Pemula Bali diikuti 12 Pembalap. Kelas FFA (Bebek, Sport, Trail) sampai dengan 225 cc Pemula diikuti 11 pembalap. Kemudian Kelas Sport dan Trail sampai dengan 225 cc Senior Kejurnas diikuti 11 pembalap.

Dijelaskannya, jumlah peserta yang mengikuti Kejurnas Grasstrack dan Motocross Region 3 Putaran I Tahun 2019 ini sebanyak 50 orang pembalap yang berasal dari tiga wilayah yaitu dari Bali, NTB dan NTT.

Sementara itu Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh A.M. Suharyadi, S.I.P, M.Si., menjelaskan sangat mendukung dan menilai positif Kejurnas ini yang melibatkan berbagai pihak terkait seperti IMI, FKPPI, Korem 163/Wira Satya, Pemkab Jembrana dan juga sponsorship.

"Kejuaraan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke 74 Kemerdekaan Indonesia sekaligus perayaann Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan hal yang positif sebagai wadah bagi para generasi muda khususnya para pembalap grasstrack dan motocross untuk menyalurkan segala kemampuan dan skillnya di olahraga otomotif tersebut", ungkap Danrem.

Ditambahkan Danrem, Kejurnas ini akan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat, para pembalap dapat beradu kemampuan dan menujukkan skill untuk menuju prestasi terbaik. Lebih pentingnya lagi kegiatan ini dapat menjadi wahana untuk menghindarkan kegiatan kebut-kebutan di jalan raya dan berbagai kegiatan negatif lainnya yang rentan terjadi bagi generasi muda.

Senada Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Djefri Marsono Hanok sangat senang dan mendukung Kejurnas ini dihelat di Sirkuit Tibu Kleneng Perancak.

"Kita dari pihak Kodim 1617/Jembrana bersinergi dengan penyelenggara dan pihak lain siap mengamankan kejuaraan yang berlangsung dua hari ini", ungkap Dandim.

Baik Danrem maupun Dandim berharap kejuaraan ini dapat berlangsung aman, lancar dan sukses serta ke depannya tetap menjadi agenda tahunan yang bisa diselenggarakan lagi. (Dim 1617, @rb)

Selasa, 30 Juli 2019

Peringatan HUT Koperasi Indonesia Ke -72 Di Bumi Makepung

BLKNNews, Jembrana - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi ke-72 juga dilaksanakan di Bumi Makepung, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Kegiatan HUT Koperasi ke-72 tahun ini, di Bumi Makepung disentralkan di Mendopo Kesari jalan Udayana Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dengan tema Reformasi Total Koperasi Di Era Revolusi Industri 4.0.

HUT Koperasi ke-72 di Kabupaten Jembrana ini tampak dihadiri sekira 150 orang diantaranya Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartwan, SE. MM, Dandim 1617/Jembrana Lekol Kav Djefri Marsono Hanok, Kapolres Jembrana diwakili Waka Polres Kompol Supriadi Rahman, S.I.K, Kajari Kabupaten Jembrana Nur Elina Sari, SH. MH, - Kapolsek Negara Kompol I Ketut Maret, SH, Kadis Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan Drs. I Komang Agus Adinata, Ketua Dekopinda Kab. Jembrana I Gede Gunadnya, SH. MH, Pimpinan OPD Kab. Jembrana, Para Asisten Sekda Kab. Jembrana, Camat se-Kab. Jembrana dan Gerakan Koperasi se-Kab. Jembrana.

Kegiatan diawali dengan tarian Cempaka Putih dari SMP Negeri 4 Mendoyo, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Koperasi, Doa dan laporan Ketua Panitia serta pemberian hadiah - hadiah kepada pemenang lomba Koperasi Berprestasi tingkat Kab. Jembrana diantaranya Kopkar Tirta Amerta Jati, Kelurahan Baler Bale Agung, Koperasi LPD Catur Purusa Artha Kelurahan Dauhwaru, Koperasi Maya Manunggal, Desa Pengambengan, Koperasi KSP Satria Gana Desa Pohsanten, Koperasi KSP Wibuh Artha Desa Gumbrih, Koperasi KSU Wira Usaha Kelurahan Gilimanuk, Koperasi Bina Sejahtra Desa Pohsanten, Koperasi Panca Bakti Desa Dangin Tukadaya dan Koperasi Bina Mandiri Desa Tegalbadeng Barat.

Berikut sambutan Bupati Jembrana dibacakan oleh Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, SE. MM pada intinya menyampaikan bahwa "Sebagai wujud rasa syukur, marilah kita menghaturkan puja pengastuti dan memanjatkan doa puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), karena atas rakhmat dan karunia-Nya, kita bersama sama dapat berkumpul dalam rangka memperingati Hari Koperasi Tingkat Kabupaten ke 72 Tahun 2019. Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat Jembrana, melalui peningkatan perekonomian dan profesionalisme Sumber Daya Manusia, saya mengajak seluruh gerakan koperasi untuk melakukan reformasi total terhadap system perkoperasian yang sudah berjalan selama ini dan pemerintah Kabupaten Jembrana memberikan dukungan penuh terhadap program dan kegiatan reformasi total perkoperasian. Sejalan dengan arahan Bapak Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, bahwa tema Hari Koperasi Nasional tahun ini adalah ”Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0”, saat ini kita tengah berada pada era dimana digitalisasi mewarnai kehidupan industri yang merembet pada perilaku keseharian masyarakat. Tantangan baru yang dihadapi oleh dunia perkoperasian kita, tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi semata, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola. Insan koperasi disiapkan untuk mempunyai kreativitas dan inovasi tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya. Untuk itu koperasi sudah saatnya memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform e-commerce, aplikasi retail on-line dan pengembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya".

"Saya ingin menyampaikan esensi dari reformasi di bidang Koperasi yaitu;

Pertama, Reorientasi Koperasi, adalah merubah paradigma dari orientasi pada jumlah (Kuantitas) menjadi mutu (kualitas), sehingga kebijakan lebih diarahkan untuk memperkuat kualitas koperasi.

Kedua, Rehabilitasi Koperasi, adalah kebijakan pemerintah untuk melakukan pemutahiran data koperasi melalui system berbasis On-Iine Data System (ODS).

Ketiga, Pengembangan yaitu secara bertahap dan terukur melakukan peningkatkan dan pengembangan kelembagaan koperasi untuk mendorong menjadi koperasi yang berbasis 
anggota yang sehat, kuat dan mandiri. 

"Saya mengapreasi dan mengucapkan selamat kepada Koperasi yang Berprestasi baik di Tingkat Kabupaten, Tingkat Provinsi dan Khususnya kepada Koperasi (KUD. Catur Guna Amertha, Desa Yeh Embang Kangin) yang meraih prestasi sebagai 
Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional. Dan pada kesempatan ini saya mengucapkan Selamat Hari Koperasi yang ke-72, saya berharap Gerakan Koperasi di Kabupaten Jembrana mampu menjawab tantangan jaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Mari kita kobarkan semangat dengan menjadikan koperasi sebagai kekuatan bersama untuk memajukan pemerataan 
kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jembrana", tegas Bupati.

Selesai sambutan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Jembrana didampingi Kadis Prindag Kab. Jembrana dan hingga pukul 11.30 Wita kegiatan selesai dengan tertib, aman dan lancar. (Suar)

Rabu, 24 Juli 2019

Maknai Galungan Kuningan, Bupati Artha Ajak Perteguh Swadharma Masing-masing


BLKNNews, Jembrana - Hari Suci Galungan dan Kuningan kembali diperingati umat hindu yang jatuh pada tanggal  24 Juli 2019 & 3 Agustus 2019. Hari raya Galungan yang datang setiap enam bulan sekali ini tepatnya pada setiap Budha Kliwon Wuku Dungulan, diyakini sebagai hari kemenangan Dharma atas Adharma.

Momentum hari suci itu, Bupati Jembrana I Putu Artha bersama dengan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turut mengucapkan selamat hari raya sekaligus mengajak umat memaknai hari raya melalui pelaksanaan dharma setiap harinya.

Artha juga mengatakan Hari Raya ini merupakan momentum yang baik dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memohon  agar umat manusia dihindarkan dari bencana alam, dan segala mara bahaya.

"Patutlah kita berterima kasih dengan ketulusan atas anugerah Hyang Widhi yang diberikan kepada kita sehingga mampu merayakan Galungan dan Kuningan dengan baik serta mendoakan agar  senantiasa diberikan keselamatan, kedirgayusan, perlindungan dan tuntunan lahir bathin," kata Artha.

Lebih jauh ditambahkannya, suasana Galungan Kuningan sebagai  kemenangan Dharma melawan Adharma mampu menjadi pembimbing seluruh masyarakat khususnya di Jembrana, dalam melaksanakan swadharma masing-masing. Bupati asal Melaya ini juga mengingatkan, pengabdian dan pekerjaan yang dilakukan hendaknya tetap berlandaskan pada ajaran Dharma, kebenaran dan keikhlasan, terlebih saat merayakan hari suci seperti Galungan dan Kuningan.

Lebih jauh dari itu sejatinya peringatan Galungan Kuningan ini proses pendewasaan diri semakin baik, secara mental maupun spiritual. Semangat juang untuk tidak lelah mengabdikan diri demi kesejahteraan masyarakat Jembrana. (abhi/humas jembrana)

Pastikan Bebas Narkoba, Personel Kodim Jembrana dan Persit Jalani Tes Urine


BLKNNews, Jembrana - Kodim 1617/Jembrana melakukan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). 

Hal ini menjadi penekanan kepada seluruh Prajurit, Pegawai Negeri Sipil TNI AD serta Anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) beserta keluarganya untuk memiliki daya tangkal terhadap bahaya peredaran Narkoba di sekitar lingkungannya.

Demikian dikatakan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok, Senin (22/07), bertempat di Makodim 1617/Jembrana, Jalan Ngurah Rai135, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana dalam kegiatan Sosialisasi P4GN.

Kegiatan P4GN ini secara rutin dilaksanakan Kodim 1617/Jembrana yang dikoordinir oleh Staf Intelijen dengan tujuan mencegah peredaran gelap Narkoba di lingkungan Kodim 1617/Jembrana. Hal ini sebagai bagian untuk mencegah keterlibatan Keluarga Besar TNI terlebih saat ini Narkoba telah masuk ke berbagai kalangan termasuk baru baru ini seorang artis komedian terjerat Narkoba.

“Komitmen TNI khususnya Kodim Jembrana sudah jelas dan tegas, yaitu menyatakan perang terhadap Narkoba. terlebih saat ini ada indikasi bandar Narkoba menjadikan oknum aparat sebagai kurir dengan iming-iming yang besar maka dari itu Dandim menekankan jangan sampai anggota Kodim 1617/Jembrana terlibat atau menerima sanksi berat", tegas Dandim.

Meningkatnya daya tangkal ini sambung Dandim, diharapkan mampu melemahkan sekaligus menumpas segala aktifitas jaringan sindikat peredaran gelap Narkoba yang mencoba masuk dan merusak kehidupan masyarakat Jembrana.

Sehingga, melalui kegiatan sosialisasi P4GN ini, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk menghindari, memerangi, dan memberantas Narkoba secara bersama-sama melalui aksi nyata yang diawali dari diri pribadi, keluarga, institusi dan masyarakat menuju Indonesia yang berbudaya, berkarakter, bermartabat dan sejahtera.

Pejabat Sementara Pasi Intel Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf Nyoman Gde Andika S.H., menambahkan, sosialisasi P4GN yang diselenggarakan tiap triwulan ini dimaksudkan agar para Prajurit dan PNS serta Anggota Persit KCK mendapatkan pengetahuan dan mengetahui jenis serta golongan Narkotika dan bahaya pengguanaannya diantaranya, psikotropika dan zat adiktif (Napza) seperti, heroin, morfin, ganja, ekstasi dan jenis lainnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada seluruh anggota yang memiliki putra dan putri usia remaja agar mengawasi pergaulan mereka karena masa remaja adalah masa ingin tahu dan mencoba-coba sehingga bila salah pergaulan akan dapat merusak masa depan mereka.

Dari hasil pemeriksaan tes urine terhadap 100 orang personel yang melibatkan petugas Analis Laboratorium RSUD Negara yang dipimpin dr. Dedy Kusnawan bersama seorang stafnya, bersyukur dalam pemeriksaan urine tersebut tidak ditemukan indikasi keterlibatan Prajurit, PNS maupun anggota Persit KCK dalam penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Kodim 1617/Jembrana. (dim1617, @rb)

Senin, 15 Juli 2019

Dandim dan Kadistan Kabupaten Jembrana Pantau Kekeringan di Subak Manistutu

BLKNNews, Jembrana - Program Pemerintah melalui Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD) dalam upaya khusus pengembangan pertanian khususnya persawahan dimana program ini terus bergulir dalam mewujudkan program swsembada pangan masyarakat Indonesia khususnya juga bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Bumi Makepung sebagai bagian teritorial Kodim 1617/Jembrana.

Bersumber dari program inilah yang mendorong Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok terjun langsung memantau lokasi areal persawahan Subak Manistutu Barat, Banjar Ketiman, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana yang saat sekarang kondisinya tidak mendapat pasokan air akibat adanya musim kemarau yang cukup panjang.

Mencermati hal tersebut serta melihat peran kelompok tani dengan aparat Babinsa setempat, Dandim juga dapat memahami kesulitan yang dialami oleh para petani sehingga kedepannya dapat dicarikan solusi dan diberikan kemudahan guna mengoptimalkan kembali program pertanian dan pencapaian hasil yang selama ini berhasil dengan baik.

Dandim mengatakan, dalam pertemuannya di Kementerian Pertanian bahwa akan didukung sumur bor kepada para kelompok tani ataupun petani yang sawahnya tidak mendapat pasokan air dari sumber mata air termasuk Subak yang ada di Kabupaten Jembrana yaitu Subak Manistutu Barat sehingga tidak lagi kita melihat di lapangan dampak dari kekeringan yang sangat berefek pada gagal saat musim panen padi.

"Setiap Subak yang membutuhkan sumur bor akan didukung", ungkap Dandm DJefri, Jumat (12/07) kemarin di lokasi Subak Manistutu.

Untuk di ketahui hampir 48 persen tanaman padi yang ada di Kabupaten Jembrana pada tahun 2019 ini terancam kekeringan akibat musim kemarau yang terjadi sampai saat ini.

Prediksi petani awalnya tidak seperti ini contohnya seperti di Subak Manistutu Barat ini, di awal memang cukup air tetapi tanpa diantisipasi ternyata selama 2 bulan terakhir ya kondisi seperti ini dari 6.200 Hektar dan 147 Hektar itu terancam kekeringan dan khusus untuk di Subak Manistutu Barat ini seperti tadi disampaikan bahwa ada 30 hektar yang terancam gagal panen, tetapi separuhnya sudah tidak bisa kita selamatkan.

Dandim juga akan mengadakan Satgas Patroli yang melibatkan Babinsa sebagai ujung tombak untuk memantau lahan persawahan yang dilanda kekeringan khususnya di wilayah Jembrana sehingga bencana kekeringan akan cepat ditangani.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir pula Kadis Pertanian dan Pangan Pemerintah Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama, yang berharap ke depan bantuan-bantuan yang akan diberikan ini dapat berjalan efektif dan efisien.

"Kadang-kadang pemahaman petani kita kaitannya dengan bantuan seperti sumur bor ini dianggap sebagai sumber pengairan utama, padahal harapan kita sebetulnya hanya sebagai bantuan pendukung saja di saat-saat dibutuhkan", ungkap I Wayan Sutama.

Dalam kesempatan ini juga Dandim menyampaikan Indonesia sebagai negara agraris wajar saja apabila mempunyai cita-cita menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2050.

Menurut Dandim, untuk mendapatkan pencapaian tersebut kita harus mempunyai modal besar, tekad dan sarana penunjang serta para petani yang profesional. Salah satu persyaratan untuk mencapai lumbung pangan dunia adalah dengan meningkatkan LTT (luas tambah tanam) secara nasional sehingga bisa mencapai target 1juta ton per tahunnya. (Dim1617, @rb)

Sabtu, 01 Juni 2019

Bupati Artha Bantu Warga Lumpuh dan Fasilitasi Anaknya Sekolah

BLKNNews, Jembrana - Malang menimpa Gusti Ketut Merta saat pulang mengajar, ia tabrakan dengan sepeda motor dan mengalami benturan sehingga menyebabkan dia lumpuh sampai sekarang. Warga Banjar Brawantangi Taman, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya tersebut hanya mampu tergolek lemas di tempat tidurnya.

Mendengar salah warganya tertimpa musibah, Bupati Artha usai melaksanakan Apel Hari Lahirnya Pancasila langsung menjenguk sekaligus memberikan bantuan.

Gusti Ketut Merta dan anaknya Gusti Rizki ditemui di Berawantangi Taman, Sabtu (1/6), mengatakan dulu mereka tinggal di Singaraja di perumahan di Desa Panji.

Di Singaraja Gusti Ketut Merta menjadi guru honor. Pada 31 Desember  2011 musibah menimpa Gusti Ketut Merta saat pulang mengajar, ia mengalami tabrakan dengan sepeda motor dan mengalami benturan sehingga menyebabkan dia lumpuh sampai sekarang. Karena kondisinya dan  faktor ekonomi membuat Gusti Ketut Merta berpisah dengan istrinya yang memberinya lima anak.

“Dan dua tahun yang lalu saya pindah dari Singaraja dan tinggal di rumah adik saya dan anak saya Rizki,” ungkap Gusti Ketut Merta yang dulunya Guru Honor di sebuah sekolah swasta.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah hadir dan ikut peduli akan keadaan saya,” imbuh Gusti Merta yang sekarang sehari-harinya dirawat oleh anaknya Gusti Putu Rizki Pastika Jaya yang baru saja tamat SMP.

Bupati Artha pada kesempatan tersebut menghimbau agar aparat desa atau kelurahan lebih aktif mendata warga yang mengalami sakit, sekaligus merupakan kurang mampu.

“Hal tersebut untuk mempermudah pemberian bantuan terhadap warga” ujar Artha.

Selain itu, kepada tim kesehatan dari Puskesmas atau Puskesdes agar mendata warga sakit lumpuh seperti Gusti Ketut Merta untuk di lakukan pemeriksaan rutin minimal sebulan sekali.

Pada kesempatan itu Bupati Artha memberikan bantuan sembako, peralatan sekolah, makanan, dan uang tunai pribadi.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Artha memfasilitasi anak Gusti Ketut Merta yang baru tamat SMP untuk melanjutkan ke SMK.

“Nanti kita fasilitasi anaknya untuk mendapatkan pendidikan baik di SMK. Nantinya di sesuaikan dengan keinginannya, yang terpenting ia juga bisa sekaligus merawat orang tuanya,” ungkap Artha. [jr/r5]

Ajeg Bali, Setiap Proyek Pembangunan Diharapkan Melakukan Upacara Ngeruwak Bhuana Diakhiri Melaspas

BLKNNews, Jembrana - Jro Mangku Suardana, pemangku pura Tirtha Lan Segara Dangkahyangan Rambutsiwi senantiasa menghimbau kepada segenap pihak yang melakukan aktifitas khususnya di Pulau Dewata agar memperhatikan tatanan yang ada baik dari sisi Sekala maupun Niskala. Hal ini semata adalah untuk menjaga kelestarian dengan melakukan Ajeg Bali.

"Banyak yang bisa dilakukan dalam melaksanakan Ajeg Bali", tegas Jro Mangku

Disela-sela kesibukannya ngayah (melayani) umat sebagai pemangku Pura Dangkahyangan, Jro Mangku Suar memaparkan tentang pelaksanaan Ajeg Bali. Satu diantaranya yang kerap kali terjadi, setiap proyek yang dilakukan pihak rekanan hampir belum ada yang melakukan Ngeruak dalam setiap pembangunan. Sebagai satu diantara tokoh umat, dirinya sangat berharap setiap proyek pembangunan yang dilakukan di Bali hendaknya memenuhi sisi Ajeg Bali diantaranya dengan melakukan Ngeruak Bhuana dan diakhiri dengan Melaspas Bagunan ketika penggarapannya telah selesai.

"Upacara Pangeruak atau Ngeruwak Bhuwana adalah upacara yang dilaksanakan sebelum mulai pengerjaan bangunan baru baik rumah ataupun bangunan-bangunan lainnya termasuk diantaranya bangunan fasilitas umum ataupun membuat bangunan suci sebagai permohonan kehadapan para Bhuta Kala agar mereka tidak mengganggu, sehingga Upacara ini juga dimaksudkan sebagai upaya sistem pengamanan dari sisi alam Niskala serta permohonan izin kepada Pertiwi (Bumi)", jelasnya.

Permohonan itu disebutkan dalam sastra Hindu di Bali dapat dipersembahkan berupa Caru Eka Sata, yakni dalam tahapan Upacara membuat bangunan disebutkan dilengkapi dengan Caru Ayam Brumbun, dengan segala perlengkapannya. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan mengukur lokasi bangunan dengan ketentuan Asta Kosala, Asta Dewa, Asta Bhumi juga Asta Patali, sesuai dengan kegunaannya kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama oleh para penyungsung (pengguna) bahkan diikuti oleh para pekerja bangunan. Seusai persembahyangan kemudian semua bunga maupun kuwangen yang digunakan sarana dalam persembahyangan dikumpulkan, untuk ikut dijadikan dasar.

"Apabila unsur-unsur dimaksud telah harmonis akan dapat menimbulkan kekuatan positif. Inilah satu diantara kegiatan Ajeg Bali yang dipakemkannolrh para Leluhur Bali sehingga kita senantiasa dapat menjaga keharmonisan Bhuta Hita karena itu sangatlah penting dilakukan agar senantiasa dapat menjaga kelestarian alam supaya tetap sejahtera. Dan ssetelah rampung seluruh bangunan, barulah diakhiri dengan Upacara Melaspas yang merupakan  upacara pembersihan dan penyucian bangunan yang baru selesai dibangun atau baru dioperasionalkan", tutup Jro Mangku. (!)

Rabu, 29 Mei 2019

Libatkan 740 Personil, Polres dan Kodim Jembrana Siap Amankan Perayaan Hari Raya Idhul Fitri 1440 H

BLKNNews, Jembrana - Jelang Hari Raya Idhul Fitri 1440 H, Polres Jembrana menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung yang dipusatkan di Halaman Gedung Kesenian Bung Karno, Selasa (28/5/2019).

Apel menyambut pengamanan Idul Fitri itu, bertindak selaku inspektur upacara Kapolres Jembrana, AKBP Budi P Saragih  dan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Jefri Marsono Hanok, juga hadir Bupati Jembrana I Putu Artha.

Usai upacara, Bupati I Putu Artha minta, selama pelaksanaan hari raya Idhul Fitri 1440 ini pelayanan publik lebih ditingkatkan.

"Pelayanan kesehatan selalu menjadi prioritas bagi masyarakat. Di setiap kecamatan sudah ada Puskesmas rawat inap dan dibuka 24 jam. Meski demikian, kami minta pelayanan yang selama ini sudah baik agar lebih ditingkatkan terutama dalam hari raya Idhul Fitri ini," ungkapnya.

Bupati Artha juga menegaskan kepada pos-pos pembantu agar dapat menjamin para pemudik lebaran mendapat pelayanan kesehatan secara optimal.

"Kami sudah himbau para petugas kesehatan termasuk yang bertugas di pos-pos pembantu untuk memberikan pelayanan dengan baik. Bukan saja pelayanan kesehatan secara optimal diberikan hanya untuk hari raya ini saja, melainkan setiap hari petugas saya himbau agar selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Sementara Kapolres Jembrana, AKBP. Budi P Saragih memaparkan, dalam Operasi Ketupat agung Hari Raya Idhul Fitri ini, pihaknya akan menurunkan 740 personil, berasal dari TNI/Polri serta organisasi kepemudaan yang ikut dilibatkan.

"Kami turunkan untuk melakukan pengamanan Hari Raya ini. Di jalur Jembrana akan kita siapkan sebanyak enam  Pospam serta satu  Posko Terpadu dan satu pos pelayanan yang berlokasi diPelabuhan Gilimanuk. Seluruhnya sudah siap, baik mengamankan arus mudik dan arus balik," ujarnya.

Kapolres juga menghimbau,  para pemudik agar selalu menjaga keselamatan.

"Mudik tahun ini saya harapkan warga masyarakat selalu menjaga kehati-hatian di jalan. Taati rambu-rambu dan marka jalan, tidak usah saling mendahului karena semuanya akan  tiba di rumah.  Begitu juga saat  meninggalkan rumah agar mengecek kesiapan rumahnya, jangan sampai terjadi pencurian atau musibah kebakaran. Bisa berkordinasi dengan pos polisi terdekat  sehingga senantiasa aman sekembalinya dari mudik," pungkasnya. (eka/r4)
© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved