Kabar Denpasar

Jumat, 13 September 2019

MERAJUT PERSATUAN DAN KESATUAN ANAK BANGSA MELALUI OLAHRAGA BERSAMA


BLKNNews, Denpasar - Dalam upaya meningkatkan soliditas, sinergitas dan menjalin hubungan yang baik melalui komunikasi yang harmonis serta menanamkan rasa Cinta Tanah Air antar sesama Bangsa Indonesia, Kodam IX/Udayana bersama-sama komponen masyarakat Provinsi Bali menyelenggarakan acara olahraga bersama yang dilaksanakan di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Jumat (13/09/2019).

Acara ini terlaksana sebagai bentuk soliditas sesama anak bangsa yang peduli terhadap persatuan dan kesatuan serta keutuhan dalam berbangsa dan bernegara. Melalui kegiatan ini ingin menegaskan kembali bahwa Negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, bermacam-macam suku bangsa dan ras yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merupakan rumah kita, tempat tinggal kita. Oleh karena itu, kita sebagai anak bangsa yang harus merawat dan menjaga keutuhan NKRI.

Dalam Sambutannya Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., mengatakan, olahraga bersama ini merupakan momentum yang sangat baik sebagai sarana mempertahankan soliditas, sinergitas dan membina hubungan komunikasi yang harmonis serta menjalin hubungan kekeluargaan, silaturahmi dan menjaga kekompakan segenap komponen bangsa untuk bersama-sama menjaga tetap tegaknya NKRI.

“Kegiatan ini juga sebagai wujud komitmen kita bahwa NKRI tetap dalam bingkai kebhinnekaan, oleh karena itu, mari kita kukuhkan semangat kebhinnekaan untuk tetap tegaknya NKRI. Ini momentum yang baik untuk meneguhkan kembali tekad kebersamaan kita, jangan mudah terprovokasi oleh informasi-informasi bohong yang disebarkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang menginginkan Indonesia runtuh.”. Tegas Pangdam.

Lebih lanjut Perwira bintang dua tersebut mengatakan, bahwa “tujuan olahraga bersama ini sangat positif, maka saya mengajak kepada seluruh hadirin untuk melaksanakan kegiatan ini dengan penuh kegembiraan, kebersamaan dan dengan penuh rasa kekeluargaan.” Demikian jelasnya.

Acara yang diikuti oleh ribuan orang termasuk pelajar dan mahasiswa dari Papua yang berada di Bali, pelajar peserta Parade Cinta Tanah Air yang berasal dari seluruh Provinsi di Indonesia mengambil tema “Dari Bali Meneguhkan Kembali Keindonesiaan”. Hal ini dimaksudkan untuk menyuarakan kepada Bangsa Indonesia agar meneguhkan kembali persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, sehingga tidak menimbulkan konflik yang mengakibatkan perpecahan.

Para peserta sangat antusias mengikuti setiap acara, mulai dari senam bersama dilanjutkan tarian Yospan dan senam Sajojo, acara tersebut juga dimeriahkan dengan persembahan lagu-lagu daerah dari Papua. Hadir pada kesempatan tersebut Wakapolda Bali, Kadisdikpora Prov. Bali, Danrem 163/WSA, para Asisten Kasdam IX/Udayana, Para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, para Dandim jajaran Korem 163/WSA, anggota TNI dan PNS Kodam IX/Udayana, anggota Polri jajaran Polda Bali serta siswa/i dan mahasiswa asli Papua se Bali (Pendam/Udy).

Kamis, 08 Agustus 2019

Kunker Presiden RI dan Wakil Presiden RI di Bali, Pangdam IX/Udayana Tekankan 4 Pedoman Pam VVIP

BLKNNews, Denpasar - Pengamanan VVIP selalu dilaksanakan bersama dengan kekuatan dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan komponen masyarakat lainnya, baik pada even nasional maupun internasional, harus dapat memberikan jaminan keamanan yang terbaik dan maksimal. Untuk itu, segala sesuatu yang terkait dengan perencanaan, persiapan dan pelaksanaan pengamanan VVIP ini harus selalu kita laksanakan dengan sungguh-sungguh dan serius dan tidak ada istilah ini merupakan kegiatan rutinitas.

Demikian tegas Pangdam IX/Udayana Mayjen Benny Susianto, S.I.P., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, pada saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP Kunjungan Kerja Presiden RI Ir. H. Joko Widodo beserta Ibu Hj. Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, yang dilaksanakan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Kamis (8/8/2019).

Pangdam mengungkapkan, bahwa Apel Gelar Pasukan seperti ini sangat perlu dilakukan untuk mengecek sejauh mana tingkat kesiapan pasukan Satgas Pengamanan VVIP ini disiapkan baik secara perorangan maupun satuan. Pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur Satgas serta langkah dan tindakan yang diambil dalam mengatasi persoalan juga disesuaikan dengan Protap Pengamanan VVIP yang berlaku. Selain itu, juga untuk memastikan sinergitas dan kerjasama antar unsur pengamanan yang terlibat.

Kodam IX/Udayana selaku Koops Pam VVIP wilayah Bali dan Nusa Tenggara bersama Polda, Pemda setempat dan unsur pendukung lainnya selalu bersinergi untuk mencapai tujuan dan sasaran pengamanan secara maksimal. Kemudian, agar pelaksanaan pengamanan dapat berjalan sesuai yang diharapkan, Pangdam menyampaikan beberapa penekanan yang harus dipedomani oleh seluruh peserta apel.

"Pertama, pahami dan kuasai Prosedur Tetap pengamanan VVIP. Kedua, pegang teguh disiplin dengan memahami Rantai Komando yang efektif dan efisien. Ketiga, tingkatkan kepekaan dan jangan lengah terhadap situasi yang berkembang. Keempat,  jangan ragu dalam bertindak dan tingkatkan koordinasi secara optimal serta cermati dan ikuti perkembangan situasi secara terus menerus dan laporkan," demikian tegas Pangdam seraya menekankan apa yang disampaikannya agar dipahami, dipedomani dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Apel Gelar Pasukan yang dikomandani oleh Danyon Raider 900/SBW Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo tersebut dihadiri juga oleh Danrem 163/WSA, Para Kabalakdam IX/Udayana, Danpomdam IX/Udayana, Dandenpom IX/3 Denpasar, LO AL, LO AU, Dansat Brimob Polda Bali, Kadis Ops Lanud, Kadis Ops Lanal, Kaur Ops Polda Bali, serta seluruh unsur Satgas Pam VVIP sekitar 1.319 personil.

Untuk diketahui, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo beserta Ibu Hj. Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla beserta rombongan, pada kunjungan kerjanya kali ini di Provinsi Bali yakni dalam rangka menghadiri Kongres V PDI Perjuangan yang akan dilaksanakan pada Kamis-Minggu, 8-11 Agustus 2019, di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali. (Pendam IX/Udy)

Rabu, 07 Agustus 2019

Gali Potensi dan Kreatifitas Dalam Bidang Penelitian Remaja

BLKNNews, Denpasar - Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus mendukung tumbuhnya peneliti muda di kalangan pelajar. Kali ini, sebagai ajang penggalian bibit baru dalam pengembangan penelitian ilmiah di kalangan pemuda, Pemkot Denpasar turut menggelar Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah di Kalangan Pemuda Tahun 2019. Adapun babak final dari ajang yang sebelumnya telah didahului dengan tahap seleksi awal ini diikuti oleh 149 peserta yang mengambil tempat di Rumah Pintar Denpasar, Selasa (6/8). 

Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan saat diwawancarai menjelaskan bahwa keberadaan pemuda sebagai tulang punggung penerus pembangunan bangsa harus dibekali dengan pengatahuan yang unggul. Karenanya, dari pelaksanaan lomba ini diharapkan mampu menjadi wahana untuk menumbuhkan kreatifitas pelajar dan pemuda Kota Denpasar baik dalam bidang akademik maupun non akademik. 

"Tentunya sesuai dengan program bapak Walikota dan Wakil Walikota Denpasar lomba ini merupakan bentuk dukungan terhadap tumbuhnya peneliti muda unggul di Kota Denpasar," jelasnya. 

Lebih lanjut dikatakan, babak final kali ini dilaksnakan melalui pameran karya serta presentasi dari masing-masing peserta.  Kegiatan tahun ini dikemas dalam 15 kategori lomba dengan jumlah peserta sebanyak 149 orang dari kalangan pelajar, pemuda dan guru di Kota Denpasar. Adapun kategori lomba tersebut yakni Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori Produk Tingkat SD, Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SD Alat, Lombs Karya Tulis Ilmish Ketegori SMK IPS, Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SMK Hayati, Lomba Karya Tulis Ilmiah Ketegori SMP Teknik. 

Selanjutnya Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SMP Kemaritiman, Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SMP Humaniora, Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SMA IPA, Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SMA IPS, Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori Guru, Lomba Video Sejarah Budaya Bali, Lomba Video Profil Sekolah, Lomba Kekawin, Lomba Karaoke Lagu Pop Bali, dan Lomba Denpasar Membaca.

Gunawan menambahkan bahwa nantinya hasil karya ilmiah dari para peneliti muda yang merupakan peserta lomba tahun ini akan menjadi referensi dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar.

Selain itu, para peneliti remaja ini nantinya dapat memanfaatkan Rumah Pintar Denpasar sebagai ajang untuk berdiskusi serta merumuskan penelitian. "Kami sangat berkomitmen untuk mendukung peneliti sebagai insan penting dalam memberikan acuan untuk pembangunan," ujar Gunawan. 

Dari babak final lomba ini nantinya akan diseleksi untuk ditetapkan yang terbaik. (Ags/r4).

Dewan Minta Kaji Ulang Usulan Penggabungan Dinas Koperasi

BLKNNews, Denpasar - Usulan Gubernur Bali Wayan Koster yang ingin memangkas dan menggabungkan serta penambahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru dilingkungan Pemprov Bali mendapat respon dari DPRD Bali. Dewan menganggap, wacana tersebut sangat diapresiasi. Meski demikian, tak semua OPD harus tetap berdiri sendiri dan tak bisa diotak-atik.

Wakil Sekretaris DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry seusai Sidang Paripurna menyatakan, pembentukan OPD Baru yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah dan Dinas Pemajuan Desa Adat memang harus didukung. Hanya saja, DPRD Bali kurang setuju dengan usulan penggabungan Dinas Koperasi dan UMKM bersama Dinas Perindutrian dan Perdagangan menjadi satu. "Tetapi perlu dikaji dengan baik, kalau bisa jangan digabung itu kita berharap dan belum sependapat itu Dinas Koperasi," jelasnya, Senin (05/08).

Bukan tanpa alasan, Koperasi didasarkan amanat Undang-undang (UU). Sehingga hal tersebut bisa menjadi pertimbangan Gubernur Bali. Disamping itu, sudah ada Perda tentang Perlindungan Koperasi dan UMKM. "Karena Koperasi ini ada dalam amanat UUD 1945. Kedua, kita baru saja mengesahkan perlindungan koperasi," tegasnya.

Disisi lain, melihat dari jumlah anggota Koperasi yang mencapai jutaan di Bali, tentunya akan menjadikan hambatan baru. Terlebih, basic perekonomian Bali adalah ekonomi rakyat. Jadi, Koperasi sebagai bagian dari perekonomian tersebut harus lebih mendapat support dari pemerintah. "Seharusnya Koperasi yang menjadi bagian dari ekonomi rakyat ini harus lebih dilindungi, tantangan Koperasi kedepan kan semakin berat. Justru kalau OPD-nya digabung kan yang menangani Eselon III," tandas dia.

DPRD Bali berharap agar Dinas Koperasi dan UMKM bisa tetap menjadi dinas sendiri tanpa harus merger dengan OPD lain. Pihaknya tak setuju jika alasan penggabungan didasarkan pada job desk yang sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sama-sama mengurusi UMKM. "Saya kira tidak masalah kalau mengurusi UKM. Kalau Disperindag ini, saya kira fokusnya adalah dalam aspek usahanya, perdagangan, dan lebih fokus ekspor. Karena PDRB kita salah satu pengaruhnya adalah ekspor," jelasnya.

Dengan demikian, jika memang pemerintah ingin berkomitmen pada pemberdayaan perekonomian rakyat, maka Koperasi yang menjadi salah satu bagiannya harus tetap didukung dan dipertahankan. "Harus berdiri sendiri dan tidak digabung. Khusus Koperasi saja, kalau yang lain kami setuju," pungkasnya. Dp/r2

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-74

BLKNNews, Denpasar - Dalam rangka memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74, Pemkot Denpasar bersama Komunitas Sehat Bersama Menua Bersama (SBMB) akan menggelar Merdeka Fun Run bertajuk Denpasar Heritage Zone. Kegiatan yang dikemas dengan berjalan kaki menyusuri kawasan Heritage Denpasar ini akan berlangsung pada Minggu (18/8) mendatang. 

Ketua Panitia Merdeka Fun Run 2019, Koni Waskita  saat dikonfirmasi Minggu (4/8) menjelaskan bahwa  pelaksanaan Merdeka Fun Run 2019, selain untuk memeriahkan Hut Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019 ini juga menjadi wahana untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang Denpasar Heritage Zone (Kawasan Heritage Denpasar). Dimana seperti yang kita ketahui bersama bahwa kawasan Jalan Gajah Mada dan sekitarnya atau lebih dikenal dengan Zona Z Heritage Torism ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, sehingga menjadi penting untuk dilestarikan. 

"Kegiatan ini dilaksanakan dengan memadukan konsep Hash dengan Jalan Sehat dengan mengambil rute di sekitar kawasan kota tua Denpasar, selain untuk berolahraga dalam menyambut HUT RI, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi kawasan Heritage Denpasar," paparnya. 

Lebih lanjut dikatakan,  kegiatan ini mengambil rute sepanjang 6 KM yang dimulai dari kawasan Taman Kumbasari Tukad Badung, bergerak menuju utara menyusuri gang-gang di kawasan Banjar Wangaya Klod menuju kawasan Jalan Sumatera, Banjar Titih, kembali melewati gang menuju kawasan Banjar Suci, kawasan Banjar Glogor, Setra Agung Badung, Kawasan Pura Tambang Badung, Pura Maospahit, kawasan Banjar Gerenceng dan kembali finish di Taman Kumbasari Tukad Badung. 

"Banyak sekali bangunan bersejarah yang nanti kita jumpai selama perjalanan, dan tentunya sangat menarik sebagai wahana swafoto heritage obyek," terangnya. 

Setelah finish, peserta yang merogoh kocek tiket sebesar Rp. 100 ribu dengan mercendaise berupa Kaos dan Tumbler ini akan dimanjakan dengan beragam hiburan mulai dari Joni Agung and Double T, Jun Bintang, serta hadiah dorprize Sepeda Motor. 

"Ayo buruan daftar, peserta terbatas, mari bersama-sama memperkenalkan Denpasar Heritege Zone dan mengkampanyekan pengurangan sampah plastik," jelasnya. 

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Dimana dengan melaksanakan Merdeka Fun Run ini dapat menjadi wahana untuk mempromosikan Denpasar sebagai Kota Heritage. Sehingga kawasan Kota Tua Jalan Gajah Mada dapat terus berkembang. 

"Tentu kami sangat menyambut baik kegiatan Merdeka Fun Run 2019 ini, besar harapan kami kegiatan ini dapat berjalan lancar dan mampu memberikan dampak positif terhdap perkembangan dan promosi Denpasar Heritage Zone khususnya Kawasan Jalan Gajah Mada," kata Dewa Rai. Ditambahkan bahwa kawasan heritage ini dicoba dihidupkan kembali oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. " Pak Walikota sangat konsen untuk menghidupkan kembali kawasan jalan Gajah Mada Denpasar yang merupakan kota tua. Hal ini dimulai dengan penataan pedestrian, pembangunan pasar Badung hingga revitaslisasi Tukad Badung," pungkas Dewa Rai.(Ags/r4).

Anggaran Pertanian Harus Sama Dengan Alokasi Pendidikan

BLKNNews, Denpasar - DPRD Bali tengah menggodok Raperda Tentang Sistem Pertanian Organik. Selain sebagi acuan dalam regulasi, kedepan diharapkan bisa menjadikan Bali sebagai Pulau Organik. Saat ini, sudah ada tumpuan dasar dalam mewujudkan hal itu. Salah satunya, Pergub Bali tentang larangan penggunaan plastic, sterofoam, dan sedotan plastic.

Menurut Anggota Pembahasan Raperda Tentang Sistem Pertanian Organik Ketut Kariyasa Adnyana, pariwisata Bali berkonsep Tri Hita Karana yakni menjaga alam. Misalnya saja potensi pariwisata dari sector pertanian yakni Subak. “Bagaimana menciptakan Bali ini Pulau Organik. Ketika Pulau Organik itu kan, pestisida dikurangi, sampah plastic dikurangi. Untuk itu, di dewan inikan berinisiatif membuat Perda Pertanian Organik,” katanya, Rabu (31/07).

Dengan adanya dasar hokum (Perda) yang terkait organic, Bali bisa menjadi Branding luar biasa. Disamping itu juga bisa menjaga keseimbangan alam. Disektor pertanian, Indonesia sejatinya mampu menciptakan hasil pertanian organic yang berkualitsa, bahkan terbesar. Hanya saja, subsidi yang digelontor masih tergolong kecil. Sehingga, pasar diambiloleh Negara lain seperti Thailand. “Secara ekonomi kan sudah pasti. Beras yang organic inikan masih sangat tinggi dibutuhkan dunia,” jelas dia.

Sebelumnya, sudah ada Program Go Green yang dicanangkan oleh Pemprov Bali. Tetapi, masih belum maksimal. Bukan itu saja, penyempitan lahan pertanian juga menjadi persoalan tersendiri. Pasalnya, banyak alih fungsi lahan. Kariyasa menyebut tindaklanjut terhadap alih fungsi lahan dari pemerintah belum ada. Baik anggaran, regulasi, dan pengawasan. “Kita di DPRD ini sudah mempelopori dengan membuat Perda ini,” akunya.

Pihaknya tak memungkiri jika secara langsung, Perda Sistem Pertanian Organik akan bersifat “memaksa” semua pihak untuk melakukan pertanian organic. Konsekuensinya, eksekutif dan legislative harus terus memberikan dorongan supaya bisa diterapkan. Terkait, alih fungsi lahan yang sering terjadi, dirinya akan memaksimalkan lahan yang ada.

Mengenai penganggaran, sector pertanian diakui masih sangat kecil dibandingkan dengan pendidikan yang mencapai 20 persen yakni 8 persen. Semestinya, minimal bisa sama dengan alokasi anggaran pendidikan. Dengan demikian, program yang telah dicanangkan akan terwujud. “Paling sedikit sama dengan anggaran pendidikan. 6-8 persen itu masih kecil sekali,” pungkasnya.  Dp/r2

Cok Ace Bahas Isu Eksploitasi Anak

BLKNNews, Denpasar - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mempertemukan pelaku pariwisata dan pemerhati anak dalam acara bertajuk 'selasa pariwisata', Selasa (30/7/2019). Selain membahas persoalan umum di bidang kepariwisataan, pertemuan yang berlangsung di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali itu juga menyinggung isu eksploitasi seksual anak di sektor pariwisata.

Eksploitasi anak di sektor pariwisata menjadi perhatian Yayasan Alit dan Lentera Anak Bangsa yang dihadirkan dalam pertemuan tersebut. Gunardi selaku Ketua Yayasan Alit mengaku prihatin karena masih ditemukannya kasus eksploitasi seksual yang menimpa anak-anak. Menurutnya, eksploitasi seksual umumnya dilakukan jaringan pedofil yang berkedok wisatawan. Mengutip data yang dirilis Pemerintah Australia, Gunardi menyebut sedikitnya 293 pedofil masuk ke Indonesia sejak tahun 2014. Fakta tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata. “Jika tidak segera ditangani, hal ini kita khawatirkan akan merusak citra pariwisata Bali. Karena beberapa negara yang konsen terhadap perlindungan anak menunggu keseriusan kita dalam upaya mencegah terjadinya ekploitasi seksual pada anak, khususnya di sektor pariwisata,” ujarnya. Untuk itu, Yayasan Alit dan Lentera Anak Bangsa mendesak pemerintah merancang sebuah regulasi lebih jelas yang mengatur Child Protection Policy. Langkah ini akan memberi keyakinan bagi negara-negara internasional akan keseriusan pemerintah mencegah eksploitasi seksual terhadap anak.

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa saat ini Bali memang menghadapi sejumlah permasalahan krusial yang butuh penanganan serius. “Masalah anak yang tadi dijelaskan hanya salah satunya, ada persoalan lain yang bisa menjadi bom waktu jika kita tidak segera ditangani,” imbuhnya. Salah satu persoalan serius yang saat ini tengah dihadapi sektor pariwisata Bali adalah persaingan tidak sehat dalam penyediaan akomodasi pariwisata. Selain berdampak pada kebocoran pajak, keberadaan villa yang jauh dari jangkauan pengawasan juga berpotensi menimbulkan persoalan lain seperti menjadi tempat persembunyian pedofil yang menyaru sebagai wisatawan. Lebih dari itu, masyarakat di kawasan wisata juga terkesan berlomba menyediakan akomodasi murah tanpa mempertimbangkan dampak sosial.Untuk itu, Cok Ace menggugah kepekaan semua pihak agar ikut tanggap dan peduli untuk mengatasi persoalan ini. “Ini jadi PR kita bersama dan tak bisa diselesaikan secara instan,” tambahnya.

Pertemuan rutin bulanan ini juga dihadiri jajaran pengurus Koperasi Pangan Bali Utara (KPBU). Ketua KPBU Gede Krisna menyampaikan komitmennya untuk membangkitkan dunia perkoperasian. Salah satu produk andalan koperasi yang beralamat di Desa Musi Kabupaten Buleleng ini adalah budi daya anggur laut atau yang kerap disebut bulung boni. Ke depan, pihaknya juga menggagas rumah kemasan untuk membuat produk lebih menarik dan laku di pasaran. Koperasi ini berharap bisa membangun sinergi dengan stakeholder di bidang pariwisata.

Sementara itu, Ketua Bali Tourism Board IB Agung Partha Adnyana menyampaikan bahwa ‘selasa pariwisata’ merupakan agenda bulanan yang bertujuan membahas berbagai persoalan di bidang pariwisata. “Tiap bulan tema yang kita bahas berbeda-beda,” ujarnya. Selain membahas persoalan di bidang pariwisata dan mencari solusinya, agenda ini juga bertujuan menjembatani pelaku usaha dan stakeholder bidang periwisata.[pr/r5]

Cegah Tangkal Radikalisme, Perkokoh Mentalitas dan Pemahaman Pancasila

BLKNNews, Denpasar - Korem 163/Wira Satya kembali menggelar kegiatan komunikasi sosial atau Komsos dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat, Selasa (30/07), bertempat di Aula Gedung Wira Satya, Makorem 163/Wira Satya.

Komsos kali ini berkaitan dengan cegah tangkal radikalisme/separatisme, yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan secara baik dan benar serta mampu memperkokoh mentalitas dan pemahaman ideologi Pancasila guna mencegah ancaman bahaya radikalisme ataupun separatisme dalam rangka mewujudkan ruang, alat dan kondisi juang (RAK Juang) yang tangguh bagi pertahanan Bangsa Indonesia.

Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh A.M. Suharyadi, S.I.P., M.Si., dalam sambutannya yang dibacakan Kasrem 163/Wira Satya Letkol Kav Jacob Janes Patty saat membuka kegiatan ini mengatakan, Komsos sebagai salah satu metode pembinaan teritorial atau Binter merupakan hal penting untuk memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi seluruh komponen bangsa guna meningkatkan partisipasinya dalam konteks pertahanan negara serta mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat.

Hal ini selaras dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI), bahwa Tugas Pokok TNI termasuk TNI AD sebagai bagian integral dari TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Dalam pelaksanaannya tugas pokok tersebut dijabarkan dalam dua tugas operasi yaitu Tugas Operasi Militer Perang (OMP) dan Tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Dalam satu Tugas OMSP, yaitu melaksanakan tugas pemberdayaan wilayah pertahanan darat dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta atau Sishanta.

Implementasi tugas pemberdayaan wilayah pertahanan darat tersebut melalui pembinaan teritorial atau Binter yang juga menjadi salah satu fungsi utama TNI AD.

Binter tidak hanya menjadi tugas satuan tetapi melekat pada jati diri setiap Prajurit TNI AD yang dilaksanakan dalam tugas sehari-hari, termasuk juga saat berinteraksi dengan komponen bangsa lainnya.

Sementara itu Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana, S.S., menjelaskan, kegiatan Komsos kali ini melibatkan 100 orang peserta dengan menghadirkan tiga nara sumber, yaitu Ir. Putu Wirata Dwikora dari PHDI Provinsi Bali memaparkan tentang "Pembinaan Wawasan Keagamaan", I Wayan Kariatmaja, S.I.P., dari Kesbangpol Provinsi Bali memberikan pembekalan "Wawasan Kebangsaan", serta Ni Nyoman Sri Utari dari Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Kota Denpasar membahas tentang "Kewirausahaan".

Menurut Kapenrem penentuan tiga materi pembahasan dalam Komsos kali ini sangat tepat dan berkaitan. Bagaimana kita sebagai komponen Bangsa Indonesia harus paham wawasan kebangsaan utamanya untuk memahami empat konsensus kebangsaan, kemudian sebagai warga bangsa yang beriman dan memiliki keyakinan maka kita perkuat wawasan keagamaan kita dalam koridor kebhinnekaan Indonesia serta untuk memperkokoh ketahanan perekonomian kita, maka perlu juga memahami kewirausahaan.

Jika ketiga hal ini dapat kita tanamkan dan saling mendukung maka kita berharap setiap warga bangsa akan memiliki jiwa dan sikap kebangsaan yang baik, termasuk mampu berperan untuk mencegah dan menangkal paham-paham yang bertentangan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti radikalisme, separatisme dan paham sejenis lainnya. (pen163, @rb)
© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved