Kabar Nasional

Jumat, 01 November 2019

Berbagai Stand dan Panggung Hiburan Meriahkan Penutupan TMMD ke 106 Kodim Tabanan


Tabanan - Pelaksanaan Upacara Penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke 106 Kodim 1619/Tabanan berlangsung semarak dan meriah.

Upacara yang digelar di Lapangan Desa Gubug, Kamis (31/10/2019) pagi tersebut tidak saja dihadiri oleh ribuan warga masyarakat setempat, tetapi juga penataan lokasi upacara dengan menampilkan stand-stand menarik dari berbagai instansi pemerintah dan swasta.

Stand-stand dimaksud diantaranya dari pelaku UMKM, pelaku kuliner, Kantor Pelayanan Pajak, Dinas-Dinas Pemerintah Kabupaten Tabanan, SMP Negeri 2 Tabanan yang mengekspose masalah daur ulang sampah. Ada juga dari PMI Tabanan dan Kesdam IX/Udayana yang menyelenggarakan donor darah, pelayanan kesehatan, khitanan massal. Ada pelayanan KB dari BKKBN dan tidak ketinggalan dari Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan yang memberikan pelayanan pembuatan atau perpanjangan Surat Ijin Mengemudi atau SiM.

"Sebagian kegiatan ini dikemas dalam pelayanan bakti sosial kepada masyarakat, termasuk ajang pengenalan atau promosi bagi berbagai produk kerajinan dan UMKM", sebut Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, S.S., di lokasi kegiatan.

Ditambahkannya juga pada pelaksanaan donor darah ditargetkan untuk mendapatkan 100 kantong darah dari pendonor yang secara sukarela mendonorkan darahnya.

Sebagaimana diketahui Upacara Penutupan TMMD Ke 106 Kodim 1619/Tabanan ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa serangkaian kunjungan kerja Kasad beserta rombongan di wilayah Kodam IX/Udayana.

Semarak dan meriahnya kegiatan juga dihibur dengan musik dangdut, tarian Bali, Joged Bumbung dan penampilan komedian terkenal Bali Puja Astawa yang ternyata mampu memberikan guyonan-guyonan segar dan ringan dengan melakukan stand up tunggal pada acara penutupan TMMD ini.

Sesaat setelah upacara selesai Kasad didampingi Ibu Hetty Andika Perkasa dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengunjungi satu per satu stand yang ada sambil melakukan perbincangan dengan penjaga stand termasuk mencoba produk olahan UMKM seperti pada stan penyajian kopi khas Tabanan. Kasad bersama Ibu Hetty sempat mencicipi kopi yang disuguhkan di stand tersebut. (Pen163, @rb)

Kamis, 31 Oktober 2019

TMMD Ke 106 Kodim Tabanan Berakhir, Resmi Ditutup Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa


Tabanan - Pelaksanaan Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 Kodim 1619/Tabanan di Desa Gubug dan Desa Bongan yang sudah berjalan selama 30 hari tersebut, pada Kamis (31/10/2019) resmi berakhir.

Istimewanya kegiatan penutupan TMMD tersebut dilakukan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa bertempat di Lapangan Desa Gubug Tabanan.

Sebagaimana ketentuan yang berlaku bahwa saat pembukaan TMMD dilakukan oleh pejabat sipil maka pada penutupan dilakukan oleh pejabat militer. Menjadi kebanggaan penutupan TMMD ke 106 Kodim 1619/Tabanan dilakukan oleh Kasad dan juga serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Rangkaian kegiatan penutupan ini diawali penyambutan Kasad beserta Ibu Hetty Andika Perkasa dengan pengalungan bunga dan penyerahan hand buket. Untuk selanjutnya menerima  paparan Dansatgas TMMD, Letkol Inf Toni Sri Hartanto kepada Kasad dan rombongan bertempat di  Aula Kantor Desa Gubug.

Dansatgas menjelaskan tentang proses perencanaan, penyiapan, pelaksanaan hingga hasil yang sudah dicapai dan diwujudkan berupa sasaran utama pembuatan jembatan sepanjang 17 meter dengan lebar 5,5 meter dan tinggi 5 meter serta sasaran lainnya seperti pembuatan senderan, pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang 65 meter,  bedah rumah 2 unit dengan anggaran seluruhnya 1,6 Milyar.

Sambutan Kasad sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang menurut Kasad sangat tinggi.

Kasad mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Tabanan yang telah mengalokasikan anggaran sejumlah 1,6 Milyar ditambah dana tambahan 100 juta rupiah.

Kasad menyebutkan anggaran disiapkan pemerintah kabupaten sementara TNI siap dengan tenaganya. Semangat kebersamaan dan gotong- royong yang dilakukan TNI bersama masyarakat menjadi suatu contoh yang patut dipertahankan dan ditingkatkan.

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang didampingi langsung oleh Ibu Hetty Andika Perkasa merasa sangat terkesan dari penyambutan yang dilakukan yang melibatkan masyarakat dan anak sekolah serta hal-hal yang bernuansa kearifan lokal.

Sementara Bupati Kabupaten Tabanan, Ibu Putu Eka Wiryastuti menilai TMMD bukanlah hal asing lagi karena sudah dilakukan sejak dulu dan banyak membantu pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dimana ada rakyat disitu ada TNI dan begitu juga sebaliknya.

“Sinergi dan kerjasama antara TNI dengan Pemerintah Kabupaten dan masyarakat dalam konteks TMMD memang benar-benar dirasakan manfaatnya”, tutup Bupati Tabanan.

Usai upacara penutupan, Kasad didampingi Ibu Hetty Andika Perkasa dan Bupati Tabanan menyerahkan 2 buah sertifikat tanah, 2 buah kunci hasil bedah rumah, buku perpustakaan bantuan dari Perpustakaan Nasional, penyerahan secara simbolis berupa Sembako, alat penetas telur, dan Pupuk Bios 44 kepada warga Desa setempat, serta diakhiri dengan kegiatan peninjauan Stand Pameran/Baksos oleh seluruh tamu undangan yang hadir. (Pendam IX/Udy)

Rabu, 30 Oktober 2019

Kasad Kunjungan Kerja Di Wilayah Kodam IX/Udayana

Denpasar - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan serangkaian kunjungan kerja di wilayah Kodam IX/Udayana, tepatnya di Provinsi  Bali, Rabu (30/10/2019).

Setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung-Bali sekitar pukul 11.00 Wita, Kasad disambut oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha, Para Danrem Jajaran Kodam IX/Udayana dan sejumlah pejabat lainnya.

Ada beberapa agenda yang akan dilakukan Kasad yang juga didampingi oleh Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Hetty Andika Perkasa selama kunjungan kerja di Pulau Bali.

Siang ini (30/10), Kasad melakukan tatap muka dengan Prajurit, PNS dan  Ibu-Ibu Persit KCK jajaran Kodam IX/Udayana yang ada di wilayah Garnisun Denpasar bertempat di Lapangan Tenis Indoor Praja Raksaka Kepaon, Denpasar.

Dalam kata sambutan Pangdam IX/Udayana mengucapkan selamat datang, dan menjelaskan kondisi terkini wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi tiga wilayah  yaitu Korem 161/Wira Sakti di NTT, Korem 162/Wira Bhakti di NTB dan Korem 163/Wira Satya di Bali.

Pangdam secara spesifik melaporkan kepada Kasad tentang kondisi kesejahteraan terkait perumahan prajurit yang ada di wilayah NTT yang sangat membutuhkan perhatian dari TNI AD.

"Terkait tugas pokok tidak ada permasalahan bagi prajurit, tetapi sepantasnya mereka untuk mendapatkan hunian perumahan yang layak", papar Pangdam.

Pangdam sangat berharap hal ini menjadi perhatian dan segera untuk didukung oleh TNI AD.

Pangdam juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap perhatian dan bantuan Kasad dalam penyediaan sarana kebugaran bagi prajurit berupa alat-alat fitness modern yang sudah diberikan kepada satuan bawah.

Dalam arahannya, menanggapi laporan dari Pangdam IX/Udayana,  Kasad sangat mengapresiasi cara kreatif yang dilakukan Pangdam dalam melaporkan kondisi yang ada di wilayah Kodam IX/Udayana.

"Saya mengapresiasi cara kreatif Mas Benny dalam melaporkan kondisi Kodam IX/Udayana", sebut Jenderal Andika


Terkait kondisi perumahan prajurit yang memang menurut Kasad tidak layak huni dari gambaran paparan yang ditayangkan, memang selayaknya untuk dilakukan rehab hunian prajurit dan Kasad berjanji akan merealisasikan pada tahun 2020 mendatang.

Kasad yang dalam pengarahannya didampingi langsung oleh Ibu Hetty Andika melakukan interaksi yang nuansanya sangat berbeda. Berdialog keliling menanyai anggota untuk mendapatkan berbagai cerita tentang kehidupan prajurit, semisal bagaimana pola makan, berolahraga, mengurus anak dan rumah tangga. Jadi sangat terkesan interaktif.

Kasad bersama Ibu Hetty  mewanti-wanti seluruh peserta pengarahan dan keluarga besar TNI AD untuk mementingkan kesehatan karena hal itu sangat berharga bagi kehidupan prajurit dan keluarganya.

Hal lainnya adalah bagaimana juga kita harus memperhatikan keluarga. Bapak Kasad mencontohkan bagaimana harus mengurusi anak kita bersekolah dengan baik. Sesibuk apapun sebagai orang tua kalau memang harus mengantar anak ke sekolah harus dilakukan karena itu bagian dari kewajiban kita terhadap mereka.

Ibu Hetty selaku Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana berpesan agar seluruh anggota Persit Kartika Chandra Kirana mampu menjadi contoh dan teladan layaknya sebagai perempuan Indonesia yang mengedepankan sopan santun dalam berbicara, bertutur kata, bersikap dan bertingkah laku. 

Di akhir kegiatan Ketua Umum Persit KCK menyerahkan berbagai bantuan untuk memberdayakan kehidupan organisasi Persit baik untuk Pengurus Daerah, Koordinator Cabang dan juga di tingkat cabang dan ranting.

Usai melaksanakan pengarahan, Kasad melaksanakan peninjauan rehab perkantoran Makodam IX/Udayana, sementara Ibu Ketua Umum Persit KCK bersama Ketua Persit KCK PD IX/Udayana dan Pengurus Persit KCK PD IX/Udayana melaksanakan kegiatan berupa pelatihan membuat pudding, membuat sabun, menjahit kebaya dan melukis.

Sesuai rencana agenda Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam kunjungan kerjanya di wilayah Kodam IX/Udayana khususnya di Bali juga direncanakan meninjau TMMD Ke 106 Kodim 1619/Tabanan di Desa Gubug dan Desa Bongan Tabanan yang sekaligus akan menutup pelaksanaan TMMD yang sudah berjalan 30 hari tersebut pada 31 Oktober 2019 esok hari. (Pendam IX/Udy)

Bidang Lingkungan Hidup dan Energi Diharapkan Satu Komisi


Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Wanika berharap bidang lingkungan hidup dan energi berada dalam satu Komisi atau Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Ia tidak mempermasalahkan kedua bidang tersebut berada di komisi manapun, asal tetap berada dalam komisi yang sama. Pasalnya kedua bidang tersebut saling berkaitan satu sama lain.

“Saya berharap bidang energi dan lingkungan hidup tidak dipisahkan. Tidak masalah berada di Komisi berapa. Karena jika berbicara tentang kebijakan energi, pasti akan mempertimbangkan lingkungan. Begitupun ketika bicara masalah lingkungan hidup, pasti berkaitan dengan energi. Karena emisi terbesar itu berasal dari transportasi, dari industri yang kesemuanya berasal dari pemakaian energi,” ujar Kardaya dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Tidak hanya itu, lanjut Kardaya, salah satu alasan pemerintah gencar menggunakan energi terbarukan, karena secara lingkungan hidup emisinya kecil. Begitu juga dengan penggantian BBM dari TEL (tetra ethyl lead) ke MTBE (Methyl Tertiary Buthyl Ether) itu semata-mata karena pertimbangan lingkungan hidup. Bahkan penggunaan batubara juga harus diatur karena juga berkaitan dengan lingkungan hidup. Sehingga antara lingkungan hidup dan energi tidak bisa dipisahkan.

“Di OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) pun, ketika bicara harga minyak, pasti juga bicara tentang lingkungan. Sehingga antara lingkungan hidup dan energi memang saling berkaitan. Kalau dipisahkan saya khawatir akan menimbulkan kebijakan yang tidak sinkron alias kacau balau,” terang politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Ia juga mempermasalahkan rasionalitas pemisahan kedua bidang tersebut ke dalam Komisi yang berbeda. “Hal ini pasti akan ditertawakan oleh masyarakat luas dan tentunya stakeholder terkait. Pada akhirnya akan membuat citra DPR RI semakin turun di mata publik. Saya berharap hal ini dipertimbangkan kembali, ditunda. Saya tidak masalah bidang tersebut akan dimasukan dalam komisi berapapun, asal bawalah semuanya, dan tidak dipisah satu sama lain,” pungkasnya. (ayu/es)

Menteri LHK Ajak Siswa Sekolah Global Mandiri Jaga Lingkungan Hidup


Jakarta - Pada awal jabatannya di periode kedua sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengunjungi Sekolah Global Mandiri untuk berbagi inspirasi dan mengajak siswa sekolah bersama-sama menjaga lingkungan hidup dan kehutanan.

Siti dalam keterangan tertulis.yang diterima di Jakarta, Selasa, menekankan karakter yang terbentuk pada siswa sekolah menentukan Indonesia di masa depan.

“Kerja lima tahun belakangan mengindikasikan banyak kemajuan. Terlihat anak-anak sekolah sekarang sudah membawa tumbler dan mengurangi sampah plastik,” katanya usai mengisi kelas inspirasi di Sekolah Global Mandiri di Cibubur, Jawa Barat.

Ia menyatakan sedang merancang kegiatan yang melibatkan sekolah-sekolah. Dirinya menganggap penting untuk bersama-sama masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

“Presiden (Joko Widodo) berpesan, yang paling penting adalah bagaimana implementasi oleh rakyat, untuk rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Siti juga membagikan bibit pohon multiguna seperti rambutan, mangga, dan nangka untuk ditanam para siswa dan sekolah. Selanjutnya menteri mengajak agar setiap siswa hingga dewasa menanam setidaknya 25 batang pohon.

Selain untuk menjaga agar alam tetap hijau, menanam pohon juga bermanfaat untuk menghasilkan oksigen dan mencegah bencana perubahan iklim, ujar dia.

Sekitar 300 siswa sangat antusias mengikuti acara tersebut. Selain siswa, acara tersebut juga dihadiri perwakilan orangtua.

Seorang siswa, Andi Salman Nazafi sempat bertanya tentang apa penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa waktu belakangan.

Siti menjawab karhutla bisa terjadi akibat faktor alam karena gesekan serasah. Namun, karhutla lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia.

“Ada yang akibat buang puntung rokok sembarangan, ada juga karena pembakaran untuk membuka ladang dan kebun,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah terus melakukan upaya pemadaman terhadap kejadian karhutla. Pemerintah juga melakukan kontrol ketat pengelolaan lahan untuk mencegah kejadian karhutla.

“Petugas Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api terus bekerja di lapangan, BPBD juga aktif. Pemerintah masih waspada hingga pertengahan November,” kata Siti.

Data dari Sistem Monitoring Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah titik panas pada hari ini, berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua (dengan tingkat kepercayaan lebih besar dari 80 persen) sebanyak 52 titik. Jumlah ini telah turun jauh dibandingkan pekan lalu yang tercatat lebih dari 600 titik.

Kepala Sekolah Global Mandiri Anna Budiatmi menyatakan kedatangan Menteri Siti diharapkan bisa menginspirasi para siswa untuk menggapai cita-citanya. “Kedatangan Bu Menteri sekaligus mengajak anak-anak untuk lebih peduli pada lingkungan”.

Anna menyatakan pihak sekolah sudah mewajibkan siswa untuk membawa botol dan dan kotak makanan dari rumah untuk mengurangi sampah plastik. Selain itu, mereka juga wajib mengumpulkan sampah yang bisa didaur ulang untuk kemudian "ditabung" di Bank Sampah sekolah.

Sampah tersebut akan didaur ulang menjadi berbagai produk yang bisa dimanfaatkan kembali atau produk kerajinan.

“Ini memang kampanye sederhana tapi sebagai generasi penerus, pendidikan lingkungan hidup perlu dilakukan sejak dini,” katanya. (ANTARA)

Selasa, 29 Oktober 2019

Keterbatasan Bukan Rintangan Satgas Yonif Raider 142/KJ Untuk Membantu Kesulitan Warga Perbatasan


Belu - Personel Pos Salore Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ menyalurkan bantuan air bersih dari sumber yang berada di pos mereka dengan peralatan seadanya kepada warga masyarakat di Desa Tulakadi Kec. Tasifeto Timur Kab. Belu NTT.

Hal ini di sampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M. di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT, Minggu (27/10/2019).

Disampaikan Dansatgas, dalam menjaga Pilar Batas Negara (PBN) sebagai tugas pokok Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ, kami juga melaksanakan tugas lain yaitu tugas dibidang Binter Satnonkowil dalam rangka mendukung pembangunan pemerintah dan mengurangi beban permasalahan sosial di lingkungan masyarakat sehingga keberadaan Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ ditengah-tengah masyarakat, dapat dirasakan langsung manfaatnya.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, air merupakan sumber kehidupan sehingga keberadaan air sangat penting untuk kelancaran hidup manusia, tanpa adanya air semua makhluk hidup yang ada di bumi akan mati dan tanpa air manusia tidak bisa bertahan hidup," ungkapnya

Seperti yang dilakukan personel Pos Salore, lanjut Dansatgas, melihat kondisi ini Letda Inf David Asmara selaku Danpos Salore Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ berinisiatif untuk membantu masyarakat yang ada di Desa Tulakadi Kec. Tasifeto Timur Kab. Belu NTT dalam mendapatkan air bersih melalui sumber air yang ada di Pos Salore untuk memenuhi kebutuhan, meskipun pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan peralatan seadanya.

Terpisah, Bpk. Bapak Martus Bou (34) menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh personel Pos Salore untuk mengatasi permasalahan pada saat musim kemarau.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI dalam membantu kami untuk mendapatkan air bersih, karena pada saat musim kemarau sumber air sangat sulit ditemukan, sehingga kami harus mencari ketempat lain yang sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya. (KJ, @rb)

Rabu, 23 Oktober 2019

Rombongan KRI Bima Suci Beraudiensi Dengan Pangdam IX/Udayana


Denpasar - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., menerima audiensi dari Komandan KRI Bima Suci yang dipimpin Letkol Laut (P) Waluyo, S.H.,M.Tr.Hanla., beserta Taruna/Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) pada Rabu (23/10) bertempat di ruang Sthana Yudha Makodam IX/Udayana.

Saat acara audiensi, Pangdam IX/Udayana mengawali dengan ucapan selamat datang dan memperkenalkan para Perwira Staf yang mendampinginya diantaranya Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udy, Kapok Sahli Pangdam IX/Udy, para Asisten Kasdam IX/Udy, dan LO AL.

Demikian sebaliknya, pimpinan rombongan audiensi KRI Bima Suci yang terdiri dari 10 orang Taruna/Taruni AAL dan para pendamping menyampaikan ucapan terimakasih atas penyambutan ini dan Pangdam beserta Staf sudah berkenan meluangkan waktu menerima kehadirannya di Makodam IX/Udayana dengan penuh kekeluargaan.

Selanjutnya Pangdam menyampaikan tentang tugas pokok, karakteristik dan wilayah teritorial Kodam IX/Udayana yang terdiri dari 3 provinsi yaitu Bali, NTB, dan NTT yang wilayahnya berbatasan darat dengan Negara Timor Leste.

Dalam pengarahannya Pangdam juga menyampaikan tentang slogan Prajurit Kodam IX/Udayana dalam melaksanakan tugas pengabdiannya yaitu harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan profesionalisme agar terampil dan sukses dalam pelaksanaan tugasnya.

Selanjutnya memiliki “Loyalitas yang tinggi sebagai wujud kesetiaan dan ketaatan terhadap perintah Komando, dan memiliki “Kebanggaan terhadap profesi pengabdiannya” sehingga senantiasa berbuat yang terbaik, serta “Membangun kebersamaan’ untuk wujudkan soliditas dan sinergitas.

Acara yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama. (Pendam IX/Udy)

Selasa, 22 Oktober 2019

Berpatroli Sambil Bantu Masyarakat, Satgas Yonif Raider 142/KJ Pikul Kayu


Belu - Personel Pos Fohululik Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ melaksanakan patroli pengamanan di jalur tidak resmi dalam rangka mengantisipasi terjadinya tindakan illegal di sepanjang garis perbatasan RI-RDTL.

Hal ini di sampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT, Selasa (22/10/2019).

Diungkapkan Dansatgas, patroli pengamanan perbatasan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan illegal khususnya di jalan-jalan tikus, akan tetapi saat diperjalanan personel Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ mendapati warga perbatasan membawa kayu yang sudah dipotong untuk dibawa ke atas jalan besar guna pembuatan rumah adat di Dusun Fohululik, Desa Lutharato, Kec. Lamaknen Selatan.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa di daerah perbatasan RI-RDTL rawan sekali terhadap penyeludupan seperti hewan ternak, BBM, sembako, miras, pakaian bekas dan kayu gaharu/cendana, sehingga membutuhkan kewaspadaan dari tiap-tiap personel patroli keamanan dalam setiap gerakannya, komunikasi yang telah terjalin dengan penduduk di perbatasan telah menunjang tugas pokok, sehingga sebelumya personel patroli pengamanan mendapat informasi dan masukan dari masyarakat untuk mengetahui jalan-jalan tikus yang sering digunakan oleh pelaku penyelundupan," imbuhnya.

Kegiatan patroli keamanan yang dipimpin langsung oleh Komandan Pos (Danpos) Fohululik Sertu Ediyanto Simangunsong beserta 6 personelnya tersebut, mendapati masyarakat yang sedang mengeluarkan kayu olahan di dekat perbatasan, sehingga menimbulkan kecurigaan dari personel patroli pengamanan, akan tetapi setelah diselidiki secara mendetail kepada para penduduk sekitar, dapat dipastikan bahwa kayu tersebut adalah legal dan akan digunakan untuk pembuatan rumah adat penduduk setempat, sehingga para personel Satgas pun ikut membantu memikul kayu tersebut.

Terpisah, Bpk. Oktovianus Mau Bau (54) selaku Kepala Dusun Debululik menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya personel Pos Fohululik dalam menciptakan keamanan masyarakat di perbatasan.

"Saya mewakili warga Dusun Debululik mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ dalam menciptakan keamanan di perbatasan, dan telah membantu kami membawa kayu yang akan digunakan untuk membangun rumah adat," ungkapnya. (KJ)
© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved