-->
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sumbar 2045 dan 4 Jurus SDM Daerah Istimewa Minangkabau Dalam Menuju Indonesia Emas.

Sumbar 2045 dan 4 Jurus SDM Daerah Istimewa Minangkabau Dalam Menuju Indonesia Emas.


Oleh Prof. Masri Mansoer Ketua Umum BP2DIM


SUMATERA BARAT, blknnews.com, - Dengan fenomena dan kondisi sekarang, dapatkah Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) Sumatra Barat menjadi pemain kunci pada Indonesia Emas 2045..? Jawaban tegasnya Bisa, tetapi DIM saja tidak otomatis. DIM itu baru “kendaraan”. Yang menentukan menang di 2045, “mesin & sopirnya”: ditentukan kualitas SDM dan strategi nagari. Sebab, DIM tanpa SDM yang unggul maka, hanya ganti baju otonomi saja. SDM unggul tanpa kewenangan DIM, larinya ketahan birokrasi pusat.

A. Inilah sedikit pandangan dari penulis kenapa SDM Sumbar ditambah DIM untuk mencapai Peluang Emas 2045. Modal yang nggak dipunya provinsi lain:

1. Filosofi ABS-SBK: Sudah nyambung dengan 3 pilar Indonesia Emas yang terdiri dari Manusia Unggul, Ekonomi Berkelanjutan, Tata Kelola Berkeadilan. Hal ini tinggal diterjemahkan kedalam kebijakan nantinya.

2. Tradisi merantau: Diaspora Minang itu "aset global". Dari CEO, profesor, sampai menteri. Kalau DIM bisa bikin "Skema Wajib Pulang Kampung" untuk transfer ilmu maka yang akan terjadi adalah Sumbar lompat 20 tahun.

3. Nagari sebagai negara kecil: 2045 butuh desentralisasi inovasi. Nagari merupakan laboratorium sosial paling ideal. Gagal skala kecil, berhasil langsung dapat replikasi.

4. SDA tambah Ekoteologi: Sumbar punya hutan, air, energi hijau, maritim. DNA “Alam Takambang Jadi Guru” cocok sekali dengan ekonomi hijau 2045.

Menurut analisa penulis dari berbagai sudut pandang ilmu bahwa Sumatera Barat terdeteksi ada ancaman nyata kalau SDM tidak dibenahi di mulai dari sekarang, diantaranya.

1. Bonus demografi 2030-2040: Usia produktif Sumbar membludak. Kalau sekarang 24,3% stunting, berarti 2045 kita panen angkatan kerja yang posturnya pendek, IQ ketahan, gampang sakit dan tidak produktif.

2. Middle Income Trap: Tanpa STEM, AI, green jobs, Sumbar cuma jadi penyedia buruh & bahan mentah. Bukan pemilik teknologi.

3. Krisis identitas: Anak muda Minang 2045 bisa “Minang KTP” tapi hilang religiusitas dan adab. DIM tanpa SDM berkarakter = sia-sia dan mubazir.

Dalam hal ini, DIM kasih kewenangan. SDM menentukan apakah kewenangan itu jadi berkah atau beban dan musibah di masa depan.

B. Strategi: 4 Jurus SDM Sumbar Jadi Pemain 2045 via DIM. Dengan Sumbar menjadi DIM kewenangan DIM bisa untuk lari lebih kencang dari provinsi biasa. Untuk mewujudkan hal itu bisa di pakai beberapa jurus, diantaranya:

-, Jurus 1: “Nagari Emas 2045” – Bereskan Hulu SDM. Ini perang stunting & karakter. Target: 0% stunting 2035.

1. Perda DIM Wajib 1000 hari pertama kehidupan (HPK): Alokasikan 10% dana nagari khusus ibu hamil ditambah bayi dibawah dua tahun. Wali nagari tanda tangan “Pakta Anti-Stunting” di depan Tungku Tigo Sajarangan (TTS).

2. Surau 2.0: Revitalisasi surau jadi “Pusat Tumbuh Kembang tambah Digital”. Pagi ngaji, siang coding & bahasa Inggris, sore olahraga. Guru ngaji dilatih jadi ahli IT dan kader gizi.

3. Kurikulum Agama, Adat dan Teknologi: Muatan lokal Sumbar wajib 6 jam/minggu: ABS-SBK, agro-maritim, ekoteologi, digital rantau. Lulus SMA Sumbar bisa hafal Alquran, paham adat dan bisa Python dasar.

-, Jurus 2: “Talenta Rantau Pulang Basamo” – Bajak Otak Diaspora.

1. UU DIM Insentif Diaspora: Perantau top yang mau pulang 2 tahun dapat tanah ulayat untuk riset, bebas pajak UMKM 5 tahun, jabatan Kepala OPD Khusus.

2. SMK/Politeknik Nagari: Tiap kawasan bikin kampus vokasi sesuai potensi Solok sama dengan Geothermal & Kopi, Mentawai sama dengan Kelautan & Selancar, Payakumbuh sama dengan Peternakan & Rendang Tech. Pengajarnya wajib 50% praktisi diaspora.

3. Dana Abadi Nagari: 5% deviden SDA Sumbar masuk dana abadi. Bunganya untuk beasiswa 10.000 anak nagari ke kampus top dunia, ikatan dinas minimal 5 tahun di Sumbar.

-, Jurus 3: “Ekonomi Hijau Beradat”, Ciptakan Lapangan Kerja 2045. SDM hebat tapi nganggur sama dengan bom waktu. DIM harus ciptakan ekosistem kerja melaui potensi yang ada di daerah, diantaranya:

1. Hutan Adat sama dengan Bank Karbon Nagari: KEWENANGAN DIM: nagari bisa jual kredit karbon langsung. Hasilnya untuk gaji “penjaga hutan adat” dari anak nagari lulusan SMK Kehutanan.

2. Rendang Go Global, Digital Go Nagari: Bikin 1000 Startup Nagari: agro, pariwisata halal, game berbasis cerita Minang. Inkubatornya di surau, mentornya perantau.

3. Energi Hijau Milik Nagari: Geothermal, PLTMH, solar panel skala nagari. Anak SMK jadi teknisi. Lulus langsung kerja, tidak perlu merantau seperti hari ini Nagari sepi generasi muda berilmu.

-, Jurus 4: “Tata Kelola SAKATO”, Birokrasi DIM Anti KKN. SDM unggul akan kabur kalau birokrasinya korup.

1. Sistem Merit Nagari: Rekrut ASN DIM lewat tes terbuka berbasis agama, adat & kompetensi. TTS jadi pengawas, bukan yang menitip.

2. Digital Nagari: Semua dana, proyek, izin dibuka di aplikasi. Anak muda bisa audit dari HP. Ini bikin kepercayaan & partisipasi naik.

3. Pendidikan Pemimpin: Sekolah Kepemimpinan ABS-SBK untuk calon wali nagari, bupati, gubernur. Lulus kalau paham adat, agama, & data.

Kalau dilihat secara lahiriah, Tanpa DIM Sumbar tetap jalan, tapi tertahan oleh aturan pusat. Kontribusi ke Indonesia Emas 2045 mungkin hanya 5% saja.

Dengan DIM ditambah SDM sekarang Kontribusi ke Indonesia Emas 2045 bisa naik jadi 7-8%. Lumayan juga, tapi belum pemain utama.

Dengan DIM tambah Strategi SDM 4 Jurus ini Sumbar bisa sumbang 15% pemimpin, 20% inovasi hijau, 30% wirausaha syariah Indonesia 2045. Itu baru “pemain”.

Kuncinya, tahun 2045 nanti ditentukan oleh 2025-2035 ini. Periode 10 tahun kedepan adalah “1000 HPK” untuk DIM. Kalau nagari sibuk berebut proyek, bukan bereskan stunting & talenta, maka 2045 kita cuma jadi penonton pakai baju teluk belanga. Minangkabau tinggal nama dan hanya seremonial saja. (Rd).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama