Kabar Denpasar

Rabu, 17 Juli 2019

Kodam IX/Udayana Gelar Udayana Run 5K dan 10K di Kuta Beach, Bali

BLKNNews, Denpasar - Kodam IX/Udayana akan menggelar kegiatan Udayana Run 5K dan 10K dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan rangkaian peringatan HUT ke-62 Kodam IX/Udayana, yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2019 mendatang, bertempat di area Kuta Beach, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Demikian disampaikan Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., dalam siaran persnya di Makodam IX/Udayana pada Selasa (16/7).

Lebih lanjut dikatakan, bahwa mementum ini digunakan sebagai upaya memberikan kontribusi positif dalam rangka meningkatkan pariwisata di Bali. Selain itu juga, untuk memotivasi dan membudayakan hidup sehat khususnya kepada generasi muda serta masyarakat luas sebagai modal utama untuk mengisi pembangunan Nasional dengan baik.

Lomba lari yang bertajuk “Udayana Run 5K dan 10K”, terbagi menjadi beberapa kategori peserta yaitu kategori untuk Umum, TNI, Polri dan Pelajar, serta berhadiah total sebesar Rp. 200.000.000,-. Untuk 150 orang Finisher pertama pada tiap-tiap kategori nomor/jarak lomba akan diberikan medali dari Pangdam IX/Udayana dan Doorprice berupa 5 unit Sepeda Motor, 7 unit Sepeda Gunung serta puluhan hadiah menarik lainnya, demikian tambah Kapendam.

Mengakhiri siaran persnya, Kapendam IX/Udayana mengatakan bahwa pendaftaran untuk kegiatan Udayana Run telah dibuka pada tanggal 16 Juli 2019 s.d 15 Agustus 2019, dengan biaya pendaftaran untuk 5K sebesar Rp. 75.000,- dan 10K sebesar Rp. 100.000,-. Pendaftaran dapat dilakukan di Kantor Jasdam IX/Udayana, Korem 163/Wira Satya, Spers Kodam IX/Udayana, dan seluruh Kodim Jajaran Kodam IX/Udayana. Contact person Panitia silahkan hubungi 081236918941 dan 081238440948. (PenUdy, @rb)

Walikota Rai Mantra Ikuti Rangkaian Piodalan Di Pura Pengubengan Besakih

BLKNNews, Denpasar - Bertepatan dengan Rahina Purnama Kasa, Selasa (16/7) Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara serta perwakilan sejumlah OPD dilingkungan Pemkot Denpasar lainnya mengikuti serangkaian upacara Piodalan Pura Pengubengan Besakih yang dilaksanakan rutin tiap tahunnya di Pura setempat.

Pura Pengubengan ini merupakan salah satu pura yang di empon  oleh Pemerintah Kota Denpasar, dimana di Pura Pengubengan ini berdiri pelinggih Pesamuhan Bhatara Kabeh yang merupakan rangkaian sebelum Bhatara Turun Kabeh di Penataran Agung.

Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra berkesempatan Nedunang Ida Bhatara Naga Tat Saka Malinggih di Meru Tumpang Solas di Pura Pengubengan Besakih. “Dengan selalu memohon petunjuk kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dari pelaksanaan upacara ini mampu memantapkan Sradha Bhakti umat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari” ujar Rai Mantra.

Di tempat yang sama, Pemangku Pura Pengubengan Jro Mangku Nyoman Artawan menjelaskan rangkaian Piodalan di Pura Pengubengan Besakih pada Selasa (16/7) diisi dengan upacara Nedun Ida Bhatara Naga Tat Saka Malinggih di Meru Tumpang Solas serta Pujawali dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manu Singa Raga dari Gria Taman Sari Sangkan Gunung Muncan.

"Adapun rentetan upacaranya dimulai dengan Nedunang Ida Bhatara, Metik- metik dan Ngiasin (Merias) dilanjutkan dengan Ngelinggihang di Meru Tumpang Solas dan setelah Ida Bhatara melinggih, semua umat melaksanakan pemuspan” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, rangkaian Piodalan dimulai sejak 13 Juli 2019 lalu dengan upacara Mendak Tirta dan Ngaci. Sedangkan pada Rabu (17/7) hingga tiga hari kedepannya dilaksanakan dilaksanakan Bhakti Penganyar dan Nyineb Karya.

"Selaku salah satu pengempon pura, saya ucapkan terimakasih banyak kepada Pemkot Denpasar yang selalu memberikan perhatiannya setiap pelaksanaan pujawali di Pura Pangubengan ini dan saya berharap jalinan ini akan terus terlaksana agar terciptanya keharmonisan di antara pengempon pura," pungkas Jro Mangku Artawan.(esa/r4)

Rai Mantra Hadiri Upacara Melaspas Di Tanjungbungkak dan Banjar Kertalangu

BLKNNews, Denpasar - Pelaksanaan upacara adat dan agama Hindu di Kota Denpasar secara bersamaan dilaksanakan pada Purnama Kasa, Selasa (16/7). Melaspas nuntun lan Mendem Pedagingan, Kori Agung, Aling- Aling, Bale Kulkul, Pererepan lan Pelinggih Pengayatan ring Pura Dalem dan Desa Tanjung Sari. Disamping itu juga upacara Melaspas Bale Banjar Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur. Kedua pelaksanaan upacara ini dihadiri langsung Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra serta Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

Tampak dalam pelaksanaan upacara tersebut sejak pagi terlihat warga desa dan banjar setempat telah bersiap melaksanakan upacara Melaspas. Kehadiran Walikota Rai Mantra disambut warga desa dan banjar setempat. Di Pura Dalem/Desa  Tanjungbungkak Walikota Rai Mantra turut membuka selubung  prasasti di palinggih Pelinggih Pengayatan di  Pura Dalem Tanjung Sari. Sementara di Banjar Kertalangu Kesiman, Walikota Rai Mantra berkesempatan menandatangani prasasti.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan bahwa pelaksanaan karya di Parahyangan Pura Dalem dan Desa Tanjung Sari  ini merupakan wujud bhakti umat yang dalam hal ini adalah Krama Desa terhadap Ida Bhatara. Sehingga pelaksanaan yadnya ini dapat menjadi momentum atau sebagai ajang mulatsarira serta meningkatkan sradha dan bhakti umat dalam menjalankan swadarma.

“Rasa menyamabraya umat Hindu harus kita pupuk, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat terus kita laksanakan guna meningkatkan sradha dan bhakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta, serta dapat memancarkan energi Dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan dan menetralisir hal- hal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya” jelasnya.

Prawartaka Karya, I Nyoman Widartha  didampingi Prajuru Pura Tanjung Sari menjelaskan bahwa karya ini dilaksanakan setelah seluruh pengerjaan fisik renovasi pura rampung. Dimana, rangkaian karya hanya sehari   dimulai sejak Pagi yang diawali Pemujaan Oleh Ida Sulinggih eedan karya Pemelaspas dilanjutkan Mendem Pedagingan, Nuntun, Muspa dan pelaksana penyineban.

“Karya ini kami laksanakan sebagai wujud bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk memohon anugerah kesejahteraan dan kedamaian umat,” jelas Nyoman Widartha.

Sementara I.B Bima Putra Kelihan Banjar Kesiman Kertalangu mengatakan jumlah warga 500 KK dengan pelaksanaan upacara ini dilakukan secara swadaya dan juga dukungan dari Pemkot Denpasar. Pelaksanaan Pemelaspasan dipuput Ida Pedanda Gede Made Buruan Gria Ulon Jungutan. “Semoga dari pelaksanaan upacara ini dapat mempererat rasa menyama braya warga banjar,” ujarnya. (Gus/r5)

Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar Sambangi Desa Kesiman Kertalangu

BLKNNews, Denpasar - Dalam rangka memonitoring perkembangan desa dan meningkatkan pelayanan publik  di Kota Denpasar,  Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar sambangi Desa Kesiman Kertalangu sebagai salah satu nominasi dari Kecamatan Denpasar Timur.  Penilaian ini dilaksanakan di Taman Budaya Kertalangu, Senin (15 Juli).  Hadir dalam kesempatan tersebut , mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar,Ida Bagus Alit Wiradana turut hadir Wakil Ketua Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny.Antari Jaya Negara dan Ketua Tim Penilai Made Sumarsana, yang disambut hangat oleh Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena.

Berdasarkan pemaparam Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena, Desa Kesiman Kertalangu telah melaksanakan berbagai inovasi,  diantaranya menghadirkan program digital desa yang diberi nama "SIKEKAL" (Sistem Informasi Kertalangu), platform Log book untuk menilai kinerja dan prestasi pegawai, 
diterbitkannya Mai Made (Majalah Informasi Masyarakat Desa) yang memberikan informasi kegiatan desa satu th anggaran. Selain itu upaya pemerdayaan desa juga gencar dilakukan seperti menata joging track eko wisata subak padang galak, dan pemanfaatan bumdes yaitu pengembangan sumber air Tirta Lepang yang dijadikan air minum kemasan dan inovasi lainnya.  
"Tentu beragam inovasi ini kami lakukan atas sinergi dan kerjasama dari seluruh aparatur desa dan masyarakat," ungkapnya.  
Lebih lanjut pihaknya menyampaikan,  bahwa Desa Budaya Kertalangu juga menjadi objek wisata budaya yang terus akan dikembangkan, termasuk kedepan pengembangan objek wisata berkuda di Br. Tangtu.

Menurut ketua tim penilai,  Made Sumarsana sebelumnya sudah dilakukan pembinaan 3 bidang pemerintahan,  kewilayahan dan kemasyarakatan sebelum dilaksanakan penilaian presentasi program dan tinjauan ini secara langsung. Mari kita berdayakan masyarakat untuk menyukseskan pembangunan desa di Kota Denpasar.  

Sementara itu,  Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan bahwa inovasi-inovasi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat wajib dilakukan.  

Penilaian dalam suatu lomba  tidak hanya sekedar mencari juara semata tetapi merupakan ajang evaluasi terhadap kreativitas, inovasi, aparat desa dan seluruh komponen masyarakatnya dalam proses memberikan pelayanan publik yang maksimal.   

Saya harapkan penilaian ini dilaksanakan secara objektif, dan yang terpenting adalah penilaian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatakan pelayanan dan harapannya dapat mewujudkan visi misi denpasar (Dev/r4)

Dandim Badung : Kita Punya Perekat Bangsa "Pancasila"

BLKNNews, Denpasar - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS di sekolah menengah atas (SMA) ataupun sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Denpasar di mulai hari ini, Senin (15/07/2019) dengan berbagai kegiatan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) masing masing.

Untuk SMA Negeri 2 Denpasar, kegiatan MPLS juga mulai dilaksanakan hari ini (15/07, red), salah satunya diisi dengan kegiatan wawasan kebangsaan oleh Dandim 1611/Badung dengan tema "Menjiwai Pancasila Dalam Rumah Indonesia".

Dalam paparannya Letkol Inf Handoko Yudho Wibowo, S.E., menyampaikan, zaman dulu wilayah Nusantara ini memiliki raja-raja yang hebat di antaranya pada abad ke 7 berdirinya Kerajaan Sriwijaya, dengan masa kejayaannya pada tahun 812-824 Masehi yang dipimpin oleh Balaputradewa dengan wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, Malaysia, Thailand, Kamboja dan Vietnam namun kehancurannya di akibatkan oleh pemberontakan yang terjadi di kerajaan dalam wilayah kekuasaannya yang dilakukan oleh Raja Colomandala dari negeri Melayu.

Selanjutnya pada tahun 1293 berdirilah Kerajaan Majapahit dan puncak kejayaannya pada pada tahun 1350-1389 Masehi yang dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk dengan Maha Patihnya Gajah Mada. Wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Nusantara dan Asia Tenggara, namun kerajaan tersebut hancur akibat terjadinya perang saudara di dalam wilayah kekuasannya kerajaan itu sendiri yang dikenal dengan Perang Paregreg.

Dua kerajaan besar Nusantara yang sangat termasyur di jamannya tersebut, Sriwijaya dan Majapahit hancur karena selalu ribut sendiri tidak bisa bersatu. Setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit berdirilah kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar di seluruh Nusantara.

Pada tahun 1512 bangsa Eropa masuk ke wilayah Nusantara untuk melakukan perdagangan di antaranya Bangsa Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda. Dalam perjalanannya mereka ingin menguasai wilayah Nusantara yang banyak menghasilkan rempah-rempah. Selanjutnya terjadilah perlawanan oleh raja-raja yang bersifat kedaerahan selama kurang lebih 300 tahun. Perlawanan kedaerahan pun terjadi yang dilakukan oleh Cut Nyak Dien, Sisingamangaraja dan Iman Bonjol di Sumatera, Pangeran Diponogoro di Jawa, Pangeran Antasari di Kalimantan, Sultan Hasanuddin di Sulawesi dan Patimura di Maluku. sedangkan di Bali Nusra dilakukan Patih Jelantik, NTB oleh Sultan Salahudin dan NTT oleh Izak Huru Doko. Namun semua perang atau perlawanan yang bersifat kedaerahan tersebut tidak berhasil mengusir penjajah dari wilayah Nusantara.

Hal tersebut membuat mata dan pikiran para pemuda-pemuda yang berada di wilayah Nusantara untuk bersatu dengan mendirikan organisasi kepemudaan yang bernama Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang dikenal dengan kebangkitan nasional. Gerakan kebangkitan nasional ini adalah untuk mewujudkan kesepakatan jiwa dalam kebersamaan dalam persatuan dan dalam senasib seperjuangan sehingga melahirkan kesadaran dan tekad untuk bersatu. Hanya membutuhkan waktu 20 tahun saja maka lahirlah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 oktober 1928.

Sumpah Pemuda diprakarsai oleh pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan, seperti Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Celebes, Jong Ambon dan yang lainnya, dengan melahirkan tekad untuk berbangsa, bertanah air dan berbahasa satu yaitu "Indonesia".

Lahirnya Sumpah Pemuda sebagai awal terwujudnya tekad perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah sehingga timbul semangat juang dengan Motto "Merdeka atau Mati". Kebersamaan dalam perjuangan dan percaya pada kemampuan sendiri dan hanya dengan waktu 17 tahun Negara Republik Indonesia akhirnya diploklamirkan. Perjuangan yang bersifat nasional tersebut pada puncaknya melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Atas berkat rahmat Allah kita mampu merebut kemerdekaan bumi pertiwi yang berdasarkan Pancasila.

Jika kita bersatu padu, bergotong royong, satukan tekad dan semangat, banyak hal yang bisa kita raih yaitu menghancurkan penjajah yang ratusan tahun telah menjajah kita dan meraih kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju masyarakat adil dan makmur.

Seiring dengan perjalanan waktu dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini dirongrong oleh berbagai gangguan baik dari dalam maupun luar negeri. Dari Luar negeri berupa agresi militer Belanda yang dibantu oleh Sekutu, dari dalam negeri berupa pemberontakan PKI Madiun, PRRI/PERMESTA, DI/TII, RMS dan G 30 S PKI, namun dengan semangat persatuan dan kesatuan NKRI tetap berdiri tegak yang berideologikan Pancasila sebagai dasar negara.

Kepada adik-adik saya, kita punya peluang untuk maju dengan dasar jangan sampai kita hancur karena masalah moralitas, sumber daya harus didayagunakan dengan cara yang benar, contohnya negara Jepang di mana negara matahari terbit tersebut mempunyai area yang sangat terbatas daratannya 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk pertanian dan peternakan tetapi saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia. 80 % mobil yang berjalan di dunia adalah buatan Jepang. Setelah dipelajari Jepang bisa maju karena membiasakan hidup disiplin, mengembangkan mental, melatih tanggung jawab, membiasakan hidup dengan aturan.

Sekarang para peserta MPLS telah mengetahui kita punya semua potensi untuk maju, sikap dan mental seperti apa yang bisa
mendukung kita menjadi bangsa yang maju. Sebagai penerus bangsa, sudah semestinya harus bersyukur memiliki kekuatan besar yaitu "Pancasila".

Pancasila sebagai perekat bangsa untuk menuju manusia Indonesia yang bermoral, di mana dalam setiap silanya telah tertuang mulai dari cara beragama tertuang dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, berinterkasi dengan sesama manusia tertuang pada sila kedua Kemanusian Yang Adil Dan Beradab, cara bernegara tertuang pada sila ketiga Persatuan Indonesia, cara berdemokrasi tertuang dalam sila keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan) dan guna mencapai tujuan nasional telah tertuang pada sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)

Saya harapkan kepada adik-adik peserta MPLS agar dalam pengamalan kelima sila Pancasila tersebut selalu menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama, dengan mengakui persamaan hak, derajat dan kewajiban masing masing, memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berbhinneka tunggal Ika, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama dan mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan suasana kekeluargaan dan gotong royong

Saya ingatkan kembali marilah kita sebagai generasi penerus peduli terhadap bangsa ini maka dengan peduli akan bangsa ini kita akan bisa menjawab dan menghadapi tantangan zaman dengan berbagai bentuk ancaman dan cobaan "Jaga ke Indonesian kita dengan tidak menghilangkan hal fundamental yang terbaik dari bangsa kita yaitu Pancasila, kebhinekaan, semangat persatuan, toleransi kesantunan pluralisme dan kemanusiaan di mana hal inilah yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Sementara itu pihak SMA Negeri 2 Denpasar yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Made Oka Satria mengucapkan terima kasih atas apa yang dipaparkan oleh Dandim 1611/Badung.

Menurutnya kegiatan wawasan kebangsaan tersebut dapat menambah pengetahuan dan kecintaan kita kepada bangsa dan negara, terutama untuk peserta masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di 
sekolah SMAN 2 Denpasar sehingg dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. (PenUdy, @rb)

Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar Sambangi Desa Kesiman Kertalangu

BLKNNews, Denpasar - Dalam rangka memonitoring perkembangan desa dan meningkatkan pelayanan publik  di Kota Denpasar,  Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar sambangi Desa Kesiman Kertalangu sebagai salah satu nominasi dari Kecamatan Denpasar Timur.  Penilaian ini dilaksanakan di Taman Budaya Kertalangu, Senin (15 Juli).  Hadir dalam kesempatan tersebut , mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar,Ida Bagus Alit Wiradana turut hadir Wakil Ketua Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny.Antari Jaya Negara dan Ketua Tim Penilai Made Sumarsana, yang disambut hangat oleh Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena.

Berdasarkan pemaparam Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena, Desa Kesiman Kertalangu telah melaksanakan berbagai inovasi,  diantaranya menghadirkan program digital desa yang diberi nama "SIKEKAL" (Sistem Informasi Kertalangu), platform Log book untuk menilai kinerja dan prestasi pegawai, 
diterbitkannya Mai Made (Majalah Informasi Masyarakat Desa) yang memberikan informasi kegiatan desa satu th anggaran. Selain itu upaya pemerdayaan desa juga gencar dilakukan seperti menata joging track eko wisata subak padang galak, dan pemanfaatan bumdes yaitu pengembangan sumber air Tirta Lepang yang dijadikan air minum kemasan dan inovasi lainnya.  
"Tentu beragam inovasi ini kami lakukan atas sinergi dan kerjasama dari seluruh aparatur desa dan masyarakat," ungkapnya.  
Lebih lanjut pihaknya menyampaikan,  bahwa Desa Budaya Kertalangu juga menjadi objek wisata budaya yang terus akan dikembangkan, termasuk kedepan pengembangan objek wisata berkuda di Br. Tangtu.

Menurut ketua tim penilai,  Made Sumarsana sebelumnya sudah dilakukan pembinaan 3 bidang pemerintahan,  kewilayahan dan kemasyarakatan sebelum dilaksanakan penilaian presentasi program dan tinjauan ini secara langsung. Mari kita berdayakan masyarakat untuk menyukseskan pembangunan desa di Kota Denpasar.  

Sementara itu,  Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan bahwa inovasi-inovasi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat wajib dilakukan.  

Penilaian dalam suatu lomba  tidak hanya sekedar mencari juara semata tetapi merupakan ajang evaluasi terhadap kreativitas, inovasi, aparat desa dan seluruh komponen masyarakatnya dalam proses memberikan pelayanan publik yang maksimal.   

Saya harapkan penilaian ini dilaksanakan secara objektif, dan yang terpenting adalah penilaian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatakan pelayanan dan harapannya dapat mewujudkan visi misi denpasar (Dev/r4)

Rai Mantra Rangkul Insan Kreatif, Gali Potensi Kota Tua Gajah Mada

BLKNNews, Denpasar - Jalan Gajah Mada Denpasar menjadi kawasan wisata kota tua yang dimiliki Kota Denpasar. Sebagai pusat perdagangan dengan keberadaan pasar terbesar yakni Pasar Badung serta didukung dengan gedung-gedung tua dikawasan jalan Gajah Mada, jalan Kartini dan sekitarnya. Walaupun saat ini telah dilakukan beberapa renovasi gedung, tetapi suasana Jalan Gajah Mada tetap menyimpan kenangan sebuah kota tua yang hidup sejak zaman dahulu. Rancangan bangunan khas Bali di kawasan Jalan Gajah Mada masih kental terasa. Pemerintah Kota Denpasar sejak Tahun 2008 lalu telah memasang tulisan kawasan heritage Jalan Gajah Mada sebagai petanda bahwa kawasan ini memiliki sejarah dan harus tetap dijaga dan dilestarikan

“Beberapa kawasan wisata kota Denpasar tampak telah ramai dikunjungi meliputi Sanur, dan kini akan kita hidupkan kembali dengan revitalisasi kawasan Jalan Gajah Mada yang merangkul insan kreatif Denpasar,’’ ujar Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat bertatap muka dengan insan kreatif Denpasar, Jumat malam lalu (12/7) di Warung Bendega Renon Denpasar.

Acara yang dikemas oleh Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar bersama Dinas Pariwisata Kota Denpasar ini dihadiri ratusan insan muda meliputi, Sekaa Teruna dari banjar yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada, musisi, kreator, hingga akademisi. Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra juga menyerahkan Surat Keputusan kepada kepengurusan Bkarf Denpasar yang dapat mengakomodir insan muda di Kota Denpasar.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan kawasan Gajah Mada menyimpan penuh kenangan wisata kota tua yang pernah jaya dimasanya. Sehingga melalui pertemuan ini kami mengajak insan kreatif Denpasar untuk bersama-sama melakukan gagasan dan ide kreatif yang akan dilakukan revitalisasi kawasan Jalan Gajah Mada oleh Pemkot Denpasar. Dibutuhkan keterlibatan insan kreatif Denpasar seperti musisi, penggiat kuliner, arsitektur, hingga kreator-kreator yang telah banyak memberikan kontribusi kepada Kota Denpasar. Seperti halnya kawasan Gang Beji sebagai kawasan kuliner khas Nasi Jinggo untuk dapat kita hidupkan kembali. “Kami ingin membangunan, mengkonsep, hingga menata kembali secara bersama-sama insan kreatif hingga keterlibatan sekaa teruna dikawasan Jalan Gajah Mada untuk membangkitkan potensi-potensi yang ada serta mampu menjadi ruang kreatif dan ekonomi kreatif,”ujar Rai Mantra. Disamping itu Rai Mantra juga memberikan arahan agar nantinya Bkraf Denpasar dapat mengakomodir inovasi dan kreatifitas insan kreatif lewat kegiatan musyawarah kreatif yang tak terlepas dari keberadaan komunitas seperti perfilman, photography, musik, motor custom, fashion hingga kuliner. Pemanfaatan ruang kreatif seperti Youth Park Lumintang hingga nantinya akan ada ruang baru yakni balai budaya Kota Denpasar dapat dipergunakan sebagai art space insan muda kita. “Mari kita bangun ekosistem untuk saling memahami proses antara pemerintah dan insan kreatif untuk memajukan Denpasar sebagai kota kreatif berujung pada minat wisatawan untuk datang serta dapat meningkatkan pendapatan perkapita,”ujarnya

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Denpasar, Dezire Mulyani didampingi Ketua Pelaksana Bkraf Denpasar, I Putu Yuliarta mengatakan pembentukan Bkraf karena dorongan Walikota Rai Mantra lewat visi misi Denpasar kreatif berawasan budaya yang diyakini saling kait mengkait antara keberadaan budaya dan kreatifitas. Lahir sebagai wadah non pemerintah yang kita sebut Bkraf  mengemban visi ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif di Denpasar. Misi kegiatan rebranding jelajah budaya, aktifasi kreatif, aktifasi banjar sebagai kreatif space, aktifasi kegiatan kampus dan sekolah kreatif, peningkatan jejaring aktifitas komunitas dan program kreatif nasional hingga internasional. “Dari pertemuan ini kita menguatkan kembali langkah dalam mendukung komitmen Walikota Rai Mantra melakukan penataan di Jalan Gajah Mada sebagai kawasan wisata kota tua, serta juga menggali saran masukan dari insan kreatif Denpasar,”ujarnya. (pur/r4)

Senin, 15 Juli 2019

Kodam IX/Udayana Terima Pendaftaran Caba PK TNI AD TA. 2019

BLKNNews, Denpasar - Guna memenuhi kebutuhan organisasi, TNI AD memberikan kesempatan kepada generasi muda yang berminat untuk meniti karier dibidang militer. Hal ini disampaikan oleh Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., dalam siaran persnya pada Senin (15/7/2019) di Makodam IX/Udayana, Denpasar.

Kapendam melanjutkan, para peserta yang mengikuti seleksi Calon Bintara PK di wilayah Kodam IX/Udayana wajib memenuhi persyaratan umum, yaitu : Warga Negara Indonesia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada NKRI, tidak memiliki catatan kriminalitas, sehat jasmani dan rohani, tidak berkacamata serta tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Para peserta seleksi Calon Bintara PK tentunya bukanlah anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI, belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pertama sampai dengan 2 (dua) tahun setelah selesai pendidikan pertama. Untuk Calon Bintara PK Pria harus memiliki tinggi badan minimal 163 cm, sedangkan Wanita minimal 157 cm dengan berat badan yang seimbang. Berumur minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun pada saat pendidikan pertama dibuka pada tanggal 30 September 2019.

"Selain itu juga, apabila nanti sudah dilantik sebagai anggota TNI AD, Para Bintara muda tersebut harus bersedia menjalani Ikatan Dinas Prajurit (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun dan juga bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Kapendam.

Besarnya nilai rata-rata Ujian Nasional pada ijazah SMA/MA/SMK pun juga menjadi persyaratan yang mutlak, dengan ketentuan lulusan pada tahun 2015 minimal 55 dan tahun 2016 minimal 50. Untuk reguler dan unggulan di wilayah Pulau Jawa, Sumatera dan Bali, nilai rata-rata UN tahun 2017 minimal 40 dan di wilayah lainnya minimal 38, kemudian untuk tahun 2018 minimal 39 dan di wilayah lainnya minimal 37, sedangkan tahun 2019 nilai rata-rata UN minimal 40.5 dan minimal 38.5 untuk wilayah lainnya. Khusus untuk sumber pulau terluar/perbatasan/pedalaman, lulusan SMA/MA/SMK tahun 2015 s.d 2019, hanya disyaratkan lulus UN saja.

Kapendam menambahkan, para peserta seleksi Calon Bintara PK juga tentunya wajib mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan, diantaranya yaitu pemeriksaan/pengujian administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi dan psikologi. Bagi Calon Bintara PK unggulan pria akan ditambah pengujian materi akademik pada keahlian jurusan masing-masing (Bahasa, Multimedia, Paramedis, Penerbangan, Keagamaan, Informatika, Musik serta Teknik Mesin, Listrik Arus Kuat, Elektro dan Bangunan).

Sebagai persyaratan tambahan, para peserta seleksi Calon Bintara PK wajib melengkapi administrasi surat persetujuan orang tua/wali dan tidak melakukan intervensi terhadap panitia penerimaan maupun penyelenggaraan pendidikan pertama dalam bentuk apapun, kapanpun dan dimanapun, serta orang yang ditunjuk sebagai wali harus berdasarkan surat keterangan dari Kecamatan. Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain atau lembaga pendidikan diluar naungan Kemendikbud juga harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud.

Para peserta seleksi Calon Bintara PK juga tentunya tidak bertato ataupun bekas tato dan ditindik ataupun bekas ditindik kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat, dan juga bersedia mematuhi peraturan bebas KKN baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Apabila terbukti secara hukum melanggar ketentuan tersebut, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan jikapun pelanggaran tersebut ditemukan dikemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama, maka harus bersedia dikeluarkan dari Dikma," demikian tegas Kapendam seraya meyakinkan bahwa penerimaan Prajurit TNI AD ini dilaksanakan secara gratis dan bebas KKN.

Pendaftaran secara online dapat dilakukan melalui website penerimaan Prajurit TNI AD dengan alamat http://ad.rekrutmen-tni.mil.id. Untuk pendaftaran online Calon Bintara PK Unggulan Pria dimulai dari tanggal 1 Juli s.d 4 Agustus 2019, kemudian untuk Calon Bintara PK Wanita telah dibuka dari tanggal 1 Januari s.d 30 Juni 2019, sedangkan Calon Bintara PK Reguler Pria dibuka dari tanggal 1 Januari s.d 27 Agustus 2019, sementara itu khusus untuk Calon Bintara PK Pulau Terluar/Perbatasan/Pedalaman dilaksanakan spotting pada tanggal 1 s.d 15 Juli 2019.

Info pendaftaran lebih lanjut dapat diperoleh di Ajendam IX/Udayana, Ajenrem Tipe “A” 161/WS dan Ajenrem Tipe “B” 162/WB. Kemudian setelah mendaftar secara online, pendaftar datang ke Ajendam/Ajenrem guna mendaftarkan diri ulang (validasi) dengan membawa persyaratan KTP dan foto copy KTP orang tua/wali, Kartu Kewarganegaraan (bagi WNA), Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran, Ijazah dan NEM/NUAN asli (SD, SLTP, SLTA) dengan raportnya serta 2 lembar pas foto 4x6 hitam putih. Masing-masing berkas tersebut agar difoto copy rangkap 1 dan dikumpul dengan menggunakan map hijau.

Penjelasan lebih rinci tentang tata cara, persyaratan administrasi dan lain-lain dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau dengan membuka Website http://ad.rekrutmen-tni.mil.id. Untuk blangko administrasi disediakan di tempat pendaftaran. (PenUdy, @rb)
© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved