Kabar Denpasar

Rabu, 17 Juli 2019

Walikota Rai Mantra Ikuti Rangkaian Piodalan Di Pura Pengubengan Besakih

BLKNNews, Denpasar - Bertepatan dengan Rahina Purnama Kasa, Selasa (16/7) Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara serta perwakilan sejumlah OPD dilingkungan Pemkot Denpasar lainnya mengikuti serangkaian upacara Piodalan Pura Pengubengan Besakih yang dilaksanakan rutin tiap tahunnya di Pura setempat.

Pura Pengubengan ini merupakan salah satu pura yang di empon  oleh Pemerintah Kota Denpasar, dimana di Pura Pengubengan ini berdiri pelinggih Pesamuhan Bhatara Kabeh yang merupakan rangkaian sebelum Bhatara Turun Kabeh di Penataran Agung.

Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra berkesempatan Nedunang Ida Bhatara Naga Tat Saka Malinggih di Meru Tumpang Solas di Pura Pengubengan Besakih. “Dengan selalu memohon petunjuk kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dari pelaksanaan upacara ini mampu memantapkan Sradha Bhakti umat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari” ujar Rai Mantra.

Di tempat yang sama, Pemangku Pura Pengubengan Jro Mangku Nyoman Artawan menjelaskan rangkaian Piodalan di Pura Pengubengan Besakih pada Selasa (16/7) diisi dengan upacara Nedun Ida Bhatara Naga Tat Saka Malinggih di Meru Tumpang Solas serta Pujawali dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manu Singa Raga dari Gria Taman Sari Sangkan Gunung Muncan.

"Adapun rentetan upacaranya dimulai dengan Nedunang Ida Bhatara, Metik- metik dan Ngiasin (Merias) dilanjutkan dengan Ngelinggihang di Meru Tumpang Solas dan setelah Ida Bhatara melinggih, semua umat melaksanakan pemuspan” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, rangkaian Piodalan dimulai sejak 13 Juli 2019 lalu dengan upacara Mendak Tirta dan Ngaci. Sedangkan pada Rabu (17/7) hingga tiga hari kedepannya dilaksanakan dilaksanakan Bhakti Penganyar dan Nyineb Karya.

"Selaku salah satu pengempon pura, saya ucapkan terimakasih banyak kepada Pemkot Denpasar yang selalu memberikan perhatiannya setiap pelaksanaan pujawali di Pura Pangubengan ini dan saya berharap jalinan ini akan terus terlaksana agar terciptanya keharmonisan di antara pengempon pura," pungkas Jro Mangku Artawan.(esa/r4)

Rai Mantra Hadiri Upacara Melaspas Di Tanjungbungkak dan Banjar Kertalangu

BLKNNews, Denpasar - Pelaksanaan upacara adat dan agama Hindu di Kota Denpasar secara bersamaan dilaksanakan pada Purnama Kasa, Selasa (16/7). Melaspas nuntun lan Mendem Pedagingan, Kori Agung, Aling- Aling, Bale Kulkul, Pererepan lan Pelinggih Pengayatan ring Pura Dalem dan Desa Tanjung Sari. Disamping itu juga upacara Melaspas Bale Banjar Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur. Kedua pelaksanaan upacara ini dihadiri langsung Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra serta Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

Tampak dalam pelaksanaan upacara tersebut sejak pagi terlihat warga desa dan banjar setempat telah bersiap melaksanakan upacara Melaspas. Kehadiran Walikota Rai Mantra disambut warga desa dan banjar setempat. Di Pura Dalem/Desa  Tanjungbungkak Walikota Rai Mantra turut membuka selubung  prasasti di palinggih Pelinggih Pengayatan di  Pura Dalem Tanjung Sari. Sementara di Banjar Kertalangu Kesiman, Walikota Rai Mantra berkesempatan menandatangani prasasti.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan bahwa pelaksanaan karya di Parahyangan Pura Dalem dan Desa Tanjung Sari  ini merupakan wujud bhakti umat yang dalam hal ini adalah Krama Desa terhadap Ida Bhatara. Sehingga pelaksanaan yadnya ini dapat menjadi momentum atau sebagai ajang mulatsarira serta meningkatkan sradha dan bhakti umat dalam menjalankan swadarma.

“Rasa menyamabraya umat Hindu harus kita pupuk, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat terus kita laksanakan guna meningkatkan sradha dan bhakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta, serta dapat memancarkan energi Dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan dan menetralisir hal- hal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya” jelasnya.

Prawartaka Karya, I Nyoman Widartha  didampingi Prajuru Pura Tanjung Sari menjelaskan bahwa karya ini dilaksanakan setelah seluruh pengerjaan fisik renovasi pura rampung. Dimana, rangkaian karya hanya sehari   dimulai sejak Pagi yang diawali Pemujaan Oleh Ida Sulinggih eedan karya Pemelaspas dilanjutkan Mendem Pedagingan, Nuntun, Muspa dan pelaksana penyineban.

“Karya ini kami laksanakan sebagai wujud bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk memohon anugerah kesejahteraan dan kedamaian umat,” jelas Nyoman Widartha.

Sementara I.B Bima Putra Kelihan Banjar Kesiman Kertalangu mengatakan jumlah warga 500 KK dengan pelaksanaan upacara ini dilakukan secara swadaya dan juga dukungan dari Pemkot Denpasar. Pelaksanaan Pemelaspasan dipuput Ida Pedanda Gede Made Buruan Gria Ulon Jungutan. “Semoga dari pelaksanaan upacara ini dapat mempererat rasa menyama braya warga banjar,” ujarnya. (Gus/r5)

Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar Sambangi Desa Kesiman Kertalangu

BLKNNews, Denpasar - Dalam rangka memonitoring perkembangan desa dan meningkatkan pelayanan publik  di Kota Denpasar,  Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar sambangi Desa Kesiman Kertalangu sebagai salah satu nominasi dari Kecamatan Denpasar Timur.  Penilaian ini dilaksanakan di Taman Budaya Kertalangu, Senin (15 Juli).  Hadir dalam kesempatan tersebut , mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar,Ida Bagus Alit Wiradana turut hadir Wakil Ketua Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny.Antari Jaya Negara dan Ketua Tim Penilai Made Sumarsana, yang disambut hangat oleh Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena.

Berdasarkan pemaparam Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena, Desa Kesiman Kertalangu telah melaksanakan berbagai inovasi,  diantaranya menghadirkan program digital desa yang diberi nama "SIKEKAL" (Sistem Informasi Kertalangu), platform Log book untuk menilai kinerja dan prestasi pegawai, 
diterbitkannya Mai Made (Majalah Informasi Masyarakat Desa) yang memberikan informasi kegiatan desa satu th anggaran. Selain itu upaya pemerdayaan desa juga gencar dilakukan seperti menata joging track eko wisata subak padang galak, dan pemanfaatan bumdes yaitu pengembangan sumber air Tirta Lepang yang dijadikan air minum kemasan dan inovasi lainnya.  
"Tentu beragam inovasi ini kami lakukan atas sinergi dan kerjasama dari seluruh aparatur desa dan masyarakat," ungkapnya.  
Lebih lanjut pihaknya menyampaikan,  bahwa Desa Budaya Kertalangu juga menjadi objek wisata budaya yang terus akan dikembangkan, termasuk kedepan pengembangan objek wisata berkuda di Br. Tangtu.

Menurut ketua tim penilai,  Made Sumarsana sebelumnya sudah dilakukan pembinaan 3 bidang pemerintahan,  kewilayahan dan kemasyarakatan sebelum dilaksanakan penilaian presentasi program dan tinjauan ini secara langsung. Mari kita berdayakan masyarakat untuk menyukseskan pembangunan desa di Kota Denpasar.  

Sementara itu,  Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan bahwa inovasi-inovasi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat wajib dilakukan.  

Penilaian dalam suatu lomba  tidak hanya sekedar mencari juara semata tetapi merupakan ajang evaluasi terhadap kreativitas, inovasi, aparat desa dan seluruh komponen masyarakatnya dalam proses memberikan pelayanan publik yang maksimal.   

Saya harapkan penilaian ini dilaksanakan secara objektif, dan yang terpenting adalah penilaian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatakan pelayanan dan harapannya dapat mewujudkan visi misi denpasar (Dev/r4)

Dandim Badung : Kita Punya Perekat Bangsa "Pancasila"

BLKNNews, Denpasar - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS di sekolah menengah atas (SMA) ataupun sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Denpasar di mulai hari ini, Senin (15/07/2019) dengan berbagai kegiatan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) masing masing.

Untuk SMA Negeri 2 Denpasar, kegiatan MPLS juga mulai dilaksanakan hari ini (15/07, red), salah satunya diisi dengan kegiatan wawasan kebangsaan oleh Dandim 1611/Badung dengan tema "Menjiwai Pancasila Dalam Rumah Indonesia".

Dalam paparannya Letkol Inf Handoko Yudho Wibowo, S.E., menyampaikan, zaman dulu wilayah Nusantara ini memiliki raja-raja yang hebat di antaranya pada abad ke 7 berdirinya Kerajaan Sriwijaya, dengan masa kejayaannya pada tahun 812-824 Masehi yang dipimpin oleh Balaputradewa dengan wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, Malaysia, Thailand, Kamboja dan Vietnam namun kehancurannya di akibatkan oleh pemberontakan yang terjadi di kerajaan dalam wilayah kekuasaannya yang dilakukan oleh Raja Colomandala dari negeri Melayu.

Selanjutnya pada tahun 1293 berdirilah Kerajaan Majapahit dan puncak kejayaannya pada pada tahun 1350-1389 Masehi yang dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk dengan Maha Patihnya Gajah Mada. Wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Nusantara dan Asia Tenggara, namun kerajaan tersebut hancur akibat terjadinya perang saudara di dalam wilayah kekuasannya kerajaan itu sendiri yang dikenal dengan Perang Paregreg.

Dua kerajaan besar Nusantara yang sangat termasyur di jamannya tersebut, Sriwijaya dan Majapahit hancur karena selalu ribut sendiri tidak bisa bersatu. Setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit berdirilah kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar di seluruh Nusantara.

Pada tahun 1512 bangsa Eropa masuk ke wilayah Nusantara untuk melakukan perdagangan di antaranya Bangsa Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda. Dalam perjalanannya mereka ingin menguasai wilayah Nusantara yang banyak menghasilkan rempah-rempah. Selanjutnya terjadilah perlawanan oleh raja-raja yang bersifat kedaerahan selama kurang lebih 300 tahun. Perlawanan kedaerahan pun terjadi yang dilakukan oleh Cut Nyak Dien, Sisingamangaraja dan Iman Bonjol di Sumatera, Pangeran Diponogoro di Jawa, Pangeran Antasari di Kalimantan, Sultan Hasanuddin di Sulawesi dan Patimura di Maluku. sedangkan di Bali Nusra dilakukan Patih Jelantik, NTB oleh Sultan Salahudin dan NTT oleh Izak Huru Doko. Namun semua perang atau perlawanan yang bersifat kedaerahan tersebut tidak berhasil mengusir penjajah dari wilayah Nusantara.

Hal tersebut membuat mata dan pikiran para pemuda-pemuda yang berada di wilayah Nusantara untuk bersatu dengan mendirikan organisasi kepemudaan yang bernama Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang dikenal dengan kebangkitan nasional. Gerakan kebangkitan nasional ini adalah untuk mewujudkan kesepakatan jiwa dalam kebersamaan dalam persatuan dan dalam senasib seperjuangan sehingga melahirkan kesadaran dan tekad untuk bersatu. Hanya membutuhkan waktu 20 tahun saja maka lahirlah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 oktober 1928.

Sumpah Pemuda diprakarsai oleh pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan, seperti Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Celebes, Jong Ambon dan yang lainnya, dengan melahirkan tekad untuk berbangsa, bertanah air dan berbahasa satu yaitu "Indonesia".

Lahirnya Sumpah Pemuda sebagai awal terwujudnya tekad perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah sehingga timbul semangat juang dengan Motto "Merdeka atau Mati". Kebersamaan dalam perjuangan dan percaya pada kemampuan sendiri dan hanya dengan waktu 17 tahun Negara Republik Indonesia akhirnya diploklamirkan. Perjuangan yang bersifat nasional tersebut pada puncaknya melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Atas berkat rahmat Allah kita mampu merebut kemerdekaan bumi pertiwi yang berdasarkan Pancasila.

Jika kita bersatu padu, bergotong royong, satukan tekad dan semangat, banyak hal yang bisa kita raih yaitu menghancurkan penjajah yang ratusan tahun telah menjajah kita dan meraih kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju masyarakat adil dan makmur.

Seiring dengan perjalanan waktu dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini dirongrong oleh berbagai gangguan baik dari dalam maupun luar negeri. Dari Luar negeri berupa agresi militer Belanda yang dibantu oleh Sekutu, dari dalam negeri berupa pemberontakan PKI Madiun, PRRI/PERMESTA, DI/TII, RMS dan G 30 S PKI, namun dengan semangat persatuan dan kesatuan NKRI tetap berdiri tegak yang berideologikan Pancasila sebagai dasar negara.

Kepada adik-adik saya, kita punya peluang untuk maju dengan dasar jangan sampai kita hancur karena masalah moralitas, sumber daya harus didayagunakan dengan cara yang benar, contohnya negara Jepang di mana negara matahari terbit tersebut mempunyai area yang sangat terbatas daratannya 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk pertanian dan peternakan tetapi saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia. 80 % mobil yang berjalan di dunia adalah buatan Jepang. Setelah dipelajari Jepang bisa maju karena membiasakan hidup disiplin, mengembangkan mental, melatih tanggung jawab, membiasakan hidup dengan aturan.

Sekarang para peserta MPLS telah mengetahui kita punya semua potensi untuk maju, sikap dan mental seperti apa yang bisa
mendukung kita menjadi bangsa yang maju. Sebagai penerus bangsa, sudah semestinya harus bersyukur memiliki kekuatan besar yaitu "Pancasila".

Pancasila sebagai perekat bangsa untuk menuju manusia Indonesia yang bermoral, di mana dalam setiap silanya telah tertuang mulai dari cara beragama tertuang dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, berinterkasi dengan sesama manusia tertuang pada sila kedua Kemanusian Yang Adil Dan Beradab, cara bernegara tertuang pada sila ketiga Persatuan Indonesia, cara berdemokrasi tertuang dalam sila keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan) dan guna mencapai tujuan nasional telah tertuang pada sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)

Saya harapkan kepada adik-adik peserta MPLS agar dalam pengamalan kelima sila Pancasila tersebut selalu menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama, dengan mengakui persamaan hak, derajat dan kewajiban masing masing, memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berbhinneka tunggal Ika, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama dan mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan suasana kekeluargaan dan gotong royong

Saya ingatkan kembali marilah kita sebagai generasi penerus peduli terhadap bangsa ini maka dengan peduli akan bangsa ini kita akan bisa menjawab dan menghadapi tantangan zaman dengan berbagai bentuk ancaman dan cobaan "Jaga ke Indonesian kita dengan tidak menghilangkan hal fundamental yang terbaik dari bangsa kita yaitu Pancasila, kebhinekaan, semangat persatuan, toleransi kesantunan pluralisme dan kemanusiaan di mana hal inilah yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Sementara itu pihak SMA Negeri 2 Denpasar yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Made Oka Satria mengucapkan terima kasih atas apa yang dipaparkan oleh Dandim 1611/Badung.

Menurutnya kegiatan wawasan kebangsaan tersebut dapat menambah pengetahuan dan kecintaan kita kepada bangsa dan negara, terutama untuk peserta masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di 
sekolah SMAN 2 Denpasar sehingg dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. (PenUdy, @rb)

Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar Sambangi Desa Kesiman Kertalangu

BLKNNews, Denpasar - Dalam rangka memonitoring perkembangan desa dan meningkatkan pelayanan publik  di Kota Denpasar,  Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kota Denpasar sambangi Desa Kesiman Kertalangu sebagai salah satu nominasi dari Kecamatan Denpasar Timur.  Penilaian ini dilaksanakan di Taman Budaya Kertalangu, Senin (15 Juli).  Hadir dalam kesempatan tersebut , mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar,Ida Bagus Alit Wiradana turut hadir Wakil Ketua Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny.Antari Jaya Negara dan Ketua Tim Penilai Made Sumarsana, yang disambut hangat oleh Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena.

Berdasarkan pemaparam Perbekel Desa Kesiman Kertalangu,  I Made Suena, Desa Kesiman Kertalangu telah melaksanakan berbagai inovasi,  diantaranya menghadirkan program digital desa yang diberi nama "SIKEKAL" (Sistem Informasi Kertalangu), platform Log book untuk menilai kinerja dan prestasi pegawai, 
diterbitkannya Mai Made (Majalah Informasi Masyarakat Desa) yang memberikan informasi kegiatan desa satu th anggaran. Selain itu upaya pemerdayaan desa juga gencar dilakukan seperti menata joging track eko wisata subak padang galak, dan pemanfaatan bumdes yaitu pengembangan sumber air Tirta Lepang yang dijadikan air minum kemasan dan inovasi lainnya.  
"Tentu beragam inovasi ini kami lakukan atas sinergi dan kerjasama dari seluruh aparatur desa dan masyarakat," ungkapnya.  
Lebih lanjut pihaknya menyampaikan,  bahwa Desa Budaya Kertalangu juga menjadi objek wisata budaya yang terus akan dikembangkan, termasuk kedepan pengembangan objek wisata berkuda di Br. Tangtu.

Menurut ketua tim penilai,  Made Sumarsana sebelumnya sudah dilakukan pembinaan 3 bidang pemerintahan,  kewilayahan dan kemasyarakatan sebelum dilaksanakan penilaian presentasi program dan tinjauan ini secara langsung. Mari kita berdayakan masyarakat untuk menyukseskan pembangunan desa di Kota Denpasar.  

Sementara itu,  Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan bahwa inovasi-inovasi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat wajib dilakukan.  

Penilaian dalam suatu lomba  tidak hanya sekedar mencari juara semata tetapi merupakan ajang evaluasi terhadap kreativitas, inovasi, aparat desa dan seluruh komponen masyarakatnya dalam proses memberikan pelayanan publik yang maksimal.   

Saya harapkan penilaian ini dilaksanakan secara objektif, dan yang terpenting adalah penilaian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatakan pelayanan dan harapannya dapat mewujudkan visi misi denpasar (Dev/r4)

Rai Mantra Rangkul Insan Kreatif, Gali Potensi Kota Tua Gajah Mada

BLKNNews, Denpasar - Jalan Gajah Mada Denpasar menjadi kawasan wisata kota tua yang dimiliki Kota Denpasar. Sebagai pusat perdagangan dengan keberadaan pasar terbesar yakni Pasar Badung serta didukung dengan gedung-gedung tua dikawasan jalan Gajah Mada, jalan Kartini dan sekitarnya. Walaupun saat ini telah dilakukan beberapa renovasi gedung, tetapi suasana Jalan Gajah Mada tetap menyimpan kenangan sebuah kota tua yang hidup sejak zaman dahulu. Rancangan bangunan khas Bali di kawasan Jalan Gajah Mada masih kental terasa. Pemerintah Kota Denpasar sejak Tahun 2008 lalu telah memasang tulisan kawasan heritage Jalan Gajah Mada sebagai petanda bahwa kawasan ini memiliki sejarah dan harus tetap dijaga dan dilestarikan

“Beberapa kawasan wisata kota Denpasar tampak telah ramai dikunjungi meliputi Sanur, dan kini akan kita hidupkan kembali dengan revitalisasi kawasan Jalan Gajah Mada yang merangkul insan kreatif Denpasar,’’ ujar Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat bertatap muka dengan insan kreatif Denpasar, Jumat malam lalu (12/7) di Warung Bendega Renon Denpasar.

Acara yang dikemas oleh Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar bersama Dinas Pariwisata Kota Denpasar ini dihadiri ratusan insan muda meliputi, Sekaa Teruna dari banjar yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada, musisi, kreator, hingga akademisi. Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra juga menyerahkan Surat Keputusan kepada kepengurusan Bkarf Denpasar yang dapat mengakomodir insan muda di Kota Denpasar.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan kawasan Gajah Mada menyimpan penuh kenangan wisata kota tua yang pernah jaya dimasanya. Sehingga melalui pertemuan ini kami mengajak insan kreatif Denpasar untuk bersama-sama melakukan gagasan dan ide kreatif yang akan dilakukan revitalisasi kawasan Jalan Gajah Mada oleh Pemkot Denpasar. Dibutuhkan keterlibatan insan kreatif Denpasar seperti musisi, penggiat kuliner, arsitektur, hingga kreator-kreator yang telah banyak memberikan kontribusi kepada Kota Denpasar. Seperti halnya kawasan Gang Beji sebagai kawasan kuliner khas Nasi Jinggo untuk dapat kita hidupkan kembali. “Kami ingin membangunan, mengkonsep, hingga menata kembali secara bersama-sama insan kreatif hingga keterlibatan sekaa teruna dikawasan Jalan Gajah Mada untuk membangkitkan potensi-potensi yang ada serta mampu menjadi ruang kreatif dan ekonomi kreatif,”ujar Rai Mantra. Disamping itu Rai Mantra juga memberikan arahan agar nantinya Bkraf Denpasar dapat mengakomodir inovasi dan kreatifitas insan kreatif lewat kegiatan musyawarah kreatif yang tak terlepas dari keberadaan komunitas seperti perfilman, photography, musik, motor custom, fashion hingga kuliner. Pemanfaatan ruang kreatif seperti Youth Park Lumintang hingga nantinya akan ada ruang baru yakni balai budaya Kota Denpasar dapat dipergunakan sebagai art space insan muda kita. “Mari kita bangun ekosistem untuk saling memahami proses antara pemerintah dan insan kreatif untuk memajukan Denpasar sebagai kota kreatif berujung pada minat wisatawan untuk datang serta dapat meningkatkan pendapatan perkapita,”ujarnya

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Denpasar, Dezire Mulyani didampingi Ketua Pelaksana Bkraf Denpasar, I Putu Yuliarta mengatakan pembentukan Bkraf karena dorongan Walikota Rai Mantra lewat visi misi Denpasar kreatif berawasan budaya yang diyakini saling kait mengkait antara keberadaan budaya dan kreatifitas. Lahir sebagai wadah non pemerintah yang kita sebut Bkraf  mengemban visi ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif di Denpasar. Misi kegiatan rebranding jelajah budaya, aktifasi kreatif, aktifasi banjar sebagai kreatif space, aktifasi kegiatan kampus dan sekolah kreatif, peningkatan jejaring aktifitas komunitas dan program kreatif nasional hingga internasional. “Dari pertemuan ini kita menguatkan kembali langkah dalam mendukung komitmen Walikota Rai Mantra melakukan penataan di Jalan Gajah Mada sebagai kawasan wisata kota tua, serta juga menggali saran masukan dari insan kreatif Denpasar,”ujarnya. (pur/r4)

Senin, 15 Juli 2019

Kodam IX/Udayana Terima Pendaftaran Caba PK TNI AD TA. 2019

BLKNNews, Denpasar - Guna memenuhi kebutuhan organisasi, TNI AD memberikan kesempatan kepada generasi muda yang berminat untuk meniti karier dibidang militer. Hal ini disampaikan oleh Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., dalam siaran persnya pada Senin (15/7/2019) di Makodam IX/Udayana, Denpasar.

Kapendam melanjutkan, para peserta yang mengikuti seleksi Calon Bintara PK di wilayah Kodam IX/Udayana wajib memenuhi persyaratan umum, yaitu : Warga Negara Indonesia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada NKRI, tidak memiliki catatan kriminalitas, sehat jasmani dan rohani, tidak berkacamata serta tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Para peserta seleksi Calon Bintara PK tentunya bukanlah anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI, belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pertama sampai dengan 2 (dua) tahun setelah selesai pendidikan pertama. Untuk Calon Bintara PK Pria harus memiliki tinggi badan minimal 163 cm, sedangkan Wanita minimal 157 cm dengan berat badan yang seimbang. Berumur minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun pada saat pendidikan pertama dibuka pada tanggal 30 September 2019.

"Selain itu juga, apabila nanti sudah dilantik sebagai anggota TNI AD, Para Bintara muda tersebut harus bersedia menjalani Ikatan Dinas Prajurit (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun dan juga bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Kapendam.

Besarnya nilai rata-rata Ujian Nasional pada ijazah SMA/MA/SMK pun juga menjadi persyaratan yang mutlak, dengan ketentuan lulusan pada tahun 2015 minimal 55 dan tahun 2016 minimal 50. Untuk reguler dan unggulan di wilayah Pulau Jawa, Sumatera dan Bali, nilai rata-rata UN tahun 2017 minimal 40 dan di wilayah lainnya minimal 38, kemudian untuk tahun 2018 minimal 39 dan di wilayah lainnya minimal 37, sedangkan tahun 2019 nilai rata-rata UN minimal 40.5 dan minimal 38.5 untuk wilayah lainnya. Khusus untuk sumber pulau terluar/perbatasan/pedalaman, lulusan SMA/MA/SMK tahun 2015 s.d 2019, hanya disyaratkan lulus UN saja.

Kapendam menambahkan, para peserta seleksi Calon Bintara PK juga tentunya wajib mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan, diantaranya yaitu pemeriksaan/pengujian administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi dan psikologi. Bagi Calon Bintara PK unggulan pria akan ditambah pengujian materi akademik pada keahlian jurusan masing-masing (Bahasa, Multimedia, Paramedis, Penerbangan, Keagamaan, Informatika, Musik serta Teknik Mesin, Listrik Arus Kuat, Elektro dan Bangunan).

Sebagai persyaratan tambahan, para peserta seleksi Calon Bintara PK wajib melengkapi administrasi surat persetujuan orang tua/wali dan tidak melakukan intervensi terhadap panitia penerimaan maupun penyelenggaraan pendidikan pertama dalam bentuk apapun, kapanpun dan dimanapun, serta orang yang ditunjuk sebagai wali harus berdasarkan surat keterangan dari Kecamatan. Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain atau lembaga pendidikan diluar naungan Kemendikbud juga harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud.

Para peserta seleksi Calon Bintara PK juga tentunya tidak bertato ataupun bekas tato dan ditindik ataupun bekas ditindik kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat, dan juga bersedia mematuhi peraturan bebas KKN baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Apabila terbukti secara hukum melanggar ketentuan tersebut, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan jikapun pelanggaran tersebut ditemukan dikemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama, maka harus bersedia dikeluarkan dari Dikma," demikian tegas Kapendam seraya meyakinkan bahwa penerimaan Prajurit TNI AD ini dilaksanakan secara gratis dan bebas KKN.

Pendaftaran secara online dapat dilakukan melalui website penerimaan Prajurit TNI AD dengan alamat http://ad.rekrutmen-tni.mil.id. Untuk pendaftaran online Calon Bintara PK Unggulan Pria dimulai dari tanggal 1 Juli s.d 4 Agustus 2019, kemudian untuk Calon Bintara PK Wanita telah dibuka dari tanggal 1 Januari s.d 30 Juni 2019, sedangkan Calon Bintara PK Reguler Pria dibuka dari tanggal 1 Januari s.d 27 Agustus 2019, sementara itu khusus untuk Calon Bintara PK Pulau Terluar/Perbatasan/Pedalaman dilaksanakan spotting pada tanggal 1 s.d 15 Juli 2019.

Info pendaftaran lebih lanjut dapat diperoleh di Ajendam IX/Udayana, Ajenrem Tipe “A” 161/WS dan Ajenrem Tipe “B” 162/WB. Kemudian setelah mendaftar secara online, pendaftar datang ke Ajendam/Ajenrem guna mendaftarkan diri ulang (validasi) dengan membawa persyaratan KTP dan foto copy KTP orang tua/wali, Kartu Kewarganegaraan (bagi WNA), Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran, Ijazah dan NEM/NUAN asli (SD, SLTP, SLTA) dengan raportnya serta 2 lembar pas foto 4x6 hitam putih. Masing-masing berkas tersebut agar difoto copy rangkap 1 dan dikumpul dengan menggunakan map hijau.

Penjelasan lebih rinci tentang tata cara, persyaratan administrasi dan lain-lain dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau dengan membuka Website http://ad.rekrutmen-tni.mil.id. Untuk blangko administrasi disediakan di tempat pendaftaran. (PenUdy, @rb)

Alm. Prof. IB. Mantra Raih Penghargaan "Lifetime Achievements" dari GHE

BLKNNews, Denpasar - Siapa yang tak kenal sosok alm. Prof Dr. IB Mantra, sosok Gubernur Bali periode 1978-1988 ini memiliki segudang pemikiran dan karya yang masih kita rasakan sampai saat ini. Kendati saat ini beliau telah tiada, karya ayahanda dari Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra masih tetap menjadi pedoman dan inspirasi bagi masyarakat Bali. Tak jarang, lantaran karyanya yang memberikan manfaat bagi masyarakat Bali ini mendapat apresiasi banyak pihak. 

Kali ini, sosok alm. Ida Bagus Mantra dianugrahi Penghargaan Sepanjang Masa (Lifetime Achievement) oleh Global Hospitality Expert (GHE) serangkaian HUT ke-2 yang diselenggarakan di Soverign Hotel (13/7) kemarin. 

Sosok yang dikenal sebagai pendiri Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan pencetus Pesta Kesenian Bali (PKB) ini menjadi satu-satunya penerima penghargaan sepanjang masa. Sedangkan 12 orang tokoh  lainya mendapat anugrah Global Hospitality Award atas pemikiran cerdasnya dalam memajukan pariwisata di Bali dan Indonesia. 

"Penganugrahan Penghargaan sepanjang masa (Lifetime Achievement) ini kepada almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra Gubernur Bali periode 1978 - 1988) serta tokoh budaya Bali, karena dinilai telah meletakkan pondasi pariwisata Bali yang berbasis budaya dan menjadi taksu pariwisata Bali hingga saat ini," ujar President Director GHE, Agus Yoga Iswara, BBA.,BBM.,MM.,CHA

Lebih lanjut dijelaskan,  menjelaskan bahwa GHE sebagai tenaga expert merasa terpanggil untuk menguatkan kembali ketahanan sumber daya manusia, bukan hanya pada technical skills namun juga pada soft skills dan human skills untuk melakukan inovasi dan kreatifitas dalam menjalankan usaha bisnis dengan tanpa merusak atau mengabaikan sisi keunggulan destinasi.

“Kita melihat bagaimana alam budaya-seni sebagai keunggulan destinasi saat ini dihadapkan pada ancaman degradasi dalam berbagai hal seperti kualitas sumber daya alam, perubahan gaya hidup masyarakat serta pengaruh dunia digital. Ini perlu disikapi dengan cara pandang yang holistic dan visioner bahwa industri ini perlu penyelamatan yang nyata dan konsisten,” ujarnya.

Sementara, ketua penyelenggara kegiatan, I Made Ramia Adnyana, SE,.MM.,CHA, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 di Bali juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali dan Indonesia bukan hanya terkenal sebagai destinasi wisata namun juga dikenal sebagai pencetak dan penyedia sumber daya manusia kepariwisataan yang handal dan kompeten. Karena disadari bahwa keberlanjutan suatu destinasi dan industri pariwisata sangat tergantung pada kualitas SDM yang mengelolalanya.

“Kegiatan Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 di Bali akan menjadi embrio agenda tahunan kedepannya. Kedepannya akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai kota besar di Indonesia untuk pemerataan dan menjadi gerakan nasional akan pentingnya pemahaman industri pariwisata sebagai bentuk perekonomian yang berbasis kerakyatan, ” pungkasnya.[r5]

Rai Mantra Rangkul Insan Kreatif, Gali Potensi Kota Tua Gajah Mada

BLKNNews, Denpasar - Jalan Gajah Mada Denpasar menjadi kawasan wisata kota tua yang dimiliki Kota Denpasar. Sebagai pusat perdagangan dengan keberadaan pasar terbesar yakni Pasar Badung serta didukung dengan gedung-gedung tua dikawasan jalan Gajah Mada, jalan Kartini dan sekitarnya. Walaupun saat ini telah dilakukan beberapa renovasi gedung, tetapi suasana Jalan Gajah Mada tetap menyimpan kenangan sebuah kota tua yang hidup sejak zaman dahulu. Rancangan bangunan khas Bali di kawasan Jalan Gajah Mada masih kental terasa. Pemerintah Kota Denpasar sejak Tahun 2008 lalu telah memasang tulisan kawasan heritage Jalan Gajah Mada sebagai petanda bahwa kawasan ini memiliki sejarah dan harus tetap dijaga dan dilestarikan

“Beberapa kawasan wisata kota Denpasar tampak telah ramai dikunjungi meliputi Sanur, dan kini akan kita hidupkan kembali dengan revitalisasi kawasan Jalan Gajah Mada yang merangkul insan kreatif Denpasar,’’ ujar Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat bertatap muka dengan insan kreatif Denpasar, Jumat malam lalu (12/7) di Warung Bendega Renon Denpasar.

Acara yang dikemas oleh Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar bersama Dinas Pariwisata Kota Denpasar ini dihadiri ratusan insan muda meliputi, Sekaa Teruna dari banjar yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada, musisi, kreator, hingga akademisi. Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra juga menyerahkan Surat Keputusan kepada kepengurusan Bkarf Denpasar yang dapat mengakomodir insan muda di Kota Denpasar.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan kawasan Gajah Mada menyimpan penuh kenangan wisata kota tua yang pernah jaya dimasanya. Sehingga melalui pertemuan ini kami mengajak insan kreatif Denpasar untuk bersama-sama melakukan gagasan dan ide kreatif yang akan dilakukan revitalisasi kawasan Jalan Gajah Mada oleh Pemkot Denpasar. Dibutuhkan keterlibatan insan kreatif Denpasar seperti musisi, penggiat kuliner, arsitektur, hingga kreator-kreator yang telah banyak memberikan kontribusi kepada Kota Denpasar. Seperti halnya kawasan Gang Beji sebagai kawasan kuliner khas Nasi Jinggo untuk dapat kita hidupkan kembali. “Kami ingin membangunan, mengkonsep, hingga menata kembali secara bersama-sama insan kreatif hingga keterlibatan sekaa teruna dikawasan Jalan Gajah Mada untuk membangkitkan potensi-potensi yang ada serta mampu menjadi ruang kreatif dan ekonomi kreatif,”ujar Rai Mantra. Disamping itu Rai Mantra juga memberikan arahan agar nantinya Bkraf Denpasar dapat mengakomodir inovasi dan kreatifitas insan kreatif lewat kegiatan musyawarah kreatif yang tak terlepas dari keberadaan komunitas seperti perfilman, photography, musik, motor custom, fashion hingga kuliner. Pemanfaatan ruang kreatif seperti Youth Park Lumintang hingga nantinya akan ada ruang baru yakni balai budaya Kota Denpasar dapat dipergunakan sebagai art space insan muda kita. “Mari kita bangun ekosistem untuk saling memahami proses antara pemerintah dan insan kreatif untuk memajukan Denpasar sebagai kota kreatif berujung pada minat wisatawan untuk datang serta dapat meningkatkan pendapatan perkapita,”ujarnya

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Denpasar, Dezire Mulyani didampingi Ketua Pelaksana Bkraf Denpasar, I Putu Yuliarta mengatakan pembentukan Bkraf karena dorongan Walikota Rai Mantra lewat visi misi Denpasar kreatif berawasan budaya yang diyakini saling kait mengkait antara keberadaan budaya dan kreatifitas. Lahir sebagai wadah non pemerintah yang kita sebut Bkraf  mengemban visi ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif di Denpasar. Misi kegiatan rebranding jelajah budaya, aktifasi kreatif, aktifasi banjar sebagai kreatif space, aktifasi kegiatan kampus dan sekolah kreatif, peningkatan jejaring aktifitas komunitas dan program kreatif nasional hingga internasional. “Dari pertemuan ini kita menguatkan kembali langkah dalam mendukung komitmen Walikota Rai Mantra melakukan penataan di Jalan Gajah Mada sebagai kawasan wisata kota tua, serta juga menggali saran masukan dari insan kreatif Denpasar,”ujarnya. (pur/r4)

Denpasar Tuan Rumah Asia Pasific City Summit & Mayors Forum Tahun 2021

BLKNNews, Denpasar -  IGN Jaya Negara pun mendapat kehormatan untuk mengikuti kongres dan menjadi salah satu pembicara saat Plenarry Session serangkaian Konferensi dua tahunan kota se-Asia Pasifik tersebut.

Diakhir session sebelum dilaksanakanya penutupan pada Rabu (10/7), turut dilaksanakan pemilihan Tuan Rumah Penyelenggara Asia Pasific City Summit and Mayors Forum untuk tahun 2021. Hasilnya, Denpasar berhasil terpilih dan ditunjuk menjadi tuan rumah. Keputusan tersebut dibacakan langsung oleh Lord Mayor Of Brisbane, Graham Quirk yang membacakan keputusan dewan juri yang menyatakan bahwa Denpasar menjadi pemenang pemilihan Tuan Rumah Asia Pasific City Summit and Mayors Forum Tahun 2021 mendatang.

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menyambut baik dipilihnya Kota Denpasar menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asia Pasific City Summit and Mayors Forum Tahun 2021. Tentunya hal ni merupakan capaian posotif untuk meningkatkan kepercayaan dunia internasional kepada Kota Denpasar. Mengingat Denpasar sebelumnya juga menjadi lokai kunjungan Annual Meeting IMF-World Bank dan Tuan Rumah Konferensi Internasional Eropa-Asia Organitaion World Heritage City (OWHC) ke-IX Tahun 2019.

“Tentunya kami berterimakasih kepada semua pihak yang tak henti-hentinya berinovasi serta memberikan pelayanan maksimal sehingga Kota Denpasar mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah konferensi nasional, multi nasional dan internasional,” kata Jaya Negara.

Jaya Negara mengajak semua pihak untuk mempersiapkan segala keperluan guna mendukung maksimalnya pelaksanaan  Asia Pasific City Summit and Mayors Forum di Tahun 2021. Nantinya kepercayaan ini harus kita jaga sebaik mungkin untuk memperkenalkan tradisi, budaya dan pariwisata di Kota Denpasar.

Seperti halnya Tradisi Melayangan, Festival Ogoh-ogoh, Obyek Wisata Pantai Sanur, Tukad Bindu, Taman Kumbasari Tukad Badung, Ecotorism, Prasasti Balanjong, Kawasan Heritage Gajah Mada, Patung Catur Muka yang juga sempat dikunjungi delegasi IMF World Bank dan OWHC.

“Tentunya momentum ini kami maanfatkan juga sebagai ajang promosi pariwisata untuk memperkenalkan kebudayaan serta tradisi di Kota Denpasar sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Dennpasar,” jelas Jaya Negara.

Sementara, Lord of mayor Brisbane Mr. Graham Quirk beserta jajaran pemerintah Kota Brisbane mengucapkan selamat atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai Tuan Rumah Asia Pasific City Summit and Mayors Forum  Tahun 2021

“Kami mengucapkan terimakasih atas suksesnya pelaksanaan Asia Pasific City Summit and Mayors Forum Tahun 2019 dikota kami (Brisbane) serta mengucapkan selamat atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini di Tahun 2021,” ucapnya. (Ags/r5)

Kodam IX/Udayana bersama Perkumpulan Bikers Lintas Daerah Gelar Gowes Road Bike 80 Km

BLKNNews, Denpasar - Olahraga bersepeda, apabila dijalankan dengan rutin maka akan sangat bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya untuk mengendalikan berat badan, mengurangi resiko penyakit serta dapat meningkatkan kekuatan dan keseimbangan tubuh termasuk mengurangi stres.

Demikian yang disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., dalam sambutannya pada Minggu (14/7/2019) usai melaksanakan kegiatan Gowes Road Bike dalam rangka HUT ke 62 Kodam IX/Udayana yang dilaksanakan dengan route yang ditempuh sejauh 80 Km dan mengambil titik start/finish di Makodam IX/Udayana.

“Berkaitan dengan pelaksanaan Gowes Road Bike ini, selaku Pangdam IX/Udayana maupun pribadi, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Panitia, Sponsor, Komite Sepeda Bali, para undangan dan hadirin sekalian yang turut berpartisipasi meramaikan dan menyukseskan Gowes Road Bike ini,” ungkap Pangdam.

Tidak lupa juga Pangdam mengucapkan terimakasih kepada para peserta yang tergabung dalam club-club bikers se Jawa Timur, Bali dan NTB, seperti diantaranya kelompok Bikers dari Kodam IX/Udayana yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana, para Bikers dari NTB dengan pimpinan langsung Danrem 162/WB, Polpit (Polda Bali), Cang Gowes Terus (CGT), Rojali (Malang), Gasak, KPSD, WAFCC, XC Bukitoo, SUB Cycling, 46 Cyclist WDR dan Istaring.

“Perlu diketahui bahwa kegiatan Gowes Road Bike ini selain merupakan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-62 Kodam IX/Udayana, juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk menggiatkan dan memasyarakatkan olahraga bersepeda. Disamping itu juga, kegiatan ini diharapkan sebagai wahana silaturahmi, saling mengenal satu sama lain, saling bertukar informasi sehingga menumbuhkan keakraban dan kebersamaan,” tegas Pangdam.

Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap kegiatan sehat seperti ini dilaksanakan secara rutin, sebab dengan bersepeda juga akan dapat mengurangi polusi udara, sehingga kita akan selalu hidup sehat sebagaimana slogan ‘mensana incorpore sano’ yaitu di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., dalam konferensi persnya bersama rekan-rekan media, mengungkapkan bahwa kegiatan Gowes Road Bike pada hari ini dengan menempuh route sejauh 80 Km, yang mengambil titik Start di depan Makodam IX/Udayana, dimulai pada pukul 06.30 Wita. Selanjutnya menuju Jalan Veteran dan Jalan By Pas Ida Bagus Mantra hingga sampai pada Pit stop-1 di Goa Gajah dengan jarak tempuh 25,3 Km.

Setelah istirahat beberapa saat, dari Pit stop-1 di tanjakan Goa Gajah menuju Pit stop-2 Istana Tampaksiring dengan jarak sejauh 14 Km, selanjutnya menuju Pit stop-3 di Bali Bird Park yang berjarak sekitar 30 Km dengan melintasi Jalan Raya Tegallalang sampai dengan Jalan Raya Singapadu. Kemudian dari Bali Bird Park menuju titik Finish di Makodam IX/Udayana yang ditempuh kurang lebih sejauh 10,7 Km melintasi Jalan Raya Batu Bulan, Jalan Nangka hingga Jalan Hasanudin.

Selesai pelaksanaan Road Bike, untuk mengendorkan kembali otot-otot yang tegang dan menghilangkan kelelahan usai mengikuti kegiatan yang menggembirakan tersebut, di Lapangan Apel Makodam IX/Udayana para bikers selanjutnya menikmati hiburan dan dilanjutkan dengan pembagian doorprize serta foto bersama dan berfoto selfie/swafoto dengan Photo Booth yang telah disediakan panitia.

Pada kesempatan itu juga, Kapendam menyampaikan bahwa selain pelaksanaan Road Bike ini, Kodam juga akan menggelar acara yang tidak kalah besar yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2019 mendatang yaitu “Udayana Run 5K & 10K” dengan mengambil lokasi di area Kuta Beach, Kabupaten Badung.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan rangkaian peringatan HUT ke-62 Kodam IX/Udayana ini, para peserta dibagi menjadi beberapa kategori yaitu kategori untuk Umum, TNI, Polri dan Pelajar, dengan hadiah medali bagi 150 Finisher pertama serta total hadiah sebesar Rp. 200.000.000,-.

“Untuk itu, kami dari pihak Kodam IX/Udayana berharap kepada rekan-rekan media untuk turut serta membantu mempublikasikan acara tersebut, sehingga acara Udayana Run 5K dan 10K ini dapat diketahui dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat baik di wilayah Provinsi Bali maupun luar Bali,” demikian tegas Kapendam seraya mengakhiri konferensi persnya. (PenUdy, @rb)

Rabu, 10 Juli 2019

Pemerintah Wajib Kontrol Sekolah Swasta, “Jangan Sampai Memungut Biaya Terlalu Besar"

BLKNNews, Denpasar - Para siswa yang tidak diterima disekolah negeri, mau tidak mau harus masuk ke sekolah swasta. Namun, tingginya biaya menjadi keluhan para orang tua siswa. Terlebih, sejak diterapkannya system zonasi dalam Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB).

Menyikapi hal tersebut, dipandang perlu adanya kontrol dari pemerintah terhadap sekolah swasta. Sehingga, penyelenggara pendidikan tak melulu mengejar biaya tinggi yang dirasa sangat memberatkan orang tua siswa.

“Jangan sampai memungut biaya terlalu besar. SPP besar. Uang pembangunan besar. Akhirnya semua menginginkan (sekolah) negeri. Yang sudah (sekolah) di swasta akhirnya ke negeri juga,” kata Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta, Selasa (09/07).

Sejatinya, persoalan pendidikan menjadi wajib urusan pemerintah. Tak hanya status negeri, swasta pun juga harus mendapat perhatian dan control. Dengan demikian, sekolah swasta tak boleh berfikir pada sisi bisnisnya saja.

“Bukan bisnis seperti jual saham. Tanggung jawab pribadi. Ini (pendidikan) uusan wajib. Urusan membangun generasi. Kalau dibiarkan berkembang dengan hukum pasar, bukan pendidikan namanya,” tandasnya.

Kedepan, pemerintah perlu mengeluarkan regulasi khsusus yang mengatur tata kelola sekolah swasta yang disesuaikan dengan azas kepatutan dan kepantasan. Menurutnya, selama ini pemerintah kurang membangun koordinasi yang kokoh dengan pihak sekolah swasta.

“Bukannya kami tidak percaya pada (sekolah) swasta. Tapi dengan kondisi seperti sekarang, baru terasa kroditnya,” jelasnya. Disisi lain, sekolah swasta juga ingin mendapatkan anak didik. Karena di sana ada guru-guru maupun tenaga administrasi yang memerlukan pekerjaan.

Komisi IV tak menutup kemungkinan jika pemerintah akan menggelontorkan BOSDa (Bantuan Operasional Sekolah Daerah). Namun, tak semua sekolah swasta yang akan menerima. Ada juga yang menolak untuk menerima. Pasalnya, untuk meghindar dari proses pertanggungawaban.

“Biar tidak ada campur tangan pemerintah. Padahal, bukan berarti tidak menerima BOS, pemerintah tidak boleh turut campur tangan. Karena pendidikan itu urusan wajib pemerintah. Urusan wajib negara,” pungkas dia.  (Dp/r2)

Tingkatkan Kemampuan Personel dan Satuan, Pangdam IX/Udayana Buka Latihan Pam VVIP

BLKNNews, Denpasar - Latihan Pengamanan VVIP sangat penting dilaksanakan mengingat wilayah Kodam IX/Udayana khususnya Provinsi Bali sering dijadikan sebagai tempat diselenggarakannya even-even berskala nasional maupun internasional yang dihadiri baik oleh Kepala Negara, Kepala Pemerintahan maupun Tamu Negara Setingkat Kepala Negara, sehingga memerlukan pengamanan yang sifatnya Very Very Important Person (VVIP).

Demikian diungkapkan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., dalam amanatnya pada Upacara Pembukaan Latihan Pengamanan VVIP Kodam IX/Udayana TA. 2019 yang digelar di Lapangan Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, Selasa (9/7/2019).

"Latihan Pam VVIP bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dan satuan jajaran Kodam IX/Udayana dalam melaksanakan tugas Pam VVIP baik yang berskala Nasional maupun Internasional. Oleh karena itu, saya berharap latihan ini harus dilaksanakan dengan serius melalui mekanisme latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut oleh penyelenggara latihan maupun peserta latihan," tambah Pangdam.

Kegiatan latihan yang dilaksanakan selama 5 hari kedepan, yakni sampai dengan Sabtu (13/7), para peserta nantinya akan diajarkan materi-materi Pengetahuan dan Keterampilan yang meliputi pembekalan sebagai Komandan Pengamanan Komplek (Danpamplek) serta Operasional dan Mekanisme Pengamanan VVIP. Kemudian untuk Materi Keterampilan, meliputi pembekalan bagi personel Pengamanan Tempat Acara (Instalasi) yaitu sterilisasi Personel, Materiil dan Instalasi.

Bagi personel Pengamatan dan Penyelamatan (Mattan) diberikan keterampilan bagaimana melaksanakan pelolosan tamu VVIP dalam ruangan serta Pertempuran Jarak Dekat (PJD). Selanjutnya bagi personel Petugas Medis dilatihkan keterampilan melaksanakan Evakuasi Medis dan mengatasi Gangguan Medis bagi personel VVIP. Sedangkan untuk personel Patroli Pengawalan (Patwal) dilatihkan bagaimana melaksanakan Pam VVIP dalam Perjalanan dengan Pengawalan Bermotor serta cara Mengatasi Ancaman dan Gangguan terhadap Pengawalan Protokol Kenegaraan.

"Untuk itu saya tekankan kepada penyelenggara dan seluruh pelatih yang terlibat dalam latihan VVIP ini, agar melatihkan semua materi dengan serius dan sungguh-sungguh sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dan kepada seluruh peserta latihan harus memperhatikan semua petunjuk maupun instruksi yang diberikan oleh para instruktur atau pelatih. Patuhi aturan yang berlaku, perhatikan faktor keamanan personel dan materiil yang menjadi tanggung jawab masing-masing, sehingga latihan dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar sesuai rencana latihan," demikian tegas Pangdam.

Hadir dalam Upacara Pembukaan tersebut antara lain Para Staf Ahli Pangdam IX/Udayana, Para Asisten Kasdam IX/Udayana, Para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Kabaglat Rindam IX/Udayana, Kasrem 163/WSA, dan Para Instruktur/Pelatih serta Para Peserta Latihan yang berjumlah sekitar 1.000 orang. (PenUdy, @rb)

Pemprov Bali Diharapkan Berikan BOSDA Pada Sekolah Swasta

BLKNNews, Denpasar - Banyaknya orang tua siswa yang mengeluh terhadap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi sorotan dewan. Pasalnya, dengan system zonasi yang diterapkan oleh Pemerintah justru membuat banyak siswa tercecer akibat jarak antara tempat tinggal dengan sekolah. Sehingga, banyak siswa yang terpaksa masuk sekolah swasta yang biaya terbilang cukup tinggi.

Atas dasar itulah, salah satu anggota Komisi IV DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja menganggap Gubernur Bali Wayan Koster yang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) telah tepat. Selain untuk mengoptimalkan siswa yang tercecer, juga untuk memberikan keadilan bagi sekolah swasta.

“Keputusan Pak Gubernur tepat sekali mengeluarkan SE. Kenapa demikian, beliau juga memikirkan sekolah swasta. Sekolah swasta juga punya guru, guru juga punya keluarga dan perlu penghidupan,” akunya, Senin (08/07).

Dirinya tak memungkiri jika keinginan para orang tua untuk mendapatkan pendidikan bagi anak-anaknya tentunya yang berkualitas dan murah. Dibandingkan dengan sekolah swasta yang biayanya lebih tinggi ketimbang sekolah negeri. Untuk itu, perlu adanya kebijakan terhadap sekolah swasta.

“Jadi memang keinginan dari para orang tua, tentu biayanya murah. Orang tua murid ini 50:50, biar bukan negeri yang dia pikirkan itu biaya. Yang penting dapat sekolah, biayanya murah,” jelasnya.

Disisi lain, selama ini biaya tinggi yang diterapkan oleh sekolah swasta tak lebih dari biaya operasional dan untuk menggaji para guru serta karyawan. Sehingga, perlu adanya bantuan dari Pemerintah Daerah untuk memberikan BOSDa (Bantuan Operasional Sekolah Daerah).

“Sementara inikan swasta kan serba susah. Susahnya, satu sisi terkait dengan kehidupan kesejahteraan pengajar dan lainnya. Coba sekarang diadakan BOSDA, berikan kepada swasta, sama kayak negeri. Pasti orang akan berbondong-bondong ke swasta, karena biayanya murah,” tandas dia.

Perlu dicatat, apabila sekolah swasta telah mendapatkan BOSDA dari pemerintah, harus diimbangi dengan peningkatan SDM, kualitas, dan konsistensi dalam memberikan pendidikan kepada para siswa.

“Mari kita berbenah, mudah-mudahan Pemprov Bali bisa memberikan BOSDA di daerahnya pada swasta. Bila perlu dari pusat, biar ada kesamaan baik negeri apa swasta,” kata politisi asal Kuta Selatan ini. Terakhir, program jangka panjang untuk bidang pendidikan yakni soal pembangunan gedung sekolah baru. (Dp/r2)

Pembukaan Sidang Paripurna DPRD, Pemkot Ajukan 5 Ranperda Untuk Ditetapkan Menjadi Perda

BLKNNews, Denpasar - Sidang Paripurna ke-9 DPRD Kota Denpasar tahun 2019 yang mengambil agenda usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)  digelar Senin (8/7) di gedung DPRD Kota Denpasar.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede ini dihadiri Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira, AA Ketut Asmara Putra, I Made Mulyawan Arya, anggota DPRD Kota Denpasar, serta Forkompinda Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Pemkot Denpasar selaku eksekutif mengajukan lima Rancangan Peraturan Daerah untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Adapun kelimanya yakni Ranperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2018-2029, Ranperda tentang Perubahan Atas Perda No 2 Tahun 2016 tentang Pemilihan Perbekel.

Selanjutnya, Ranperda tentang perubahan atas Perda No 5 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung, Ranperda tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sewakadarma, dan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Denpasar Tahun Angaran 2018.

Dalam kesempatan tersebut DPRD Kota Denpasar turut mengusulkan Ranperda Inisiatif tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam pidato pengantarnya merinci satu per satu usulan lima Ranperda ini. Mengingat pengajuan dan perubahan atas perda dilandaskan pada aspek kemanfaatan bagi masyarakat Kota Denpasar.

Seperti halnya Rencana Induk Pembangunan Kapariwisataan Daerah memiliki peranan penting sebagai pedoman pengembangan pariwisata daerah. Dimana, dengan adanya pedoman ini dapat memberikan arah terhadap kebijakan, strategi dan program untuk dapat tercapainya visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan kepariwisataan.

Lebih lanjut dijelaskan, Perda tentang pelaksanan pemilihan Perbekel penting untuk dilaksanakan. Hal ini lantara penyelenggaran pemerintahan desa sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan Kota Denpasar.

Khusus untuk Perda Bangunan gedung, diperlukan adanya perubahan untuk memberikan kenyamaan dan rasa keadilan bagi masyarakat untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Hal ini dilaksanakan dengan tetap berpedoman pada landasan Tri Hita Karana serta konsep penataan ruang yang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 

Rai Mantra menambahkan, untuk Perda Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sewakadarma yang beroperasi sejak tahun 1997 ini diharapkan terus memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.

Dengan adanya perubahan bentuk perusahaan ini diharapkan senantiasa memberikan pelayanan maksimal berdasakan prinsip penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang baik.

Sedangkan untuk Ranperda Pertanggungjawaban  Pelaksanaan APBD Kota Denpasar Tahun 2018 Rai Mantra merinci bahwa Pendapatan Daerah yang direncanakan sebesar Rrp. 2,06 Ttriliun lebih dapat direalisasikaan sebesar Rp. 2,12 Triliun lebih.

Sedangkan Belanja Daerah dan Transfer yang direncanakan sebesar Rp. 2,36 Triliun lebih terealisasi sebesar Rp. 2,09 Triliun lebih. Dari laporan TA. 2018, Pemkot Denpasar pun mampu membukukan SILPA sebesar Rp. 323,36 Milyar lebih.

“Di Tahun 2018 pendapatan daerah Kota Denpasar dapat direlisasikan melebihi target yang telah ditetapkan, pun demikian pada Belanja Daerah dapat dilakukan penghematan dengan melaksanakan efisiensi dengan tetap berpedoman pada prinsip efisiensi, efektivitas dan ekonomis, serta  tentunya kami berharap hasil yang terbaik dalam mendukung suksesnya pembangunan Kota Denpasar di segala lini guna mencapai peningkatan taraf hidup masyarakat menuju kesejahteraan rakyat," jelas Rai Mantra.

Sementara, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede menjelaskan bahwa Perda Inisiatif tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega ini diusulkan kepada jajaran eksekutif mengingat kelestarian Bendega harus terus dilaksanakan.

Hal ini mengingat Denpasar secara geogorafis memiliki garis pantai yang cukup panjang. Selain itu, keberadaan Bendega merupakan sebuah profesi yang identik dengan kearifan lokal masyarakat Bali.

“Bendega merupakan isitilah bagi nelayan Bali, dan pelestarian Bendega sebagai kebudayaan Bali harus tetap kita dukung, mengingat banyak cara dan strategi tradisional yang harus kita jaga sebagai cikal bakal lmu melaut masyarakat Bali,” paparnya. (Ags/r5)

Menghadap Gubernur, Komisi IV Sebut Tambah Ruang Kelas dan Sekolah Sore Jadi Solusi

BLKNNews, Denpasar - Menyikapi keluhan para orang tua siswa yang tercecer, Dewan langsung menemui Gubernur Bali Wayan Koster dan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali seusai melakukan audiensi dengan para orang tua siswa.

Hasilnya, DPRD Bali bersama Disdik masih menunggu data berapa jumlah anak secara keseluruhan yang tidak diterima disekolah negeri.

“Setidaknya kita tunggu pengumuman besok (hari ini) agar petanya jelas, berapa anak yang belum tertampung,” ujar Ketua Komisi IV Nyoman Parta, Senin (08/07).

Komisi IV juga menghimbau kepada orang tua dan siswa yang sudah mendaftarkan diri ke sekolah swasta supaya tak mencabut pendaftaran dan berpindah ke sekolah negeri.

“Yang sudah diswasta, berlanjutlah diswasta. Jadi biar tidak menambah krodit persoalannya. Yang belum dapat, nanti akan dicarikan solusinya setelah tanggal 9 Juli ini,” tandasnya.

Lebih lanjut, Komisi IV mneyebut bahwa solusi jangka panjang yang paling strategis adalah membangun sekolah baru. Namun, untuk solusi jangka panjangnya agar siswa yang tercecer bisa bersekolah yakni sekolah sore dan tambahan kelas.

“Jangka pendeknya, nambah sekolah sore. Ada solusi nambah ruang kelas,” tegas dia. (Dp/r2)

Mesadu, Orang Tua Siswa Tercecer Minta Solusi PPDB

BLKNNews, Denpasar - Perjuangan para orang tua agar diterima di sekolah negeri hingga kini terus dilakukan. Kali ini, puluhan orang tua siswa kembali mendatangi DPRD Bali untuk meminta solusi kepada dewan agar para anak-anak yang tercecer bisa masuk ke SMA/SMK Negeri.

Kedatangan para orang tua tersebut diterima langsung oleh Ketua Komisi IV Nyoman Parta, Anggota Nyoman Budi Utama, Utami Dewi, I Gusti Putu Budiartha, Bagus Suwirta Wirawan, Wayan Sutena, Wayan Rawan Atmaja, Anggota Komisi II Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, dan Anggota Komisi III Nyoman Laka.

Salah satu orang tua siswa bernama Gede Indrajaya saat beraudiensi menyatakan, dirinya bersama para orang tua lainnya ingin mendapatkan kejelasan terkait nasib anaknya yang tercecer akibat tak masuk dalam sekolah negeri. Terlebih, saat mendaftar para orang tua diharuskan membuat surat pernyataan tidak mendaftar disekolah swasta. Padahal, jika dilihat dari perolehan Nilai Ebtanas Murni (NEM) seharusnya bisa masuk ke sekolah negeri. Ditambah lagi, saat ini ada Surat Edaran (SE) dari Gubernur Bali untuk mengoptimalkan PPDB, khususnya untuk para siswa yang tercecer.

“Sejauh mana relevansi Surat Pernyataan tersebut? Merasa punya NEM besar mereka mendaftar lagi ke negeri, padahal sudah ada swasta sejak ada SE Gubernur. Kenyataannya sekarang masih banyak anak didik yang NEM bersaing tapi tidak diterima,” katanya saat menyampaikan keluhannya di Wantilan DPRD Bali, Senin (08/07).

Hal yang sama juga disampaikan oleh orang tua siswa lainnya bernama Ketut Supartana asal Buana Kubu. Dirinya meminta kepada pemerintah untuk bisa memberikan rasa adil bagi para siswa. “Yang tidak tertampung ini bisa diakomodir, ada solusi dan rasa adil. Entah masuk sore atau penambahan kelas,” katanya. (Dp/r2)
© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved