All Posts - BLKNNews.com

Rabu, 30 Oktober 2019

Lautan Sampah Kali Jambe Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Tunggu Alat Berat


Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi siap melakukan pembersihan lautan sampah di Kali Jambe, RW 12 Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Akan tetapi, Pemkab Bekasi masih menunggu alat berat dan armada truk sampah.

"Kita sudah dapat informasinya, kita siap bersihkan. Tapi kami masih tunggu kesiapan alat berat dari Dinas PUPR."

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto, ketika dikonfirmasi, Selasa (29/10/2019).

Dodi mengatakan, tumpukan sampah di Kali Jambe kerap terjadi. Penyebabnya, kata Dodi, warga sekitar  di bantaran kali membuang sampah sembarangan.

"Sampah bakal kerap muncul sepanjang kesadaran warganya masih minim. Warga juga harus perhatikan lingkungannya ini dong," kata Dodi.

Dia belum bisa memastikan kapan diterjukannya petugas untuk melakukan proses pembersihan tumpukan sampah di Kali Jambe tersebut. Alasannya, pembersihan sampah di Kali Jambe menyesuaikan waktu petugas dan armada truk.

"Petugas dan armada truk kita kan terbatas, nanti kita sesuaikan waktu. Kita tidak bisa langsung, karena dapat menganggu aktivitas pengangkutan sampah di wilayah lain," ucap Dodi.

Dia juga meminta dinas terkait melakukan penertiban bangunan liar di bantaran Kali Jambe tersebut agar tumpukan sampah tak terulang kembali.

"Sampah menumpuk berasal dari rumah tangga yang bermukim di bantaran kali. Maka kami meminta pihak berwenang untuk menertibkan bangunan liar itu," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kali Jambe, RW 12 Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, dipenuhi tumpukan sampah. Tumpukan sampah mengubali aliran Kali Jambe menjadi daratan karena sampah terus menumpuk dan padat.

Berdasarkan pengamatan Warta Kota, tumpukan sampah itu didominasi sampah rumah tangga, plastik, dan styrofoam. Bahkan terlihat ada sampah kasur, bantal, kayu, batang pohon pisang hingga kulkas bekas. Sejumlah anak-anak memanfaatkan tumpukan sampah yang seperti daratan itu sebagai area bermain.

Tumpukan sampah itu membuat air di Kali Jambe tak terlihat lagi, tumpukan sampah tampak seperti daratan. Anak-anak itu naik di atas tumpukan sampah, menyeberang dari tepi kali sisi barat ke tepi kali sisi timur. Padatnya tumpukan sampah itu membuat sejumlah anak-anak bermain di atas lokasi tumpukan sampah tanpa khawatir ambles.

Ketua RW 12 Desa Satria Jaya Tambun Utara, Ruslan mengatakan tumpukan sampah itu muncul ketika hujan turun deras, Minggu (27/10/2019) lalu. Sampah itu merupakan sampah kiriman dari hulu Kali Jambe tersebut.

"Ini bukan sampah warga kami, ini sampah kiriman. Kebawa saat hujan turun, nah mampet ketahan di sini," ucapnya.

Ruslan memerkirakan panjang tumpukan sampah itu mencapai 200 meter. Kejadian tumpukan sampah baru pertama kali terjadi. Sebelumnya tumpukan sampah di Kali Jambe ini kerap terjadi, akan tetapi berada di titik lain.

"Kalau di wilayah kami ini baru kali ini, paling ada tumpukan di titik lain. Biasa kalau tumpukan sampah ini muncul kalau abis hujan atau musim kemarau," katanya.

Tumpukan sampah udah dua hari itu mulai dikeluhkan warga. Ruslan berharap agar pemerintah setempat segera melakukan pembersihan tumpukan sampah tersebut.

"Semoga segera diangkut, ini cukup padat dan banyak sampah. Engga bisa diangkut manual, harus pakai alat berat," ujar Ruslan.

Bidang Lingkungan Hidup dan Energi Diharapkan Satu Komisi


Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Wanika berharap bidang lingkungan hidup dan energi berada dalam satu Komisi atau Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Ia tidak mempermasalahkan kedua bidang tersebut berada di komisi manapun, asal tetap berada dalam komisi yang sama. Pasalnya kedua bidang tersebut saling berkaitan satu sama lain.

“Saya berharap bidang energi dan lingkungan hidup tidak dipisahkan. Tidak masalah berada di Komisi berapa. Karena jika berbicara tentang kebijakan energi, pasti akan mempertimbangkan lingkungan. Begitupun ketika bicara masalah lingkungan hidup, pasti berkaitan dengan energi. Karena emisi terbesar itu berasal dari transportasi, dari industri yang kesemuanya berasal dari pemakaian energi,” ujar Kardaya dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Tidak hanya itu, lanjut Kardaya, salah satu alasan pemerintah gencar menggunakan energi terbarukan, karena secara lingkungan hidup emisinya kecil. Begitu juga dengan penggantian BBM dari TEL (tetra ethyl lead) ke MTBE (Methyl Tertiary Buthyl Ether) itu semata-mata karena pertimbangan lingkungan hidup. Bahkan penggunaan batubara juga harus diatur karena juga berkaitan dengan lingkungan hidup. Sehingga antara lingkungan hidup dan energi tidak bisa dipisahkan.

“Di OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) pun, ketika bicara harga minyak, pasti juga bicara tentang lingkungan. Sehingga antara lingkungan hidup dan energi memang saling berkaitan. Kalau dipisahkan saya khawatir akan menimbulkan kebijakan yang tidak sinkron alias kacau balau,” terang politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Ia juga mempermasalahkan rasionalitas pemisahan kedua bidang tersebut ke dalam Komisi yang berbeda. “Hal ini pasti akan ditertawakan oleh masyarakat luas dan tentunya stakeholder terkait. Pada akhirnya akan membuat citra DPR RI semakin turun di mata publik. Saya berharap hal ini dipertimbangkan kembali, ditunda. Saya tidak masalah bidang tersebut akan dimasukan dalam komisi berapapun, asal bawalah semuanya, dan tidak dipisah satu sama lain,” pungkasnya. (ayu/es)

Menteri LHK Ajak Siswa Sekolah Global Mandiri Jaga Lingkungan Hidup


Jakarta - Pada awal jabatannya di periode kedua sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengunjungi Sekolah Global Mandiri untuk berbagi inspirasi dan mengajak siswa sekolah bersama-sama menjaga lingkungan hidup dan kehutanan.

Siti dalam keterangan tertulis.yang diterima di Jakarta, Selasa, menekankan karakter yang terbentuk pada siswa sekolah menentukan Indonesia di masa depan.

“Kerja lima tahun belakangan mengindikasikan banyak kemajuan. Terlihat anak-anak sekolah sekarang sudah membawa tumbler dan mengurangi sampah plastik,” katanya usai mengisi kelas inspirasi di Sekolah Global Mandiri di Cibubur, Jawa Barat.

Ia menyatakan sedang merancang kegiatan yang melibatkan sekolah-sekolah. Dirinya menganggap penting untuk bersama-sama masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

“Presiden (Joko Widodo) berpesan, yang paling penting adalah bagaimana implementasi oleh rakyat, untuk rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Siti juga membagikan bibit pohon multiguna seperti rambutan, mangga, dan nangka untuk ditanam para siswa dan sekolah. Selanjutnya menteri mengajak agar setiap siswa hingga dewasa menanam setidaknya 25 batang pohon.

Selain untuk menjaga agar alam tetap hijau, menanam pohon juga bermanfaat untuk menghasilkan oksigen dan mencegah bencana perubahan iklim, ujar dia.

Sekitar 300 siswa sangat antusias mengikuti acara tersebut. Selain siswa, acara tersebut juga dihadiri perwakilan orangtua.

Seorang siswa, Andi Salman Nazafi sempat bertanya tentang apa penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa waktu belakangan.

Siti menjawab karhutla bisa terjadi akibat faktor alam karena gesekan serasah. Namun, karhutla lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia.

“Ada yang akibat buang puntung rokok sembarangan, ada juga karena pembakaran untuk membuka ladang dan kebun,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah terus melakukan upaya pemadaman terhadap kejadian karhutla. Pemerintah juga melakukan kontrol ketat pengelolaan lahan untuk mencegah kejadian karhutla.

“Petugas Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api terus bekerja di lapangan, BPBD juga aktif. Pemerintah masih waspada hingga pertengahan November,” kata Siti.

Data dari Sistem Monitoring Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah titik panas pada hari ini, berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua (dengan tingkat kepercayaan lebih besar dari 80 persen) sebanyak 52 titik. Jumlah ini telah turun jauh dibandingkan pekan lalu yang tercatat lebih dari 600 titik.

Kepala Sekolah Global Mandiri Anna Budiatmi menyatakan kedatangan Menteri Siti diharapkan bisa menginspirasi para siswa untuk menggapai cita-citanya. “Kedatangan Bu Menteri sekaligus mengajak anak-anak untuk lebih peduli pada lingkungan”.

Anna menyatakan pihak sekolah sudah mewajibkan siswa untuk membawa botol dan dan kotak makanan dari rumah untuk mengurangi sampah plastik. Selain itu, mereka juga wajib mengumpulkan sampah yang bisa didaur ulang untuk kemudian "ditabung" di Bank Sampah sekolah.

Sampah tersebut akan didaur ulang menjadi berbagai produk yang bisa dimanfaatkan kembali atau produk kerajinan.

“Ini memang kampanye sederhana tapi sebagai generasi penerus, pendidikan lingkungan hidup perlu dilakukan sejak dini,” katanya. (ANTARA)

Sebagai Pintu Masuknya Bali, Tim Gabungan Gelar Opsgab di Jembrana


Jembrana - Tim Gabungan yang terdiri dari Polres Jembrana, Kodim 1617/Jembrana, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Karantina, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jembrana menggelar razia operasi gabungan bertempat di depan Kantor Bupati Jembrana, Selasa (29/10).

Kegiatan ini juga mendapatkan atensi dari Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok dan Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa yang terjun langsung ke lapangan.

Pemeriksaan dilakukan terhadap semua kendaraan dan orangnya, terkait kelengkapan surat-surat, termasuk juga penumpang bus yang diperiksa kartu tanda penduduknya sebagai identitas resmi yang seharusnya selalu melekat dan dimiliki warga masyarakat.

"Kegiatan ini dilakukan secara gabungan dan bersama dari beberapa instansi terkait. Kita menginginkan keamanan dan ketertiban di wilayah Jembrana tetap kondusif terlebih kabupaten di wilayah barat Pulau Bali ini sebagai pintu masuk dari wilayah Pulau Jawa", ungkap Dandim Letkol Djefri.

Lebih lanjut dikatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan, barang dan juga orang dengan identitas kelengkapannya. Jika ada pelanggaran maka akan ditindaklanjuti dengan aturan yang ada.

Dandim juga menjelaskan dalam operasi ini ditemukan warga sipil yang memakai seragam atau pakaian TNI lengkap dengan atributnya. Oleh karenanya hal ini ditindak lanjuti oleh petugas, seragam TNI tersebut disita dan diamankan.

"Kita tidak ingin seragam TNI disalahgunakan dan hal ini tentu melanggar aturan jika digunakan warga sipil", tegas Dandim.

Sementara itu Kabagops Polres Jembrana Kompol Wayan Sinaryasa mengatakan, operasi gabungan ini dilaksanakan dalam rangka meminimalisir pelanggaran, baik dalam hal administrasi kependudukan, pelanggaran lalu lintas dan yang lainnya.

Selain dilakukan pembinaan kepada masyarakat yang melanggar, operasi ini juga untuk mencegah terjadinya penyelundupan seperti hewan dan barang ke wilayah Bali. Untuk itu kenapa operasi ini melibatkan beberapa instansi terkait.

Dari pelaksanaan operasi ini, ditemukan 5 penumpang bus tanpa membawa identitas yang selanjutnya diproses. Ditemukan juga pelanggaran pengendara tanpa SIM, STNK dan kelengkapan lainnya termasuk kendaraan yang masa berlaku KIR atau uji kelayakannya di jalan raya sudah mati. (dim1617, @rb)

Minta Doa Restu Dalam Menjaga Perbatasan, Satgas Yonif Raider 142/KJ Silaturahmi ke Uskup Dominikus Saku


Belu - Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ bersama Pimpinan Perusahaan Pos Kupang Ibu Erniwaty Madjaga melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Uskup Mgr Dominikus Saku selaku Tokoh Agama Katolik di Rumah Keuskupan Atambua Jln. Nela Raya No. 17 Lalian Tolu Atambua Belu, pada Selasa (29/10/2019).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan tali silaturahmi bersama tokoh agama sehingga terjadi komunikasi dua arah dalam menerima saran dan masukan dari tokoh agama untuk mendukung tugas pokok Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ sehingga keberadaan Satgas Pamtas yang berada ditengah-tengah masyarakat dapat dirasakan manfaatnya.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., yang memimpin langsung kegiatan tersebut meminta restu dan Do'a kepada tokoh agama dalam melaksanakan tugas untuk menjaga Tapal Batas Negara yang ada di sepanjang sektor timur garis perbatasan RI-RDTL, dan juga dalam kegiatan Binter Satnonkowil untuk membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat perbatasan.

Uskup Mgr Dominikus Saku selaku tokoh agama menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ dan Pimpinan Pos Kupang.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ beserta Staf dan Pimpinan Perusahaan Pos Kupang, karena ditengah-tengah kesibukan aktivitas Satgas Pamtas dan Pos Kupang masih sempat meluangkan waktu untuk berkunjung ke Rumah Keuskupan Atambua ini," ucapnya. (142/KJ, @rb)

Cerdaskan Kehidupan Bangsa, Satgas Yonif Raider 142/KJ Ciptakan Motor Pintar


Belu - Berbekal buku pengetahuan yang dibawa dari Satuan Yonif Raider 142/KJ, personel Pos Fatubesi Atas Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ menciptakan motor pintar untuk dijadikan perpustakaan keliling guna meningkatkan minat baca terhadap anak-anak selaku generasi muda penerus Bangsa di Desa Takirin, Kec. Tasifeto Timur, Kab. Belu.

Hal ini diungkapkan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT, pada Selasa (29/10/2019).

"Personel Pos Fatubesi Atas berinisiatif untuk menciptakan motor pintar dengan perpustakaan keliling, sehingga terlihat peran serta Satgas Pamtas dalam bidang pendidikan, untuk membantu sekolah dalam membimbing anak-anak dalam menulis dan membaca sehingga dapat mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa," tegas Dansatgas.

Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin setiap 3 kali dalam seminggu untuk berkeliling dari dusun ke dusun dalam Desa Takirin sebagai wujud ketulusan dan kepedulian Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ terhadap anak-anak generasi penerus Bangsa, dalam menambah wawasan dan pengetahuan dengan memanfaatkan buku-buku yang dibawa dari Satuan asal.

Terpisah, Bpk. Fransiscus (37) selaku ketua RW Desa Takirin mengucapkan terima kasih kepada personel Pos Fatubesi Atas Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak TNI yang telah menciptakan motor pintar dengan perpustakaan keliling untuk anak-anak kami, motor pintar ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami karena dapat membantu dan menambah wawasan dengan membaca buku-buku yang dibawa perpustakaan keliling tersebut," ungkapnya.

Olive (13) menyampaikan bahwa ia sangat gembira dan berterima kasih atas motor pintar yang diciptakan personel Pos Fatubesi.

"Kami disini sangat senang atas kehadiran bapak-bapak TNI, melalui motor pintar dengan perpustakaan keliling maka kami dapat belajar bersama-sama untuk menambah wawasa tentang pengetahuan," ucapnya. (142/KJ, @rb)

Satgas Yonif Raider 142/KJ Kenalkan Pilar Batas Negara Kepada Generasi Muda Penerus Bangsa


Belu - Personel Pos Fatubesi Atas Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai Pilar Batas Negara (PBN) yang berada di Dusun Lookeu, Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Selasa (29/10/2019).

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., mengungkapkan bahwa selain melaksanakan tugas pokok menjaga perbatasan RI-RDTL, kami juga mencoba mengenalkan karakteristik dan posisi Pilar Batas Negara (PBN) kepada generasi muda penerus Bangsa karena Rakyat sebagai kekuatan utama pertahanan Negara dalam mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, hal ini tentunya sesuai dengan perjanjian-perjanjian yang telah disepakati kedua Negara.

"Kegiatan ini dipimpin oleh Wadanpos Fatubesi Atas Serda Ryan Nur yang mana sesuai dengan SOP personel patroli patok berjumlah 7 orang yang terdiri atas Pok Pam Depan dua orang, Danpat, Tayanrad, Pok Penyergap dua orang dan satu orang sebagai Pam Belakang," ujar Dansatgas.

Gencarnya pemberitaan akhir-akhir ini tentang hilangnya beberapa Pilar Batas Negara (PBN) di wilayah Nusa Tenggara Timur yang dipublikasikan oleh beberapa media, merupakan akibat yang ditimbulkan dari faktor alam, contohnya Pilar Patas Negara tersebut hilang karena disebabkan tergerusnya dinding sungai akibat air sungai meluap pada saat musim hujan, sehingga Pilar tersebut roboh dan tertutup lumpur yang terbawa arus sungai.

Sertu Angga Sastra selaku Danpos Fatubesi Atas berinisiatif melakukan koordinasi kepada beberapa Kepala Sekolah yang berada di Kecamatan Tasifeto Timur diantaranya SD inpres Fatubesi, SMPN 1 Tasifeto Timur dan SMAN 1 Tasifeto Timur untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai Pilar Batas Negara kepada generasi muda penerus Bangsa, sehingga para Kepala Sekolah mengizinkan masing-masing perwakilan siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini sangat baik untuk generasi muda penerus Bangsa, selain mereka mengetahui bentuk dan karakteristik tentang Pilar Batas Negara, mereka juga memahami penyebab hilangnya beberapa Pilar Batas Negara yang ada di sepanjang garis perbatasan RI-RDTL, sehingga mereka tidak mudah menyimpulkan penyebab hilangnya benda tersebut, dengan demikian masyarakat tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak lain untuk dipecah belah," tegas Dansatgas lebih lanjut.

Terpisah, Roy (16) salah satu siswa kelas XI SMAN 1 Tasifeto Timur mengucapan terima kasih kepada personel Satgas Pamtas sehingga mereka memahami batas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI, dengan kegiatan seperti ini maka kami dapat memahami wilayah batas Negara kita sehingga dapat menceritakan kepada teman-teman kami yang lainnya di sekolah untuk bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya.

Bpk. Hendrikus Loi (45) selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Tasifeto Timur yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk diikuti oleh generasi muda penerus Bangsa.

"Kehadiran bapak TNI Satgas Pamtas RI-RDTL sangat membantu kami baik guru maupun anak-anak sehingga kami sekarang mengetahui batas Negara Indonesia yang ada di daerah kami," ucapnya. (142/KJ, @rb)

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Satgas Yonif 132/BS Gelar Pameran Alutsista di Perbatasan


TTU - Dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 91, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 132/BS, gelar pameran alutsista di seluruh sekolah-sekolah yang ada di perbatasan khususnya di desa Eban, Kecamatan Miomaffo Barat,  Kabupaten Timor Tengah Utara, Selasa (29/10/2019).

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS, Letkol Inf Wisyudha Utama menyampaikan bahwa kegiatan gelar alutsista yang dilaksanakan di seluruh jajaran Pos Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS ini, merupakan salah satu cara untuk membangkitkan kecintaan Rakyat kepada TNI, salah satunya dengan menggelar pameran alutsista.

Berbagai jenis senjata canggih dan perlengkapan militer yang di pamerkan oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS, bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang senjata, selain itu juga, anak-anak di beri kesempatan untuk berfoto-foto dan melihat langsung kecanggihan alat-alat yang dimiliki TNI yang di gunakan selama menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), selama melaksanakan tugas di medan operasi.

"Terlihat antusias dan kecerian anak-anak bisa melihat langsung kecanggihan senjata yang dimiliki TNI apalagi bisa memegang langsung dan juga bisa berfoto-foto dan bergaya seolah-olah menjadi seorang TNI sungguhan," tutur Dansatgas.

Sementara itu, Primus murid sekolah tersebut, mengucapkan rasa terima kasih kepada bapak TNI Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS, karena sudah memberi pengetahuan seperti ini, memperkenalkan senjata-senjata dan perlengkapan khusus militer yang dimiliki oleh TNI.

"Apalagi baru kali ini ada acara seperti ini di sekolahan kami, dengan adanya pameran alutsista ini, saya bisa lebih tau dan bisa lebih dekat apalagi bisa memegang dan berfoto-foto dengan senjata TNI, setelah melihat senjata-senjata TNI yang canggih saya jadi ingin menjadi seorang TNI," ucapnya. (132/BS, @rb)

Selasa, 29 Oktober 2019

Berkolaborasi Dengan IDI, Persit Yonif Mekanis 741/GN Gelar Bhakti Sosial


Jembrana - Persit KCK Cabang XLIII Yonif Mekanis 741/GN bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jembrana gelar Kegiatan Bhakti Sosial pemberian sembako bagi masyarakat di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Minggu (27/10/2019).

Hal ini sebagai bentuk kepedulian Persit KCK Cabang XLIII Yonif Mekanis 741/GN kepada masyarakat dan lingkungan sekitar di hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-69 berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosial bersama. Bantuan yang diberikan ditujukan atau dikhususkan kepada masyarakat yang mengalami sakit seperti penyakit tumor.

Persit KCK Cabang XLIII Yonif Mekanis 741/GN dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berharap dengan bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban dan memberikan semangat moril untuk sembuh. Kegiatan Program ini akan terus dilanjutkan guna menciptakan dan mengajarkan kepada masyarakat untuk hidup sehat dan rajin berolahraga.

Dalam kesempatan lain, Danyonif Mekanis 741/GN Letkol Inf Hendra Saputra, S.Sos., M.M., M.I.Pol., menyampaikan bahwa kegiatan berupa Bhakti Sosial yang dilaksanakan oleh Persit KCK Cabang XLIII Yonif Mekanis 741/GN sangat didukung dan akan membantu dalam pelaksanaannya, apalagi kegiatan ini ditujukan demi keberlangsungan budaya hidup sehat dan rajin berolahraga diwilayah Kabupaten Jembrana sebagai bentuk wujud Kemanunggalan TNI - Rakyat. (GN, @rb)

Bupati Mas Sumatri Serukan "Bersatu Kita Maju"


Karangasem - ‎Pemerintah Kabupaten Karangasem Gelar Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019 dengan Inspektur Upacara Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri  bertempat di Lapangan Tanah Aron, Senin (28/10/2019).

Peringatan Sumpah Pemuda kali ini mengusung tema "Bersatu Kita Maju" untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada Tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda. Dalam Upacara tersebut hadir Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, Pj. Sekda, Forkopimda Kabupaten Karangasem, para Asisten Setda Kabupaten Karangasem serta seluruh Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Karangasem lengkap dengan busana adat Bali.

Dalam amanatnya, Bupati Mas Sumatri saat membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga RI terkait Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 menyampaikan bahwa Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila pemuda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara. 

Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kelja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas.

"Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional", ujar Mas Sumatri.

Dirinya juga menyampaikan mengenai Tema Bersatu Kita Maju "Dimana Tema tersebut sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh Elemen bangsa, bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan Pemuda lah Indonesia bisa lebih maju, Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu benahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia", terang Mas Sumatri.

Bupati Mas Sumatri juga menegaskan bahwa "Kemajuan tidak akan pernah tercapai dalam arti yang sesungguhnya kalau masa depan itu hanya dipandang sekedar sebagai proses lanjut dari masa kini yang akan tiba dengan sendirinya, Tapi bagaimana generasi muda merespon kemajuan itu dengan kearifan menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu, serta kenyataan-kenyataan masa Kini sehingga membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan".

“Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbanan dan perjuanganmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia”.

Melalui kesempatan itu, Mas Sumatri juga mengajak Pemuda Pemudi di Kabupaten Karangasem untuk memiliki semangat juang di era milenial, untuk dapat memajukan Kabupaten Karangasem "Saya berharap pemuda-pemudi tidak takut berkreatifitas, harus terus berinovasi, Karena masa depan negeri ini berada ditangan pemuda-pemudi,dan ingat tetap jaga persatuan dan kesatuan walaupun kita berbeda suku, agama, dan Ras", ajaknya. [*/r6]

Arak Patung Bunda Maria, TNI di Perbatasan Tidak Lupakan Kegiatan Adat dan Keagamaan


Belu - Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ turut serta dalam kegiatan perarakan patung Bunda Maria dari Lingkungan Santa Stefanus Wesamara menuju Gereja Santa Maria Penebus Dosa di Kelurahan Umanen, Kec. Atambua Barat, Kab. Belu, Minggu (27/10/2019).

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., mengungkapkan bahwa dalam menjaga patok batas Negara sebagai tugas pokok, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ juga melaksanakan tugas dibidang Binter Satnonkowil dalam rangka mendukung pembangunan pemerintah dan melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui bidang keagamaan, sehingga Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ dapat menerima saran dan masukkan dari masyarakat untuk mendukung tugas pokok dalam menjaga wilayah NKRI.

"Kegiatan ini dipimpin oleh Letda Arh J. Nainggolan bersama 8 orang personel lainnya," ujar Dansatgas.

Personel Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ yang beragama Katolik melaksanakan perarakan patung Bunda Maria dalam rangka bulan Oktober (luar biasa) dari Lingkungan Santo Stefanus Wesamara, Kelurahan Umanen menuju Gereja Santa Maria Penebus Dosa yang berjarak 2 Km.

"Diharapkan dengan kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ dengan masyarakat dan menekan seminim mungkin tindakan pelanggaran personel Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ melalui kegiatan keagamaan," tegasnya.

Bpk. Yoseph yang merupakan tokoh agama dan mewakili umat Lingkungan Santa Stefanus Wesamara menyampaikan terima kasih atas keakraban dan sikap antusias serta tanggap dalam kegiatan masyarakat dibidang keagamaan.

"Kami sangat berterima kasih walaupun baru satu bulan lebih tetapi kami merasa bapak-bapak TNI sangat akrab dengan umat, terkesan bahwa bahwa bapak-bapak TNI sangat antusias dan tanggap dalam setiap kegiatan masyarakat dibidang keagamaan, salah satu contohnya pengecatan di Gereja," ungkapnya. (KJ, @rb)

Naik Peringkat 5 Porjar 2019, Atlet Karangasem Terima Bonus Ratusan Juta Rupiah


Karangasem - Puluhan Atlit peraih medali emas, perak dan perunggu memperoleh hadiah bonus ratusan juta rupiah dari Pemda Karangasem. Selain bentuk support dalam pengembangan olah raga dan seni, bonus tersebut diharapan semakin memupuk semangat para atlit untuk lebih giat berlatih untuk meraih perestasi di ajang PORJAR mendatang.

Selain para atlit, jajaran official juga memperoleh hadiah bonus atas kiprahnya membimbing para atlit dari Karangasem sehingga bisa mampu bersaing di ajang PORJAR 2019.

Penyerahan secara simbolis oleh Bupati Karangasem I GA Mas Sumatri, di Aula Sabha Widya Praja Disdikpora, Senin  (28/10), dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Amlapura,Kepala Kejaksaan Negeri Amlapura ,Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem beserta jajaran, Koordinator Wilayah Disdikpora se-Kabupaten Karangasem, Kepala Satuan Pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK Negeri/Swasta se-Kabupaten Karangasem dan Para  Atlet, Official/Pelatih.

Di ajang PORJAR 2019 lalu, sebanyak 385 atlit dikirim untuk mengikuti ajang tersebut, terdiri dari 275 atlet, offisial dan 110 Official/Pelatih.  Para atlit tersebut telah berlaga di 26 cabang olah raga atletik, silat, karate, tenis meja, dan beberapa cabor lainnya.

Bupati Mas Sumatri menyampaikan apresiasinya kepada para atlit dan official yang dinilai telah menunjukkaan perestasi terbaiknya.

“Kalian telah berjuang dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki, kalian telah berbuat yang terbaik untuk meraih prestasi sehingga Kabupaten Karangasem mampu bertengger di peringkat ke-5, naik dua tingkat dari pelaksanaan event serupa tahun lalu,” ujarnya.

Mas Sumatri mengatakan, event PORJAR 2019 merupakan salah satu event bergensi dan memiliki makna strategis, sekaligus  menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan bidang keolahragaan di Bali dan bagian upaya menjaring bibit unggul daerah khususnya atlit handal untuk bisa dikirim ke ajang lebih bergengsi.

"Saya berterimakasih kepada para atlet dan pelatih yang telah berjuang untuk meraih mendali demikian juga kepada para official, saya ucapkan terima kasih telah membina para atletnya, "ujarnya.

Ia juga meyakini, bahwa pencapaian ini merupakan buah dari hasil kerja keras semua pihak terutama sekali rasa wirang para atlet Kabupaten Karangasem untuk memberikan yang terbaik buat Kabupaten Karangasem.

Peran yang tidak kalah pentingnya dari official dan pelatih yang dengan setia mendampingi atlet kita pada saat bertanding ataupun pada saat tidak bertanding dengan memberikan semangat dan motivasi selama pelaksanaan PORJAR Provinsi Bali. 

“Kami sebagai perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem sangat gembira dengan hasil yang telah dicapai yaitu sukses melampaui target yang dibebankan dimana target awal adalah agar mampu memperbaiki peringkat dari peringkat ke-7 menjadi peringkat ke-6,” lanjut Mas Sumatri.

Sementara itu, Kadisdikpora I Gusti Ngurah Kartika melaporkan , dari sebelumnya peringkat 7, di tahun 2019, Kabupaten Karangasem berhasil naik ke peringkat 5,  dengan prolehan medali 32 emas, 44 perak, dan 71 perunggu.

Atas kerja keras tersebut, para atlit memperoleh bonus berupa uang sebanyak Rp 193 juta 450 ribu, dengan perincian bonus atlet sebanyak Rp 171 juta 200 ribu. Sementara bonus Official dan Pelatih sebesar Rp  22 juta 250 ribu. [krs/r5]

Keterbatasan Bukan Rintangan Satgas Yonif Raider 142/KJ Untuk Membantu Kesulitan Warga Perbatasan


Belu - Personel Pos Salore Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ menyalurkan bantuan air bersih dari sumber yang berada di pos mereka dengan peralatan seadanya kepada warga masyarakat di Desa Tulakadi Kec. Tasifeto Timur Kab. Belu NTT.

Hal ini di sampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M. di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT, Minggu (27/10/2019).

Disampaikan Dansatgas, dalam menjaga Pilar Batas Negara (PBN) sebagai tugas pokok Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ, kami juga melaksanakan tugas lain yaitu tugas dibidang Binter Satnonkowil dalam rangka mendukung pembangunan pemerintah dan mengurangi beban permasalahan sosial di lingkungan masyarakat sehingga keberadaan Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ ditengah-tengah masyarakat, dapat dirasakan langsung manfaatnya.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, air merupakan sumber kehidupan sehingga keberadaan air sangat penting untuk kelancaran hidup manusia, tanpa adanya air semua makhluk hidup yang ada di bumi akan mati dan tanpa air manusia tidak bisa bertahan hidup," ungkapnya

Seperti yang dilakukan personel Pos Salore, lanjut Dansatgas, melihat kondisi ini Letda Inf David Asmara selaku Danpos Salore Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ berinisiatif untuk membantu masyarakat yang ada di Desa Tulakadi Kec. Tasifeto Timur Kab. Belu NTT dalam mendapatkan air bersih melalui sumber air yang ada di Pos Salore untuk memenuhi kebutuhan, meskipun pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan peralatan seadanya.

Terpisah, Bpk. Bapak Martus Bou (34) menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh personel Pos Salore untuk mengatasi permasalahan pada saat musim kemarau.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI dalam membantu kami untuk mendapatkan air bersih, karena pada saat musim kemarau sumber air sangat sulit ditemukan, sehingga kami harus mencari ketempat lain yang sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya. (KJ, @rb)
© Copyright 2019 BLKNNews.com | All Right Reserved