BLKN News TV

Jumat, 24 Mei 2019

Jumat, 03 Mei 2019

Semesta Bali Resik Sampah 2019, Kodam IX Udayana Gelar Karya Bakti di Pantai Kelan


BLKNNews ■ Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke 62 Kodam IX/Udayana yang jatuh pada 27 Mei mendatang, dengan mengusung tema "Mengabdi Dan Membangun Bersama Rakyat", Kodam IX/Udayana dibawah kepemimpinan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., tiada henti membangun sinergitas dan jiwa korsa antara prajurit, masyarakat dan komponen bangsa lainnya.

Kali ini, Kodam IX/Udayana menggandeng Pemerintah Kabupaten Badung serta segenap komponen masyarakat melaksanakan kegiatan karya bakti pembersihan pantai yang merupakan salah satu wujud dalam membantu dan menjadi contoh serta mempelopori usaha-usaha mengatasi tercemarnya lingkungan sekitar di Pantai Kelan dan Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (2/5).

Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, yang pada kegiatan tersebut mewakili Pangdam IX/Udayana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa karya bhakti yang diselenggarakan di kawasan Pantai Kedonganan ini bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat sekitar dalam memelihara  kebersihan lingkungan pantai yang berada di wilayah masing-masing, sebagai implementasi dari program rencana 'Semesta Bali Resik Sampah 2019' serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan tenteram khususnya bagi masyarakat pesisir pantai.

"Dengan kegiatan karya bhakti seperti ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat cinta lingkungan yang bersih, indah dan sehat terhadap ekosistem laut dan pesisir serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, terutama pedagang ikan yang berdomisili disekitarnya," ungkap Pangdam.

Pemkab Badung dibantu masyarakat sekitar pantai selama ini telah berusaha secara maksimal guna membersihkan maupun mengatasi sampah terutama sampah plastik. Namun sebagai masyarakat Bali yang sadar dan peduli terhadap kebersihan tentunya akan terus berupaya membantu membersihkan pantai dari sampah agar tetap bersih sehingga destinasi wisata meningkat dan mampu menarik para wisatawan untuk berkunjung.

"Untuk itu, dengan adanya karya bhakti yang kita laksanakan ini mudah-mudahan dapat meringankan beban Pemerintah Daerah Kabupaten Badung dalam menangani kebersihan lingkungan dari timbunan sampah di daerah wisata," demikian tegas Pangdam.

Menurut Pangdam, dipilihnya Pantai Kedonganan sebagai sasaran karya bhakti, karena pantai tersebut merupakan tempat yang dijadikan juga sebagai tempat upacara keagamaan bagi masyarakat Bali, daerah wisata dan merupakan pasar ikan tradisional terbesar yang menjadi destinasi kuliner seafood di Bali.

"Kita berharap, Bali khususnya Pantai Kedonganan tidak menjadi sorotan media asing ketika sampah memenuhi bibir pantai. Hal ini akan menyebabkan para wisatawan enggan dan kurang nyaman berkunjung ke Pantai Kedonganan. Mengingat karya bhakti melibatkan seluruh lapisan masyarakat, maka saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan maksimal," harap Pangdam.

Turut hadir pada kegiatan Karya Bakti tersebut yaitu Para pejabat teras Kodam IX/Udayana, antara lain Danrem 163/Wira Satya, Para Staf Ahli Pangdam IX/Udayana, Para Asisten Kasdam IX/Udayana, LO AU, Para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Dandim 1611/Badung, Kapolsek Kuta, Kadis DLHK Kab. Badung, Camat Kuta, Lurah Kedonganan dan Tuban, serta para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (Pendam IX/Udayana)

Kamis, 02 Mei 2019

Melalui Teatrikal Recycling Mampu menggugah masyarakat perangi sampah


Klungkung,BaliKini.Net - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta menyaksikan Teatrikal kontemporer di panggung terbuka Monument Puputan Klungkung pada rabu (01/05/2019).

Ketut Darmawan selaku penggagas Cerita, menyatakan Teatrikal Recycling merupakan teatrikal yang dibawakan oleh Kelompok Swadaya masyarakat TPS 3R Dharma Winangun Desa tangkas. Teatrikal ini mengambil tema recycling dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui seni gerak dan tari tentang bahaya sampah.

Dalam pementasannya tersebut diilustrasikan bahaya membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan banyak terdapat  nyamuk dan lalat yang dapat menyebarkan penyakit, seperti Demam berdarah dan Diare. Gerakan teatrikal mengilustrasikan banyak masyarakat yang terserang diare dan sakit perut, kemudian akibat dari hal tersebut, salah seorang masyarakat mengajak anak-anak dan warga untuk kembali membersihkan lingkungan dari sampah dan melakukan daur ulang. Dari melakukan Daur ulang sampah ini kemudian diketahui dapat  memiliki nilai ekonomi dan seni, jika kita punya inovasi untuk mengerjakannya.  Dalam pementasan teatrikal juga menampilkan juga tarian barong dan rangda yang terbuat dari sampah plastik dan koran.

“Dari pementasan ini dapat diambil maknanya yakni adalah mengajak masyarakat untuk bersama sama memerangi sampah agar dapat menjadi nilai ekonomi, dan akibat apabila sampah  tidak dikelola dapat menimbulkan wabah penyakit”, ujar Ketut Darmawan.

Adapun bahan sampah plastik dan koran dikumpulkan sekitar 12 kg sampah plastik dan 8 kg dari koran. Sampah ini di dapat dari berbagai lokasi di Kabupaten Klungkung untuk dibuat barong. Persiapan pembuatan barong, rangda dan pelatihan teatrikal memakan waktu kurang lebih 1 bulan. Sampah plastik untuk barong dan  gapura berasal dari pembukus mie, kopi, snack. Rangda dibuatkan dari bibit ental, batok kelapa, kelapa kering, daun ental yang dirangkai seperti ulatan.

Dalam pementasan Teatrikal ini, berperan sebagai koreografer yakni I Putu Indra Wirayudha, Pembina, Dewa putu Slamet raharja S,Sn.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengapresiasi penampilan teatrikal ini. Menurut Bupati Suwirta, dengan penampilan teatrikal ini diharapkan dapat menggugah masyarakat Klungkung untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan inovasi TOSS yang sudah diterapkan dibeberapa Desa di Kabupaten Klungkung diharapkan bisa menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Kabupaten Klungkung maupun di Indonesia. “Masyarakat Klungkung bisa mencontoh dan melaksanakan Program Pemkab Klungkung yakni  TOSS tersebut dengan baik, untuk menjadikan kabupaten Klungkung terbebas dari sampah,” ujar Bupati Suwirta. (cok/r4)

Selasa, 09 April 2019

Kasum TNI Hadiri Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan


BLKNNews ■ Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto mewakili Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri pembukaan Konferensi Ulama Sufi Internasional (World Sufi Forum), yang dibuka secara resmi oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, bertempat di Pendopo Bupati Pekalongan, Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (8/4/2019).

Tampak hadir pada acara tersebut diantaranya Rais 'Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahli Thariqah al-Mutabarah al-Nahdliyah, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Mufti India Syekh Abu Bakar Ahmad, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum., dan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

■ Puspen TNI

Kamis, 21 Maret 2019

Bupati Karangasem Hadiri Upacara Puncak Betara Turun Kabeh


BLKN-News ■ Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri hadiri persembahyangan Upacara Puncak Betara Turun Kabeh, pada Rabu (20/3) di Penataran Agung Pura Besakih, Banjar Besakih Kangin, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Sebelum prosesi Puncak Karya dilaksanakan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melaksanakan ritual persembahyangan Bakti Pekideh Ring Pura Hyang Ngaluh untuk memohon kelancaran proses pelaksanaan upacara.

Setelah prosesi persembahyangan selesai, Bupati Mas Sumatri melanjutkan ritual ke Pura Penataran Agung Pura Besakih untuk mengikuti prosesi puncak karya.

Sebelum melaksanakan Purwa Daksina Bupati Karangasem beserta undangan lainnya melakukan persembahyangan terlebih dahulu yang dipuput oleh 6 Sulinggih.

Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Ayu Mas Sumatri berkesempatan untuk mundut Ida Betara dari Pesamuan Agung untuk melaksanakan Purwa Daksina sebanyak 3 kali menuju ke Bale Peselang.

Selesai prosesi Bupati Mas Sumatri juga melaksanakan persembahyangan yang di puput sulinggih setempat sebelum Ida Batara kembali di linggihkan ke Pesamuan Agung.

BACA JUGA: Jasa Pembuatan Web Murah, Tapi Tidak Murahan 

Adapun tari-tarian yang dipersembahkan dalam acara tersebut seperti tari rejang renteng, tari rejang giri kusuma, tari baris, tari topeng sida karya dan tari rejang dewa guna melengkapi prosesi Upaca Panca Bali Krama.

Terkait Upacara Panca Bali Krama Bupati Karangasem mengatakan, upacara ini adalah upacara besar yang dilaksanakan di Kabupaten Karangasem, "mudah-mudahan Ida Batara yang melinggih di Pura besakih memberikan anugrahnya kepada semua umat, khususnya masyarakat Kabupaten karangasem," kata Mas Sumatri.

Dalam acara tersebut hadir pula Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Istri , Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama istri, Sekda Provinsi Bali, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa bersma Istri Sarini Artha Dipa, Ketua DPRD karangasem, Ketua MMDP prov Bali dan kepala OPD lainnya.

 ■ Humas/ Made Asnawa

Sabtu, 16 Maret 2019

© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved